IHSG Awal Pekan Diprediksi Bullish, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
IHSG Awal Pekan Diprediksi Bullish, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Ilustrasi papan pantau di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: dok KabarBursa.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal melaju di zona hijau (bullish) pada sesi perdagangan perdagangan Senin (22/6/2026), meneruskan tren penguatan pada perdagangan Jumat akhir pekan lalu yang terdongkrak sebesar 0,08 persen. 

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, berpandangan bahwa pergerakan IHSG masih memperlihatkan sinyal positif. 

Posisi indeks terpantau bertahan di atas rata-rata harga penutupan selama 20 hari ke belakang atau moving average 20 (MA20). 

Di sisi lain, indikator moving average convergence divergence (MACD) pun memperlihatkan kecenderungan untuk terus menguat. 

Situasi ini membuka peluang bagi IHSG guna melanjutkan reli kenaikan dalam jangka pendek. Laju indeks diperkirakan bakal menguji rentang 6.476-6.577 yang menjadi area resistance terdekatnya. 

“Mencermati kondisi IHSG dari sisi teknikal, saat ini masih mampu berada di atas MA20-nya dengan MACD yang masih cenderung menguat. Kami memperkirakan, masih terdapat peluang IHSG menguat paling tidak untuk menguji rentang area 6476-6577 dahulu,” ujar Herditya, Minggu (21/6/2026) malam.

Apabila ditinjau dari sisi sentimen, bursa saham dalam negeri terpantau masih mengantongi sejumlah faktor pendukung. 

Beberapa faktor tersebut meliputi rilis evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memutuskan untuk mempertahankan status Indonesia dalam kelompok Emerging Market serta tidak menurunkannya menjadi Frontier Market

Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah yang terpantau kian stabil, serta meredanya gejolak geopolitik seiring dengan perkembangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut memberi dorongan. 

Kendati begitu, pergerakan IHSG tetap dibayangi oleh aksi jual investor asing (foreign outflow) yang secara akumulatif sejak awal tahun atau year to date (YTD) masih melanda pasar saham dalam negeri. 

“Kami memperkirakan, sentimen dari MSCI, nilai tukar Rupiah dan perdamaian AS-Iran masih menjadi kabar baik meskipun outflow secara YTD masih membayangi IHSG,” paparnya.

Herditya menyodorkan beberapa saham pilihan yang menarik untuk dipantau oleh para pemodal ritel sepanjang perdagangan awal pekan ini, antara lain; PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan target harga di level Rp 7.975-Rp 8.475, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) pada rentang harga Rp 710-Rp 765, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dengan sasaran harga di kisaran Rp 17.125-Rp 17.300.

Di sudut pandang lain, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, memberikan penilaian bahwa pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh dinamika sentimen global. 

Menurut estimasinya, para pelaku pasar saat ini tengah menanti kepastian dari hasil evaluasi periodik MSCI serta FTSE Russell yang dijadwalkan berlangsung sampai dengan 24 Juni 2026. 

“Pasar menanti kepastian sentimen MSCI dan FTSE hingga 24 Juni 2026,” ucap William.

Jika dilihat dari pendekatan teknikal, dirinya mencermati bahwa pergerakan grafik IHSG sedang membentuk pola inverted head and shoulders dengan batas garis neckline berada di rentang area 6.400. 

Formasi teknikal tersebut umumnya diinterpretasikan sebagai indikator awal terjadinya pembalikan arah (reversal) menuju fase penguatan apabila pergerakannya berhasil terkonfirmasi. 

Berlandaskan indikasi tersebut, William memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin ini bakal bergerak variatif cenderung bercampur (mixed) dalam batasan level 6.070-6.300. 

Ia mengimbuhkan, jika formasi inverted head and shoulders tersebut sukses terkonfirmasi, maka IHSG berpeluang memperpanjang relinya menuju level 6.700 pada periode Juli 2026. 

Beberapa saham pilihan yang direkomendasikan bagi investor ritel meliputi; PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) serta PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (BMSS). 

Dirinya menyarankan aksi beli untuk saham BSSR dengan target harga Rp 4.600-Rp 5.000, serta saham BMSS pada kisaran level Rp 2.700-Rp 2.900.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua