BEI Pantau Saham BREN Milik Prajogo Pangestu Usai Turun Tidak Wajar
- Selasa, 12 Mei 2026
JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), masuk ke dalam daftar saham dalam pemantauan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, melalui pengumuman Peng-UMA-00146/BEI.WAS/05-2026 menyatakan bahwa pihak Bursa sedang memantau saham BREN karena adanya penurunan harga yang tidak wajar.
Baca JugaFundamental PGEO Tetap Kuat di Tengah Sikap Wait and See Investor
Walaupun begitu, pengumuman ini tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
“Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham BREN yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity,” ujar Yulianto sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (12/5/2026).
Yulianto menyebutkan bahwa Bursa sedang mengamati perkembangan pola transaksi pada saham BREN.
Selain itu, ia mengimbau para investor untuk memperhatikan jawaban manajemen BREN atas permintaan konfirmasi dari Bursa.
Investor juga diminta untuk memperhatikan kinerja serta keterbukaan informasi yang disampaikan oleh BREN.
Investor diharapkan pula untuk meninjau kembali rencana aksi korporasi jika BREN belum memperoleh persetujuan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).
Selain itu, investor diimbau untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang bisa muncul di masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi.
“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BREN tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” lanjut Yulianto sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), saham BREN tercatat turun 7,56 persen atau melemah 310 poin ke posisi Rp3.790 per lembar saham.
Dalam kurun waktu sebulan terakhir, saham BREN sudah merosot hingga 37,61 persen. Sementara itu, secara year to date, saham BREN telah terkoreksi sebesar 60,83 persen.
Tercatat price earning ratio (PER) BREN berada pada posisi 208,28 kali, sedangkan price to book value (PBV) berada di level 43,84 kali.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











