Update Harga TBS Sawit Sumbar Juni 2026 Turun Jadi Rp 3.684 per Kg
PADANG – Para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat tampaknya harus gigit jari pekan ini. Hal ini setelah tim penetapan harga setempat resmi mengumumkan penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS).
Memasuki periode kedua di bulan Juni, tepatnya untuk rentang waktu tanggal 8 hingga 14 Juni 2026, nilai jual TBS sawit Sumbar, khususnya untuk kelompok umur tanaman produktif 10 sampai 20 tahun, mengalami penyusutan yang cukup signifikan sebesar Rp 170,53 per kilogram, sehingga posisinya kini bertengger di angka Rp 3.684,78 per kilogram.
Keputusan yang digodok oleh Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat ini tentu menjadi sentimen negatif bagi pergerakan ekonomi sektor swadaya regional.
Koreksi harga beli di tingkat petani ini tidak terlepas dari dinamika pasar komoditas turunan kelapa sawit yang disepakati dalam rapat koordinasi tersebut.
Saat ini, harga Minyak Sawit Mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di wilayah Sumatera Barat ditetapkan sebesar Rp 14.357,99 per kilogram.
Di sisi lain, harga inti sawit atau kernel dipatok pada angka Rp 13.696,00 per kilogram, ditemani oleh komoditas cangkang yang dihargai Rp 17,25 per kilogram.
Seluruh formulasi penghitungan angka-angka strategis kelapa sawit di tingkat daerah ini mengacu pada besaran Indeks K yang berada di persentase 92,60 persen.
Adapun rincian harga untuk kategori usia tanam lainnya sebagai berikut: Tanaman kelapa sawit muda berumur 3 tahun dipatok di harga Rp 2.884,34 per kilogram, disusul tanaman berumur 4 tahun senilai Rp 3.050,49 per kilogram, dan usia 5 tahun seharga Rp 3.232,97 per kilogram.
Sementara itu, untuk pohon sawit berumur 6 tahun dihargai Rp 3.338,23 per kilogram, umur 7 tahun Rp 3.470,90 per kilogram, umur 8 tahun Rp 3.600,57 per kilogram, serta untuk tanaman yang menginjak usia 9 tahun dihargai Rp 3.673,55 per kilogram.
Beralih ke kelompok tanaman tua, tren penurunan ini juga mengoreksi pendapatan dari pohon kelapa sawit yang sudah berumur di atas dua dekade.
Tercatat, untuk tanaman berumur 21 tahun nilai jualnya dipatok Rp 3.539,49 per kilogram, lalu umur 22 tahun berada di kisaran Rp 3.533,92 per kilogram, dan umur 23 tahun dihargai Rp 3.480,86 per kilogram.
Penurunan berlanjut untuk tanaman berusia 24 tahun yang dihargai Rp 3.319,52 per kilogram, hingga batas usia tanam 25 tahun yang ditutup pada nominal Rp 3.284,09 per kilogram.