Pengolahan Silika Geothermal Menjadi Nanosilika Sebagai Penyubur Tanaman: Inovasi Pertanian Berkelanjutan

Pengolahan Silika Geothermal Menjadi Nanosilika Sebagai Penyubur Tanaman: Inovasi Pertanian Berkelanjutan
Kamis, 29 Januari 2026 | 09:20:22 WIB

JAKARTA - Panas bumi atau geothermal tidak hanya dikenal sebagai sumber energi yang ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian berkelanjutan.

Salah satu inovasi terkini datang dari Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, seorang dosen di Fakultas Teknik Departemen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM). Prof. Himawan berhasil mengolah endapan silika dari fluida panas bumi menjadi nanosilika, yang berfungsi sebagai pupuk penyubur tanaman dan penguat struktur tanaman.

Endapan silika, yang sebelumnya hanya dianggap sebagai produk sampingan geothermal, kini telah direkayasa sedemikian rupa hingga menghasilkan nanosilika dengan berbagai karakteristik unggul, stabil, dan konsisten. Proses ini membuka peluang besar untuk penerapan dalam industri pertanian dan teknologi lainnya.

Proses Pengolahan Nanosilika dari Silika Geothermal

Proses produksi nanosilika dari endapan silika geothermal dimulai dengan pengendalian proses material yang dilakukan secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan material yang tidak hanya memiliki stabilitas tinggi, tetapi juga memiliki kualitas unggul dalam hal konsistensi dan performa.

Proses ini dirancang untuk dapat diperluas dan direplikasi dalam skala yang lebih besar, membuka peluang untuk hilirisasi dan penerapan teknologi yang lebih luas di masa depan.Menurut Prof. Himawan, salah satu keuntungan utama dari pengolahan silika geothermal ini adalah kemampuannya untuk diterapkan dalam sektor pertanian secara luas.

Dengan adanya proses pengolahan ini, endapan silika yang sebelumnya terbuang sia-sia kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan yang lebih berkelanjutan.

Manfaat Nanosilika dalam Pertanian Peningkatan Produktivitas Tanaman

Nanosilika yang dihasilkan dari geothermal memiliki banyak manfaat dalam sektor pertanian. Penggunaannya dapat memperkuat dinding sel tanaman, meningkatkan ketegakan batang, serta meningkatkan efisiensi transportasi nutrisi di dalam tanaman.Nanosilika juga meningkatkan ketersediaan hayati karena ukurannya yang sangat kecil, memudahkan tanaman untuk menyerapnya dengan cepat.

Salah satu keunggulan lain dari nanosilika adalah dosis aplikasinya yang sangat rendah. Hanya sekitar 1 hingga 2 kilogram per hektare, dosis ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pupuk makro konvensional seperti NPK. Hal ini menjadikannya pilihan yang lebih hemat dan ramah lingkungan dalam mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.

Efektivitas di Lapangan Peningkatan Hasil Pertanian yang Signifikan

Dalam berbagai uji coba lapangan atau demplot, aplikasi nanosilika menunjukkan peningkatan hasil pertanian yang signifikan. Peningkatan produktivitas tanaman berkisar antara 30 hingga 50 persen pada beberapa komoditas seperti padi, jagung, alpukat, pepaya, dan anggur.

Namun, Prof. Himawan menegaskan bahwa hasil ini bukan hanya disebabkan oleh nanosilika saja, melainkan juga berkat sinergi dengan bahan tambahan lain seperti humat dan boron.

Bahan-bahan ini dirancang dalam satu formulasi berbasis pendekatan total extraction, yang tidak hanya meningkatkan kualitas tanaman, tetapi juga menjaga kesehatan tanah. Dengan pendekatan ini, tanah yang digunakan untuk pertanian menjadi lebih sehat, sehingga tanaman pun dapat tumbuh dengan lebih optimal.

Pengembangan Lanjutan Nanosilika dalam Teknologi dan Energi

Inovasi pengolahan nanosilika tidak hanya terbatas pada sektor pertanian. Penelitian lebih lanjut menunjukkan potensi besar nanosilika dalam bidang teknologi dan energi. Di sektor elektronik, nanosilika dapat dikombinasikan dengan hidrogel untuk sistem pendingin pada pusat data dan baterai.

Kombinasi ini terbukti meningkatkan kapasitas penyerapan air hidrogel hingga tiga hingga lima kali lipat, yang berdampak pada peningkatan efisiensi dan kinerja sistem pendinginan.Selain itu, riset lanjutan juga diarahkan pada pengembangan material penyerap uap air dari udara serta aplikasi lain seperti biosensor dan biomaterial.

Semua inovasi ini mendukung pengembangan teknologi hijau dan sistem cerdas, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Harapan untuk Masa Depan: Dampak Langsung bagi Masyarakat

Prof. Himawan berharap bahwa hasil penelitiannya dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari penelitian ini adalah agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah atau paten, tetapi benar-benar dapat diterapkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Dengan pengembangan teknologi yang berkelanjutan ini, diharapkan bahwa sektor pertanian dapat semakin efisien dan ramah lingkungan, serta dapat memberikan solusi terhadap masalah ketahanan pangan di masa depan.

Sebagai peneliti, Prof. Himawan selalu berupaya untuk memastikan bahwa hasil penelitiannya tidak hanya bermanfaat dalam konteks ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat praktis yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Inovasi berbasis silika geothermal ini, yang awalnya dipandang sebagai produk sampingan, kini berkembang menjadi solusi yang berpotensi besar bagi kemajuan teknologi dan pertanian berkelanjutan.

Demikianlah, teknologi nanosilika yang dikembangkan dari silika geothermal memberikan harapan baru bagi sektor pertanian dan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang berbasis pada keberlanjutan, inovasi ini dapat membuka banyak peluang untuk masa depan yang lebih hijau dan efisien

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah