BTN Gandeng Unpad Dorong Literasi Keuangan dan Program Magang

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 12 Juni 2026
BTN Gandeng Unpad Dorong Literasi Keuangan dan Program Magang
Ilustrasi gedung BTN (Foto: Dok Bank Tabungan Negara.)

JAKARTA – Di tengah laju perkembangan ekonomi digital serta semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan finansial, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendorong penguatan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia. 

Aksi nyata ini menjadi bagian penting dari kontribusi BTN sebagai bank BUMN yang tidak hanya menyediakan solusi perbankan, tetapi juga turut serta meningkatkan kesejahteraan publik melalui edukasi finansial.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan kelompok perempuan bertengger di angka 66,75 persen. Sementara itu, tingkat inklusi keuangan perempuan telah mencapai 76,08 persen.

Adanya selisih antara literasi dan inklusi keuangan ini menunjukkan bahwa perluasan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan berkembang lebih cepat dibandingkan dengan tingkat pemahaman masyarakat dalam mengelolanya.

Salah satu metode BTN untuk memaksimalkan inklusi dan literasi keuangan ini adalah dengan menggandeng dunia pendidikan tinggi.

Lewat kesepakatan terbaru, BTN meresmikan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada 10 Juni 2026 demi mematangkan wawasan finansial di kalangan generasi muda akademis.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa generasi muda saat ini sebenarnya sudah semakin paham mengenai hal finansial, namun masih banyak yang menghadapi kendala saat menyusun perencanaan tata kelola keuangan jangka panjang.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Banyak Gen Z yang sudah sadar finansial, tetapi tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi dan mengambil keputusan finansial yang tepat,” ujar Nixon dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).

Nixon juga menyarankan agar para pemuda menghindari gaya hidup yang konsumtif serta menjauhkan diri dari segala jenis kegiatan destruktif seperti judi daring.

Menurut penjelasannya, sangat penting untuk memahami perbedaan antara utang produktif dan utang konsumtif.

Jenis pinjaman yang bersifat positif adalah pinjaman yang dimanfaatkan untuk kepemilikan sesuatu yang bernilai dalam jangka panjang, seperti aset, bukan untuk membiayai keperluan sesaat yang justru meninggalkan beban angsuran untuk waktu yang lama.

Nixon memberikan contoh, aktivitas berutang untuk keperluan konsumtif seperti berwisata sebaiknya dihindari jika masa pelunasan cicilannya terlalu membebani.

Nixon turut memotivasi generasi muda untuk memulai perencanaan kepemilikan hunian sedini mungkin mengingat tren harga properti yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Lewat program kolaborasi ini, BTN juga membuka kesempatan luas bagi para mahasiswa Unpad untuk mengikuti program pemagangan sekaligus meraih peluang membangun karier di dalam ekosistem BTN.

Di saat yang sama, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengungkapkan bahwa kemitraan dengan BTN ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat hubungan sekaligus menghubungkan dunia kampus dengan dunia kerja profesional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kerja sama ini untuk mendukung apa yang bisa kami sumbangkan bagi dunia praktis. Bersama BTN, kolaborasi dilakukan mulai dari dukungan fasilitas, magang, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.” pungkasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua