IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Pekan Ini

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham Pekan Ini
Siswa di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: Bloomberg Technoz)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tipis sebesar 4,7 poin atau tumbuh sekitar 0,08 persen ke posisi 6.177 pada hari Jumat (19/6) yang lalu. 

Para investor membukukan total transaksi mencapai Rp26,51 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan menyentuh 32,44 miliaran lembar.

Sepanjang pekan kemarin, performa indeks saham terlihat menguat selama dua hari kerja, sementara dua hari lainnya tertekan di zona merah. 

Meski begitu, akumulasi kinerja indeks berhasil menanjak naik hingga 4,95 persen sepanjang minggu lalu.

Kautsar Primadi Nurahmad selaku Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) memaparkan bahwa aktivitas perdagangan saham sepanjang periode 15 hingga 19 Juni 2026 berakhir secara bervariasi.

Berdasarkan data yang ada, nilai kapitalisasi pasar di bursa saham domestik mengalami kenaikan sebesar 2,51 persen, dari yang sebelumnya Rp10.524 triliun bergerak naik ke angka Rp10.788 triliun pada pekan lalu. 

Sebaliknya, volume transaksi harian rata-rata justru menyusut 5,83 persen dari semula 36,14 miliar lembar menjadi 34,03 miliar lembar saham.

Di samping itu, rata-rata nilai transaksi harian turut mencatatkan penurunan tipis sebesar 1,02 persen, dari Rp25,06 triliun merosot ke level Rp24,81 triliun.

Penurunan juga melanda rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 10,33 persen, di mana semula mencatat 2,51 juta kali transaksi menjadi tinggal 2,25 juta kali transaksi pada akhir perdagangan pekan kemarin.

"Investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6).

Melihat situasi tersebut, bagaimana estimasi laju pergerakan IHSG untuk periode satu minggu ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan bahwa laju indeks saham pada awal pekan, tepatnya Senin (22/6), bakal bergerak variatif dengan kecenderungan menguat secara terbatas dalam kisaran support 6.000 serta resistance 6.260.

"Pasar masih mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran serta potensi dampaknya terhadap jalur distribusi energi global. Selain itu, penguatan dolar AS dan agenda ex-date sejumlah emiten dengan yield dividen menarik juga berpotensi memengaruhi pergerakan investor pada awal pekan," ujar Oktavianus, Minggu (21/6).

Oktavianus menjabarkan bahwa pergerakan pasar ke depan akan dipengaruhi oleh sederet sentimen. 

Faktor pertama ialah penundaan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang semula dijadwalkan bakal diteken pada Jumat lalu di Swiss.

Agenda penandatanganan tersebut dijadwalkan ulang di tengah peluang perpanjangan nota kesepahaman (MoU) damai dalam jangka waktu 60 hari mendatang. 

Menurut penilaiannya, pelaku pasar berisiko merespons secara negatif apabila proses penandatanganan ini berujung pada kegagalan dan berakibat ditutupnya kembali jalur Selat Hormuz.

Faktor kedua datang dari laju indeks dolar AS yang berhasil menyentuh posisi tertingginya dalam kurun waktu satu tahun ke belakang. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu aksi investasi oleh pemodal asing di pasar keuangan dalam negeri.

Faktor ketiga berkaitan dengan sentimen pembagian keuntungan emiten dengan imbal hasil (yield) besar yang memasuki masa tenggat hak dividen habis (ex-date) di awal pekan ini. 

Beberapa di antaranya meliputi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan raihan yield 4,5 persen, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) di level 5,1 persen, serta PT Midi Utama Indonesia Tbk (MDIY) sebesar 2,1 persen, mengacu pada posisi harga penutupan hari Jumat (19/6).

Melalui pendekatan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan sejumlah saham yang prospektif untuk dikoleksi. 

Saham pertama adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk atau WIFI yang pada pekan lalu ditutup naik 2,40 persen menuju posisi 1.750. 

Oktavianus memproyeksikan target harga WIFI mampu menyentuh level 1.950 pada pekan ini.

Pilihan kedua jatuh pada saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk atau HMSP yang mengakhiri pekan kemarin dengan penguatan sebesar 8,40 persen ke level 645. 

Saham HMSP ini diproyeksikan mampu melaju hingga ke posisi 715 pada minggu ini.

Rekomendasi ketiga adalah PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk atau LSIP yang ditutup tumbuh 1,16 persen ke posisi harga 1.310 pada pekan lalu. Laju saham LSIP diperkirakan berpeluang menembus level 1.400 pekan ini.

Di pihak lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memberikan proyeksi bahwa indeks saham masih menyimpan peluang untuk melanjutkan tren penguatannya di sepanjang pekan ini, walaupun dengan rentang kenaikan yang cenderung terbatas. 

Dirinya menakar level support IHSG akan berada di posisi 5.839 dengan area resistance di angka 6.459.

"Investor masih akan mencermati perkembangan terkait MSCI terhadap Indonesia serta dinamika inflow dan outflow dana asing dalam sepekan ini," ujar Herditya.

Di luar faktor pergerakan dana tersebut, jalannya pasar diproyeksikan bakal memerhatikan dinamika piagam perdamaian di kawasan Timur Tengah yang memegang pengaruh besar terhadap sentimen global.

Fluktuasi harga minyak mentah dunia ikut menjadi fokus perhatian para pelaku pasar, mengingat isu geopolitik di wilayah tersebut masih menjadi salah satu variabel penentu yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Di samping itu, para investor juga tengah menantikan rilis rangkaian data indikator ekonomi makro asal AS yang dapat memberikan indikasi perihal arah kebijakan ekonomi serta pergerakan bursa global ke depan.

Dirinya pun menyarankan para pemodal untuk memantau pergerakan dari saham-saham emiten yang ia jagokan. 

Saham pertama yang disodorkan Herditya adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk atau EMAS yang pekan lalu ditutup melesat 3,17 persen menuju harga 7.325. 

Herditya memproyeksikan pergerakan EMAS berpotensi mengejar target 8.475 pada pekan ini.

Selanjutnya, Herditya menjagokan saham PT Gudang Garam Tbk atau GGRM yang menutup pekan kemarin dengan penguatan sebesar 5,89 persen ke level 16.625.

 Dirinya menakar saham GGRM dapat bergerak naik menuju area 17.300 di pekan ini.

Pilihan terakhir jatuh pada saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk atau ESSA yang pada akhir pekan lalu bertengger di posisi 640. 

Saham ESSA ini diproyeksikan berpeluang mendaki hingga menyentuh target level 765 di minggu ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua