Selasa, 12 Mei 2026

Bursa Asia Bervariasi, Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Pagi Ini

Bursa Asia Bervariasi, Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Pagi Ini
Bursa Efek Tokyo (Foto: cnbc Indonesia)

JAKARTA - Bursa Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan pagi ini. Senin (11/5/2026) jam 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 terpantau naik 0,42 persen menuju level 62.978,53.

Kondisi berbeda dialami indeks Hang Seng yang dibuka melemah 0,31 persen ke angka 26.310,87.

Selanjutnya, indeks Taiex terlihat mengalami pelemahan tipis 0,01 persen menjadi 41.598,63 dan indeks Kospi melonjak signifikan 4,29 persen ke level 7.819,47. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,75 persen ke posisi 8.678,6.

Baca Juga

Fundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor

Pada sisi yang lain, FTSE Straits Times menguat tipis 0,08 persen ke 4.925,88 dan FTSE Malay KLCI juga naik 0,08 persen ke angka 1.749,88.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka pada rekor yang baru, memimpin penguatan di pasar Asia-Pasifik di tengah naiknya harga minyak serta meningkatnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen para investor tetap waspada setelah Presiden Donald Trump menolak usulan terbaru dari Iran untuk mengakhiri peperangan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Namun, Trump mengatakan dia tidak menyukai tanggapan Iran dan menyebutnya 'SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!' dalam sebuah unggahan di Truth Social."

Iran menyerahkan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menyatakan bahwa tawaran balasan tersebut mendesak pengakhiran perang di seluruh lini dan pencabutan sanksi terhadap Teheran, mengutip sumber yang memahami informasi itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada hari Minggu (10/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber bahwa perang dengan Iran "belum berakhir," karena AS dan Israel masih berupaya untuk mengekang ambisi nuklir Teheran.

Pernyataan Netanyahu tersebut muncul menjelang kunjungan Trump ke China akhir pekan ini, di mana ia dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

 Perang serta penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran telah memicu kenaikan biaya energi global dan mengerek harga gas secara tajam di AS.

Senin (11/5/2026) pukul 07.30 WIB, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 naik 3,39 persen menjadi US$ 98,65 per barel.

Sejalan dengan itu, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka pengiriman Juli 2026 melonjak 3,37 persen menjadi US$ 104,66 per barel.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 3,67 persen ke rekor baru, sedangkan indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 0,81 persen, dan Topix naik 0,32 persen pada awal perdagangan. 

Kontrak berjangka yang berkaitan dengan Dow Jones Industrial Average turun 143 poin, atau 0,3 persen. Sedangkan, kontrak berjangka indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 0,3 persen.

Pergerakan pada hari Minggu berlangsung setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing menguat lebih dari 2 persen dan 4 persen pada pekan lalu. 

Kedua indeks tersebut mencatatkan minggu penguatan keenam secara berturut-turut yang merupakan pertama bagi masing-masing indeks sejak tahun 2024. Sementara itu, indeks Dow naik 0,2 persen untuk pekan ini, mencatatkan kenaikan mingguan kelima dari enam pekan terakhir.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp 397,50 Miliar atau Rp 53 Per Saham

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

Investor DKFT Terima Dividen Tunai Rp 3.500 per Lot Hari Ini

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

OJK Sebut Investor Domestik Naik 6,4 Juta Sejak Akhir Tahun

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas, Ini Saham Banyak Dilepas Asing Seminggu Terakhir

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot

Saham PANR Turun 13 Persen Lebih Siap Bagikan Dividen 3.000 per Lot