BBRI Jadi Pilihan Saham Murah Dengan Prospek Menarik di 2026
JAKARTA - Dengan kondisi pasar saham yang terus berfluktuasi, beberapa saham big cap menjadi pilihan menarik bagi para investor. Salah satunya adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang saat ini harganya terbilang murah meskipun memiliki prospek yang menjanjikan. Hal ini menjadi sorotan seiring dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat pengaruh sentimen MSCI pada Rabu, 28 Januari 2026.
Saham BBRI: Terjangkau Tapi Tetap Menjanjikan
Meskipun harga saham BBRI tergolong murah, perusahaan ini memiliki performa yang sangat baik dalam hal Return on Equity (ROE). Berdasarkan data yang diperoleh dari Stockbit Sekuritas, rasio Price to Earnings (PE) untuk saham BBRI saat ini berada pada angka 9,7 kali (trailing twelve months atau TTM).
Angka ini menunjukkan bahwa saham BBRI masih berada di zona yang wajar untuk dibeli, terutama bagi investor yang mencari peluang di saham dengan valuasi terjangkau namun memiliki kinerja keuangan solid.
Saham Big Cap Dengan Harga Terjangkau
Penurunan IHSG yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir membuka peluang bagi investor untuk membeli saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang memiliki harga rendah. Menurut data yang tersedia hingga saat ini, ada sekitar delapan saham big cap yang kini dihargai murah dengan ROE yang cukup bagus. Selain BBRI, terdapat juga saham-saham lainnya yang menarik perhatian.
Daftar Saham Big Cap yang Sedang Murah
Berikut adalah daftar 8 saham berkapitalisasi pasar besar yang saat ini dihargai terjangkau, lengkap dengan rasio PE mereka:
- Adaro Andalan Indonesia (AADI): PE 5 kali.
- United Tractors (UNTR): PE 5,8 kali.
- Astra International (ASII): PE 7,5 kali.
- Indofood Sukses Makmur (INDF): PE 7,5 kali.
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO): PE 7,8 kali.
- Bank Negara Indonesia (BBNI): PE 8 kali.
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI): PE 9,7 kali.
- Perusahaan Gas Negara (PGAS): PE 9,9 kali.
Peluang Pemulihan Laba BBRI
Oso Sekuritas, dalam laporan Equity Market Outlook 2026, juga memandang saham BBRI sebagai salah satu saham pilihan untuk tahun ini. Menurut analisis mereka, prospek laba BBRI dalam jangka menengah menunjukkan pemulihan, yang didorong oleh kualitas aset yang semakin membaik. Sebelumnya, laba BBRI tertekan oleh peningkatan provisi dan margin bunga bersih yang lebih ketat.
Namun, dengan langkah-langkah pemulihan yang dilakukan, BBRI diperkirakan akan mengalami pertumbuhan laba yang signifikan dalam waktu dekat. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan kualitas portofolio pinjaman yang dimiliki oleh bank negara tersebut.
Rekomendasi Untuk Investor: Beli atau Tunggu?
Sejalan dengan prospek pemulihan yang ada, Oso Sekuritas memberikan rekomendasi untuk membeli saham BBRI dengan target harga dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 4.230. Ini berarti ada potensi kenaikan harga saham BBRI yang cukup menarik bagi investor yang ingin masuk pada harga yang lebih rendah.
Dengan rasio PE yang terbilang rendah dibandingkan dengan beberapa saham big cap lainnya, BBRI menunjukkan peluang investasi yang menarik, terutama jika Anda memperhitungkan kualitas aset yang semakin baik dan prospek laba yang menguat.
Kesimpulan: Saham BBRI Sebagai Peluang Investasi 2026
Secara keseluruhan, meskipun kondisi pasar saham saat ini cukup volatil, saham BBRI tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari saham dengan valuasi terjangkau namun memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan. Dengan prospek pemulihan laba yang semakin jelas dan rekomendasi buy dari beberapa analis, saham BBRI layak dipertimbangkan dalam portofolio investasi Anda di tahun 2026 ini.