Pertumbuhan Mobil Listrik di Kamboja Meningkat Pesat, Target 2030 Capai 30.000 Unit

Pertumbuhan Mobil Listrik di Kamboja Meningkat Pesat, Target 2030 Capai 30.000 Unit
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:47:53 WIB

JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) semakin terlihat pesat di Kamboja. Pada 2025, jumlah mobil listrik yang terdaftar diperkirakan akan mencapai 9.065 unit, sementara sepeda motor listrik diprediksi berjumlah 3.203 unit.

Pencapaian ini menunjukkan tren positif yang akan terus berkembang, seiring dengan meningkatnya permintaan dan kebijakan pemerintah yang mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.

Mobil Listrik: Pilihan Populer di Kamboja

Dari segi merek, mobil listrik yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kamboja adalah dari produsen otomotif terkemuka seperti BYD, Toyota, dan Tesla. Merek-merek ini menjadi pilihan utama konsumen yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan berbasis listrik, sejalan dengan kesadaran yang meningkat terhadap dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk mengurangi emisi karbon.

Phan Rim, Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, dalam wawancaranya dengan Xinhua menyatakan, "EV semakin populer di Kamboja, dan pemerintah menargetkan untuk meningkatkan jumlah mobil listrik menjadi 30.000 unit pada 2030." 

Target ini menunjukkan ambisi besar Kamboja dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar minyak dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Merek China Dominasi Pasar EV di Kamboja

Menurut Thong Mengdavid, Wakil Direktur Pusat Studi China-ASEAN Universitas Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Kamboja, merek-merek kendaraan listrik asal China, seperti BYD dan GAC, sangat populer di Kamboja.

Popularitas merek China ini tidak hanya mencerminkan tren global yang semakin beralih ke mobilitas yang lebih berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan perubahan dalam preferensi konsumen Kamboja yang kini lebih memilih kendaraan listrik.

Mengdavid juga menambahkan, "Tren ini bukan hanya menandakan adanya pergeseran preferensi konsumen ke mobilitas yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga perubahan struktural yang lebih dalam." Artinya, ini bukan hanya sekadar fenomena jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari transformasi besar dalam pola konsumsi dan kebiasaan masyarakat yang lebih peduli pada lingkungan.

Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur Pengisian Daya EV

Salah satu faktor yang mendorong perkembangan mobil listrik di Kamboja adalah dukungan pemerintah yang kuat dalam memfasilitasi transisi menuju kendaraan listrik. Pemerintah Kamboja menargetkan elektrifikasi transportasi secara nasional dalam jangka panjang dengan meningkatkan infrastruktur pengisian daya EV. Infrastruktur yang memadai akan mempermudah para pemilik kendaraan listrik dalam mengisi daya, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama bagi pemilik EV.

"Perluasan infrastruktur pengisian daya EV dan target elektrifikasi nasional yang ambisius menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di pasar EV Kamboja dalam jangka menengah hingga panjang," ujar Mengdavid.

Infrastruktur pengisian daya yang luas dan dapat diakses dengan mudah akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk beralih ke kendaraan listrik, karena mereka tidak perlu khawatir tentang kesulitan mengisi daya kendaraan mereka di tengah perjalanan.

Tantangan dan Prospek Jangka Panjang Pasar EV di Kamboja

Meski pasar kendaraan listrik di Kamboja menunjukkan potensi besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi, baik dari sisi kebijakan maupun infrastruktur. Salah satunya adalah harga kendaraan listrik yang relatif lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.

Meskipun demikian, pemerintah Kamboja berusaha untuk memberikan insentif berupa pembebasan pajak atau subsidi untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat.

Di sisi lain, prospek jangka panjang pasar EV di Kamboja sangat cerah. Jika target pemerintah untuk mencapai 30.000 unit mobil listrik pada 2030 tercapai, hal ini akan membawa dampak positif yang besar terhadap ekonomi Kamboja, terutama dalam hal pengurangan emisi karbon dan penghematan bahan bakar minyak. Selain itu, keberhasilan ini juga akan menjadikan Kamboja sebagai salah satu negara yang memiliki pasar kendaraan listrik berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

Masa Depan Mobil Listrik di Kamboja Semakin Terang

Dengan dukungan pemerintah yang kuat, popularitas kendaraan listrik yang semakin meningkat, dan perubahan struktural dalam preferensi konsumen, masa depan mobil listrik di Kamboja tampak sangat menjanjikan.

Pemerintah Kamboja sudah memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan jumlah mobil listrik pada 2030, dan jika segala hal berjalan sesuai rencana, Kamboja akan menjadi contoh sukses dalam transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Transformasi ini, yang diawali dengan adopsi kendaraan listrik dan pengembangan infrastruktur pengisian daya, bukan hanya memberikan keuntungan bagi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, dan membantu Kamboja mencapai target-target pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah