Harga Bahan Pokok di Gayo Lues Kembali Normal setelah Akses BBM Pulih

Harga Bahan Pokok di Gayo Lues Kembali Normal setelah Akses BBM Pulih
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:45:55 WIB

JAKARTA - Setelah hampir dua bulan dilanda bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025, situasi ekonomi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh mulai pulih.

Harga bahan pokok yang sempat melonjak tinggi akibat terhambatnya akses bahan bakar minyak (BBM) dan jalan terputus kini kembali normal. Perubahan ini terasa signifikan di Pasar Terpadu Gayo Lues, tempat transaksi utama masyarakat setempat.

Harga Kentang Turun Setelah Sempat Melonjak Tajam

Salah satu pedagang sayur di Pasar Terpadu Gayo Lues, Rika (45), mengatakan harga beberapa komoditas, terutama sayuran, sempat mengalami lonjakan harga yang cukup tinggi.

Salah satunya adalah kentang, yang sempat dihargai Rp25.000 per kilogram, jauh lebih mahal dibandingkan harga normalnya yang hanya Rp15.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi seiring dengan terganggunya pasokan akibat sulitnya akses BBM serta terputusnya jalan menuju daerah pemasok.

“Dulu harga kentang sempat naik drastis, tapi sekarang sudah kembali ke harga normal,” ujar Rika ketika ditemui oleh ANTARA. Dia juga menjelaskan bahwa kendala utama saat itu adalah kesulitan pasokan bahan bakar, yang mempengaruhi biaya transportasi bahan pokok ke wilayah Gayo Lues. "Jalannya banyak yang longsor, dan sulit sekali menemukan BBM," tambahnya.

Kondisi Beras Juga Berangsur Pulih Setelah Kenaikan Drastis

Seripah (44), pedagang beras yang juga berjualan di Pasar Terpadu, mengungkapkan bahwa harga beras sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp35.000 per liter pada puncak bencana. Kenaikan ini dikarenakan pasokan beras dari luar daerah yang terhenti akibat kerusakan infrastruktur dan jalan. Namun, menjelang akhir Januari 2026, harga beras mulai turun kembali ke angka Rp28.000-an per liter setelah pasokan mulai kembali mengalir dari luar daerah.

“Harga beras memang naik beberapa waktu lalu, namun kini pasokan sudah masuk kembali, dan harga sudah sedikit lebih stabil,” kata Seripah.

Harga Telur Normal, Meski Akses Jalan Masih Sulit

Kenaikan harga barang lainnya, seperti telur, juga sempat terjadi setelah terhentinya distribusi barang akibat akses jalan yang terputus. Ami (50), seorang pedagang telur di pasar yang sama, menjelaskan bahwa harga satu papan telur, yang biasanya dijual dengan harga Rp50.000, sempat melonjak hingga Rp80.000. Harga telur yang melonjak tinggi ini disebabkan oleh kesulitan pasokan akibat jalan yang rusak dan waktu tempuh yang lebih lama dari biasanya.

"Biasanya, perjalanan dari luar Gayo Lues hanya memakan waktu 7 hingga 8 jam, namun saat itu bisa memakan waktu hingga 36 jam," ungkap Ami, sembari menjelaskan bahwa pasokan telur sebagian besar berasal dari Sumatera Utara.

Masyarakat Masih Hadapi Tantangan Ekonomi Pascabencana

Meskipun harga bahan pokok sudah kembali normal, daya beli masyarakat di Gayo Lues masih terbilang rendah. Para pedagang di pasar terpadu mengungkapkan bahwa meskipun harga kembali stabil, transaksi jual beli belum kembali menggeliat seperti sebelumnya. Penyebab utama kondisi ini adalah belum pulihnya mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan pekebun.

"Tanaman masyarakat banyak yang hancur. Ada yang sawahnya rusak, cabai dan bawang habis, bahkan kopi di hutan juga ada yang hilang," cerita Ami, salah seorang pedagang, yang menyebutkan bahwa sebagian besar penduduk Gayo Lues sangat bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan untuk mata pencaharian.

Persiapan Menjelang Ramadan, Tapi Jalan Belum Pulih Total

Para pedagang berharap ada peningkatan daya beli menjelang bulan Ramadan. Biasanya, masyarakat di Gayo Lues mulai berbelanja lebih banyak untuk persiapan menyambut bulan suci. Namun, dengan akses jalan yang masih sulit, terutama menuju daerah-daerah terpencil seperti Terangun dan Pining, kegiatan ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.

"Biarpun agak lumayan, kondisi jalan yang rusak dan ekonomi yang masih sulit membuat orang kesulitan membeli barang-barang," tambah Ami.Di tengah ketidakpastian ini, pedagang tetap optimis bahwa perekonomian Gayo Lues akan terus membaik. Meski demikian, mereka berharap agar pemerintah dan pihak terkait bisa segera memperbaiki infrastruktur yang rusak agar aktivitas ekonomi bisa kembali normal, dan masyarakat bisa lebih mudah mengakses kebutuhan pokok mereka.

Kembalinya harga bahan pokok ke kondisi normal pasca-pulihnya akses BBM dan infrastruktur di Gayo Lues memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat. Namun, tantangan ekonomi masih cukup besar, terutama dengan rendahnya daya beli masyarakat akibat dampak bencana yang menghancurkan sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi ini memerlukan perhatian lebih lanjut agar masyarakat bisa pulih sepenuhnya dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih stabil.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah