Selasa, 31 Maret 2026

Penurunan Utang Luar Negeri Indonesia pada Oktober 2024 Menunjukkan Pengelolaan yang Berkelanjutan

Penurunan Utang Luar Negeri Indonesia pada Oktober 2024 Menunjukkan Pengelolaan yang Berkelanjutan
Bank Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2024 sebesar USD 423,4 miliar, turun dibandingkan September 2024 yang mencapai USD 428,5 miliar. Penurunan ini menunjukkan pengelolaan utang yang pruden dan berkelanjutan, baik untuk sektor publik maupun swasta.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa secara tahunan ULN Indonesia mencatatkan pertumbuhan 7,7% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 8,5% pada bulan sebelumnya. “Penurunan ini berasal dari berkurangnya utang sektor pemerintah dan swasta,” jelasnya dalam rilis resmi, Senin (16/12/2024).

Pengelolaan ULN Pemerintah Tetap Terjaga

Baca Juga

Panduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap

ULN pemerintah turun menjadi USD 201,1 miliar pada Oktober 2024 dari USD 204,1 miliar pada September 2024. Secara tahunan, ULN pemerintah tumbuh sebesar 8,6% (yoy). Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya posisi pinjaman dan surat utang, dengan pemerintah tetap berkomitmen memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga tepat waktu.

“Pemerintah memastikan pengelolaan ULN dilakukan secara akuntabel dan efisien, mendukung sektor-sektor prioritas, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” ujar Ramdan.

Berdasarkan sektor ekonomi, alokasi ULN pemerintah mencakup:

  • Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (21% dari total ULN pemerintah).
  • Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19,1%).
  • Pendidikan (16,8%).
  • Konstruksi (13,5%).
  • Jasa Keuangan dan Asuransi (9,1%).

Sebanyak 99,9% dari ULN pemerintah memiliki tenor jangka panjang, mencerminkan struktur utang yang terkendali.

ULN Swasta Menurun di Tengah Kontraksi Sektor Finansial

Pada sektor swasta, ULN tercatat turun menjadi USD 195,1 miliar pada Oktober 2024 dari USD 196,7 miliar pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi 1,4% (yoy), terutama akibat penurunan utang pada lembaga keuangan (-3,1% yoy) dan non-lembaga keuangan (-0,9% yoy).

Mayoritas ULN swasta berasal dari sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, yang berkontribusi 79,3% terhadap total ULN swasta. ULN sektor swasta juga didominasi tenor jangka panjang sebesar 76%.

Struktur ULN Indonesia Tetap Sehat

Struktur ULN Indonesia menunjukkan kondisi yang sehat dengan rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 30,4% pada Oktober 2024, dibandingkan 31,1% pada September 2024. Sebagian besar ULN didominasi tenor jangka panjang, mencapai 84,5% dari total ULN.

“Bank Indonesia bersama Pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan ULN agar tetap sehat dan berdaya guna dalam mendukung pembangunan nasional. Pemanfaatan ULN akan dioptimalkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Ramdan.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Laba Bank Muamalat Meningkat Positif Berkat Konsolidasi Bisnis Selama 2025

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026

Prospek Jangka Panjang Rupiah Masih Optimis dan Stabil 31 Maret 2026