Sambut Stock Split, RAJA Patok Harga Saham Baru Rp660 per Lembar
JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) bersiap menetapkan nilai teoritis sahamnya setelah langkah stock split menjadi sebesar Rp660 per saham atau setara dengan Rp66.000 untuk setiap lotnya.
Agenda aksi korporasi tersebut bakal dibahas serta disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan publikasi keterbukaan informasi pada Selasa (23/6/2026), patokan harga tersebut ditentukan dengan memperhatikan total saham RAJA yang telah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni sebanyak 4.227.082.500 lembar dengan nilai nominal Rp25 per saham, serta mengacu pada harga penutupan per 18 Juni 2026 yang berada di level Rp3.870 per saham.
Pihak manajemen turut menimbang partisipasi dari pemegang saham publik dengan modal terbatas agar dapat memicu pertumbuhan investor domestik di Bursa Efek Indonesia.
Sepanjang tahun 2026 ini, pergerakan saham RAJA berada di koridor harga Rp2.800 hingga Rp8.500 per saham, yang berarti pembelian 1 lot saham RAJA membutuhkan dana berkisar Rp280.000 sampai Rp850.000.
Kondisi tersebut dinilai manajemen dapat memicu keterbatasan bagi investor ritel dengan modal yang tidak terlalu besar untuk mengoleksi saham RAJA.
"Bilamana stock split dapat menjadi efektif, secara teoritis saham perseroan akan diperdagangkan di harga Rp660 per saham menggunakan harga penutupan saham perseroan pada tanggal 3 Juni 2026, sehingga 1 lot saham perseroan akan dapat dibeli dengan harga Rp66.000," tulis manajemen, sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (23/6/2026).
Melalui kebijakan korporasi ini, pihak manajemen berharap total lembar saham RAJA dapat bertambah, sehingga tingkat likuiditas transaksi sahamnya mampu merosot naik dan menjadi lebih aktif.
Pemecahan nilai nominal yang dipersiapkan ini pun ditujukan agar harga saham menjadi lebih bersahabat bagi investor ritel, sehingga volume pemodal yang bertransaksi menggunakan saham RAJA diharapkan kian bertambah.
RAJA mengeksekusi pemecahan saham ini dengan rasio sebesar 1:5, yang mana nilai nominal per sahamnya bakal disesuaikan dari semula Rp25 menjadi Rp5 per saham.
Di sisi lain, total saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan mengalami peningkatan dari yang tadinya 4,22 miIiar lembar saham menjadi sebanyak 21,13 miIiar lembar saham.
Adapun langkah pemecahan nilai saham RAJA ini sebelumnya telah mengantongi persetujuan prinsip dari BEI per tanggal 5 Mei 2026.
Pihak manajemen juga telah mempublikasikan pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta keterbukaan informasi yang berkaitan dengan rencana stock split ini pada 13 Mei 2026.
RUPS perusahaan dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 23 Juni 2026.
Sesuai rencana, lini masa pendistribusian saham dengan nilai nominal yang baru bakal dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026.
Selanjutnya, periode awal perdagangan saham dengan nilai nominal anyar di pasar reguler, negosiasi, maupun tunai mulai dieksekusi pada Senin, 20 Juli 2026.
Melalui publikasi keterbukaan informasi yang diterbitkan secara terpisah, manajemen telah melayangkan pemanggilan RUPST dan RUPSLB untuk hari Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Hotel Mulia Jakarta mulai pukul 10.30 WIB.
Salah satu poin utama dalam agenda RUPSLB tersebut adalah meminta persetujuan dari para pemegang saham terkait rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split).
Sementara itu, pada sesi perdagangan hari Senin (22/6/2026), pergerakan saham RAJA ditutup berbalik melemah 2,35% menuju level Rp3.740.
Posisi harga tersebut memperlihatkan adanya koreksi sebesar 38,69% jika dihitung secara year to date (YtD).