Harga BBM Juni 2026: Pertamax Naik Tajam, Pertalite Tetap

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 17 Juni 2026
Harga BBM Juni 2026: Pertamax Naik Tajam, Pertalite Tetap
Kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU Pertamina. (Foto: MI)

JAKARTA  – Tarif bahan bakar minyak (BBM) Pertamina per Juni 2026 mulai resmi diimplementasikan dengan pergeseran yang cukup signifikan pada kategori non-subsidi: Pertamax RON 92 melonjak ke angka Rp16.250 per liter dari yang sebelumnya berada di posisi Rp12.300, sedangkan Pertalite serta Solar subsidi bertahan tanpa mengalami perubahan. 

Modifikasi tarif ini mulai diberlakukan semenjak 10 Juni 2026 dengan bersandar pada dinamika harga minyak internasional sekaligus pergerakan nilai tukar rupiah.

Kenaikan tarif Pertamax dan sejenisnya memicu dampak secara langsung bagi para pemilik kendaraan segmen menengah yang selama ini mengandalkan ketersediaan BBM non-subsidi. 

Pemerintah lewat Kementerian ESDM menegaskan tarif BBM bersubsidi tetap dipertahankan demi memproteksi daya beli masyarakat lapisan menengah ke bawah. 

PT Pertamina Patra Niaga selaku lembaga distributor resmi menjabarkan bahwa langkah penyesuaian ini mengikuti regulasi formula harga keekonomian yang berlaku.

Daftar Harga Resmi Pertamina (DKI Jakarta, Jawa, dan Sekitarnya)

Nominal di bawah ini diimplementasikan untuk area DKI Jakarta dan Jawa. Wilayah lainnya berpeluang memiliki selisih sekitar Rp300 sampai Rp750 per liter, bergantung pada beban ongkos distribusi serta kebijakan pajak daerah setempat.

BBM Bersubsidi (ditetapkan pemerintah):

  • Pertalite RON 90: Rp10.000 per liter (Status: Tetap)
  • Biosolar / Solar Subsidi: Rp6.800 per liter (Status: Tetap)

BBM Non-Subsidi:

  • Pertamax RON 92: Rp16.250 per liter (Perubahan: Naik dari Rp12.300)
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (Perubahan: Naik dari Rp12.900)
  • Pertamax Turbo RON 98: Rp20.750 per liter (Perubahan: Stabil)
  • Dexlite: Rp23.000 per liter (Perubahan: Stabil)
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter (Perubahan: Stabil)

Harga Berbeda di Luar Jawa

Kawasan Sumatera Selatan beserta Bangka Belitung membukukan nilai Pertamax di posisi Rp16.650 dan Pertamax Turbo menyentuh Rp21.200 per liter. 

Untuk area Kalimantan dan Sulawesi tercatat lebih tinggi lagi, di mana Pertamax bertengger di rentang Rp16.900 hingga Rp17.100. Sementara wilayah Maluku dan Papua berada pada kisaran Rp17.400–Rp17.800.

Kondisi pengecualian berlaku bagi wilayah zona bebas contohnya Batam dan Sabang. Tarif di area-area tersebut terpantau mampu lebih ekonomis Rp1.000–Rp1.500 per liter lantaran adanya kebijakan pembebasan pajak daerah.

Harga SPBU Swasta Ikut Menyesuaikan

Jaringan SPBU swasta pun turut merombak tarif mereka selaras dengan pergerakan tren pasar. Shell mematok produk Shell Super 92 di angka Rp16.250 dan V-Power 95 di posisi Rp17.000. 

Sementara BP melepas BP 92 dengan harga Rp16.400 dan BP Ultimate senilai Rp17.150. Di sisi lain, Vivo memasang tarif Revvo 92 di angka Rp16.350 dan Revvo 95 sebesar Rp17.100 per liter.

Adanya margin tipis antara SPBU milik Pertamina dengan pihak swasta kini terlihat hampir berimbang untuk varian RON 92 serta 95, sehingga memicu persaingan ketat pada aspek fasilitas layanan dibanding dari sisi harga.

Faktor di Balik Perubahan Harga

Dua aspek fundamental yang mendorong jalannya penyesuaian ini yaitu nilai minyak mentah dunia yang sekarang bertengger di kisaran US$83–85 per barel, serta posisi nilai tukar rupiah yang melemah pada rentang Rp16.220–Rp16.280 per dolar AS. 

Kedua unsur tersebut masuk ke dalam formula perhitungan harga keekonomian BBM non-subsidi yang ditinjau secara berkala oleh Kementerian ESDM bersama Pertamina Patra Niaga.

Ongkos distribusi beserta instrumen pajak daerah ikut memengaruhi perbedaan nominal harga antarpulau, terkhusus bagi kawasan Indonesia bagian timur yang sarana logistiknya masih relatif terbatas.

Cara Cek Harga BBM Terbaru

Publik dapat melakukan validasi harga paling mutakhir melalui platform aplikasi MyPertamina, laman resmi milik Pertamina Patra Niaga di pertaminapatraniaga.com/harga-bbm, atau dengan menghubungi layanan hotline 135. 

Tiap-tiap SPBU resmi pun diwajibkan memperlihatkan papan informasi harga yang disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Bagi para konsumen yang rutin menggunakan Pertamax untuk kebutuhan harian, lonjakan berkisar Rp3.950 per liter dari nominal sebelumnya ini perlu dikalkulasikan kembali ke dalam pos anggaran transportasi bulanan, terkhusus bagi para pemilik kendaraan dengan volume tangki berkisar 40–60 liter.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua