Sumsel Maksimalkan Produksi Batu Bara dengan Ratusan IUP Baru

Sumsel Maksimalkan Produksi Batu Bara dengan Ratusan IUP Baru
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:01:19 WIB

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan produksi batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan memberikan ratusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan batu bara yang masih melimpah di provinsi tersebut.

“Saat ini terdapat sekitar 122 IUP tambang batu bara yang aktif di Sumsel,” ujar Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas ESDM. Peningkatan jumlah IUP ini diharapkan mampu mendongkrak produksi batu bara dan sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian daerah.

Realisasi Produksi 2025 Masih Belum Capai Target

Armaya menjelaskan, IUP batu bara di Sumsel tersebar di berbagai daerah penghasil utama, seperti Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, serta Ogan Komering Ulu. Selain itu, wilayah Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara, dan Banyuasin juga berperan sebagai penunjang produksi.

Meski begitu, produksi batu bara pada 2025 belum memenuhi target yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton. Realisasi produksi hanya mencapai 120,74 juta ton, atau selisih 43,53 juta ton dari target. Kendati demikian, capaian ini tetap lebih tinggi dibandingkan 2024, yang hanya mencatatkan produksi 113,29 juta ton.

“Sejak 2023, produksi batu bara di Sumsel telah menyentuh angka 100 juta ton,” tambah Armaya. Hal ini menunjukkan adanya tren peningkatan produksi meski target nasional belum sepenuhnya tercapai.

Target Produksi 2026 Ditetapkan Mencapai 156 Juta Ton

Menghadapi tahun produksi 2026, Dinas ESDM Sumsel masih menunggu penetapan target final yang akan dirumuskan oleh Kementerian ESDM dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Target awal yang diperkirakan untuk tahun ini mencapai 156,01 juta ton.

“Untuk tahun ini target rencana produksi 2026 sebesar 156,01 juta ton,” jelas Armaya. Penetapan target ini diharapkan dapat memberikan arahan yang jelas bagi para pemegang IUP untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga kestabilan pasokan batu bara bagi kebutuhan nasional.

Cadangan Batu Bara Sumsel Mampu Bertahan Hingga 100 Tahun

Sumsel dikenal memiliki cadangan batu bara yang melimpah, diperkirakan cukup untuk mendukung produksi hingga 100 tahun ke depan. Armaya berharap, kekayaan alam ini dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun mendatang.

“Selain kontribusi terhadap energi nasional, sektor pertambangan batu bara juga masih menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang penting. Dana Bagi Hasil (DBH) dari tambang batu bara hingga kini masih menjadi andalan penerimaan bagi Sumsel maupun kabupaten/kota penghasil,” ungkap Armaya. Dengan kata lain, batu bara bukan hanya komoditas energi, tetapi juga pilar penting bagi pembangunan daerah.

Optimisme dan Tantangan di Sektor Batu Bara Sumsel

Meskipun cadangan melimpah, pengelolaan tambang batu bara di Sumsel menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah pengawasan terhadap tambang ilegal yang masih marak di beberapa wilayah, seperti Muara Enim. Pemerintah dan aparat terkait terus berupaya menertibkan praktik ilegal ini agar tidak mengganggu produksi resmi dan pendapatan daerah.

Langkah pemberian IUP baru kepada BUMN dan swasta juga diharapkan mampu mendorong investasi serta penerapan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, Sumsel berpotensi menjadi salah satu penghasil batu bara terbesar dan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjaga stabilitas energi nasional.

Sumsel di Jalur Peningkatan Produksi Batu Bara

Dengan 122 IUP yang aktif, target produksi 156 juta ton pada 2026, dan cadangan yang cukup hingga 100 tahun, Sumsel menunjukkan optimisme tinggi dalam sektor pertambangan batu bara. Sektor ini tetap menjadi tulang punggung bagi energi nasional sekaligus sumber penerimaan daerah yang signifikan.

Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memaksimalkan potensi alam secara berkelanjutan, meningkatkan produksi, serta memastikan kontribusi batu bara terhadap pembangunan nasional tetap optimal.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah