Ochi Rosdiana Puji Kerja Keras Sutradara Kuyank, Johansyah Jumberan

Ochi Rosdiana Puji Kerja Keras Sutradara Kuyank, Johansyah Jumberan
Kamis, 29 Januari 2026 | 13:01:53 WIB

JAKARTA - Ochi Rosdiana memberikan pujian tinggi kepada sutradara film Kuyank, Johansyah Jumberan, yang mengarahkan dengan sangat teliti dan penuh perhatian. Selama proses syuting di Kandangan dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Ochi merasa bahwa Jumberan menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengarahkan para pemain tanpa pilih kasih.

Bagi Ochi, hal tersebut menjadi sebuah nilai lebih, mengingat dalam film ini terdapat campuran pemain dari Jakarta dan juga beberapa warga lokal Kalimantan Selatan yang belum memiliki pengalaman akting.Ochi merasa bahwa kemampuan Jumberan dalam membangun karakter para pemain sangat impresif.

“Tidak ada istilah pilih kasih dalam diri Pak Jo. Semua pemain dianggap penting, baik yang berpengalaman maupun yang baru pertama kali terjun ke dunia akting. Itu membuat saya sangat terkesan,” kata Ochi saat diwawancarai di Jakarta. Menurutnya, Johansyah Jumberan memberikan arahan yang seimbang dan mendalam, tanpa memandang latar belakang pemain.

Kuyank Prekuel yang Membawa Cerita Lebih Dalam

Film Kuyank adalah prekuel dari Saranjana: Kota Ghaib, yang sukses meraih lebih dari 1,2 juta penonton. Berlatar tujuh tahun sebelum kejadian dalam Saranjana, Kuyank membawa kisah yang lebih mendalam tentang karakter-karakter di dalamnya.

Selain Ochi Rosdiana, film ini juga dibintangi oleh aktor-aktor ternama seperti Rio Dewanto, Barry Prima, dan Dayu Wijanto. Film ini juga melibatkan beberapa pemain dari Kalimantan Selatan, seperti Putri Intan Kasela dan sejumlah seniman lokal serta influencer yang baru pertama kali terjun ke dunia akting.

Salah satu hal yang membuat Ochi terkesan adalah bagaimana Johansyah mampu memadukan aktor-aktor profesional dari Jakarta dengan pemain lokal yang belum berpengalaman, namun tetap mengarahkan mereka dengan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi seorang sutradara dalam memaksimalkan potensi setiap pemainnya, tanpa terkecuali.

Fauziah: Karakter yang Menarik Perhatian Ochi Rosdiana

Dalam Kuyank, Ochi Rosdiana memerankan karakter Fauziah, seorang wanita yang menghadapi dilema cinta masa lalu. Fauziah menyimpan rasa cinta yang dalam untuk Badri (diperankan oleh Rio Dewanto), namun cintanya tidak terbalas karena Badri malah menikah dengan Rusmiati (Putri Intan).

Fauziah kemudian pergi ke Surabaya untuk melanjutkan kuliah, berharap bisa melupakan Badri. Namun, takdir berkata lain. Fauziah dipanggil kembali ke Kalimantan Selatan dan dihadapkan pada tawaran yang sulit, yaitu menjadi istri kedua Badri karena Rusmiati tidak kunjung hamil.

Ochi mengungkapkan bahwa membangun karakter Fauziah membutuhkan pemahaman mendalam tentang tokoh tersebut. "Fauziah itu baik hati, perasa, dan sarkas. Karakter yang kompleks dan penuh dengan emosi, yang membutuhkan penggambaran yang tepat agar bisa sampai ke hati penonton," ungkap Ochi.

Pengarahan yang Detail Membuat Semua Karakter Hidup

Salah satu aspek yang paling membuat Ochi terkesan adalah detail dalam pengarahan yang diberikan oleh Johansyah Jumberan. Bagi Ochi, tidak ada istilah “hanya beberapa scene saja” dalam penggarapan Kuyank.

Setiap adegan, menurutnya, dibuat semaksimal mungkin agar karakter-karakter yang ada benar-benar hidup dan terasa dekat dengan penonton. Ochi merasa bahwa setiap peran, termasuk perannya sebagai Fauziah, mendapatkan perhatian yang sangat mendalam dari sutradara.

“Pak Jo sangat sabar dan penuh perhatian dalam membimbing kami. Bahkan pemain yang belum berpengalaman, seperti influencer Kalimantan Selatan, tetap diberi kesempatan untuk mengembangkan karakternya. Itu sangat menginspirasi kami sebagai pemain,” kata Ochi menambahkan.

Ochi Rosdiana Perjalanan Karier yang Dimulai Sejak Usia 9 Tahun

Berbicara mengenai perjalanan kariernya, Ochi Rosdiana mengenang saat pertama kali ia berkenalan dengan dunia seni peran. Sejak usia 9 tahun, Ochi mulai tertarik dengan dunia akting, bahkan sering berlatih pura-pura menangis atau marah di depan cermin.

Ibunya yang melihat bakat tersebut kemudian mendorong Ochi untuk terjun lebih serius ke dunia seni peran. Meskipun awalnya Ochi sempat mencoba dunia modeling, ia merasa lebih cocok dengan seni peran dan sejak itu kariernya di dunia akting pun berkembang.

“Awalnya mama yang melihat bakat saya di dunia seni. Meskipun pertama kali diajak modeling, ternyata saya lebih suka berakting. Sejak saat itu, saya merasa bahagia dan terus melanjutkan karier di dunia seni peran,” kenang Ochi, yang kini dikenal luas sebagai bintang sinetron dan film.

 Kolaborasi Tanpa Batas dalam Dunia Film

Film Kuyank bukan hanya menampilkan cerita yang menarik, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah kolaborasi tanpa batas antara pemain profesional dan pemain lokal bisa menghasilkan karya yang mengesankan. Johansyah Jumberan sebagai sutradara menunjukkan kemampuannya untuk mengarahkan berbagai macam pemain dengan latar belakang yang berbeda tanpa membeda-bedakan mereka. 

Dengan pengarahan yang mendalam dan perhatian terhadap detail, Kuyank berhasil menyajikan kisah yang tak hanya menarik, tetapi juga menghidupkan setiap karakter dengan kuat di hati penonton.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah