Pasar Emas Global Antisipasi Lesunya Permintaan India dan China

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 04 Juli 2026
Pasar Emas Global Antisipasi Lesunya Permintaan India dan China
Ilustrasi Emas. (Foto: Getty Images/urzine)

JAKARTA - Tingkat penyerapan emas dari negara konsumen logam mulia paling dominan di dunia, yaitu India mulai menunjukkan pergerakan stabil usai mendapati lonjakan minor pada permulaan pekan, di sisi lain gairah belanja di China terpantau berangsur membaik. 

Kendati begitu, jajaran pelaku usaha mengantisipasi adanya potensi penurunan volume permintaan untuk beberapa periode ke depan.

Melansir laporan dari Yahoo! Finance, Sabtu (4/7/2026) nilai jual emas di India terpantau merangkak naik menuju angka 148.046 rupee per 10 gram (US$ 1.553) sehabis sempat terperosok ke level 140.450 rupee, yang menjadi posisi paling rendah sejak tanggal 27 Maret 2026.

Nilai komoditas emas di India sendiri tercatat merosot kisaran 8,4% sepanjang bulan Juni 2026, yang menandai fase penurunan bulanan perdana sejak periode Maret, mengekor tren volatilitas yang melanda harga emas di kancah internasional.

"Banyak pembeli emas menunggu koreksi harga. Setelah harga terkoreksi, mereka mulai melakukan pembelian kecil di awal pekan," kata seorang pedagang emas perhiasan yang berbasis di Kolkata.

Akan tetapi, kalangan pelaku niaga juga memproyeksikan adanya pemerosotan pada gairah belanja emas perhiasan dalam kurun waktu beberapa hari ke depan.

"Musim permintaan yang rendah kini telah dimulai, karena tidak ada festival besar dalam waktu dekat," kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta.

Sementara itu, di negara dengan kapasitas serapan emas terbesar di dunia, yaitu China, produk emas batangan ditransaksikan dengan potongan harga (diskon) sebesar US$ 2 per ons terhadap nilai acuan spot global, bila disandingkan dengan besaran diskon pekan lalu yang menyentuh angka US$ 3 hingga US$ 7.

"Harga di level US$ 4.000 terlihat seperti level support yang sangat bagus saat ini, dan saya pikir pasar akan tetap di titik tersebut untuk beberapa waktu. Namun, masih ada banyak ketidakpastian, itulah sebabnya masyarakat ragu untuk membeli terlalu banyak saat ini," kata Peter Fung, kepala divisi perdagangan di Wing Fung Precious Metals.

"Jika harga emas turun kembali di bawah US$ 4.000 per troy once, kami mungkin akan melihat minat beli emas berlanjut saat harga turun," bebernya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua