Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak WTI Melesat ke USD 102,18, Harga Timah Justru Anjlok

Harga Minyak WTI Melesat ke USD 102,18, Harga Timah Justru Anjlok
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan. (fOTO: ANTARA)

JAKARTA - Nilai jual minyak mentah berakhir menguat pada penutupan sesi perdagangan Selasa (12/5). 

Perkembangan ini dipicu oleh adanya perbedaan pandangan yang tajam antara Amerika Serikat dan Iran mengenai usulan pengakhiran konflik di Timur Tengah, sehingga menimbulkan kecemasan terkait potensi hambatan suplai minyak dunia.

Menyadur laporan Reuters, Rabu (13/5), nilai minyak mentah Brent berjangka terkerek USD 3,56, atau 3,42 persen menuju angka USD 107,77 per barel. 

Baca Juga

Pasokan Iran Terhenti, Harga Minyak WTI Bertahan di Kisaran USD102

Di waktu yang sama, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup meningkat USD 4,11 persen pada level USD 102,18 per barel. 

Sebelumnya, kedua standar harga global ini juga sudah mengalami kenaikan hampir 3 persen pada sesi Senin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari bahwa pembicaraan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi sangat kritis.

Pernyataan tersebut merujuk pada perselisihan pendapat mengenai poin-poin tuntutan Iran, yakni penghentian permusuhan di seluruh lini, penghapusan blokade laut oleh pihak AS, pembukaan kembali jalur perdagangan minyak Iran, serta pemberian ganti rugi atas dampak kerusakan perang. 

Di samping itu, Iran juga mempertegas kedaulatan mereka atas wilayah Selat Hormuz.

“Pasar meragukan bahwa kesepakatan damai dapat segera tercapai,” kata analis StoneX, Alex Hodes.

CPO Berdasarkan informasi dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk periode kontrak Juni mencatatkan kenaikan sebesar 0,29 persen. Atas hasil tersebut, harga CPO kini menempati level MYR 4.494 per ton.

Batu Bara Berbanding terbalik, nilai jual batu bara berjangka Newcastle justru memperlihatkan koreksi. Mengacu pada data Barchart, harga batu bara untuk kontrak Juni merosot 0,44 persen menuju posisi USD 135,80 per ton.

Nikel Nilai logam nikel juga terpantau melandai. Berdasarkan catatan London Metal Exchange, harga nikel terkontraksi 1,56 persen ke level USD 18.952 per ton.

Timah Harga timah dilaporkan merosot sebesar 1,61 persen. Seturut dengan data dari London Metal Exchange, saat ini posisi harga timah berada pada level USD 54.812 per ton.

Ibtihal

Ibtihal

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga BBM Mei 2026: Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Naik

Update Harga BBM Mei 2026: Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Naik

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok Akibat Tekanan Stok dan Pasar China

Harga CPO Bursa Malaysia Anjlok Akibat Tekanan Stok dan Pasar China

Harga BBM Pertamina 13 Mei 2026: Pertamax Turbo & Dex Naik Signifikan

Harga BBM Pertamina 13 Mei 2026: Pertamax Turbo & Dex Naik Signifikan

Industri Otomotif Global Pulih Harga Karet Sumsel Tembus Rp 38 Ribu

Industri Otomotif Global Pulih Harga Karet Sumsel Tembus Rp 38 Ribu

Produksi Gandum dan Jagung Global 2026 Ditaksir Merosot Tajam

Produksi Gandum dan Jagung Global 2026 Ditaksir Merosot Tajam