Peningkatan Kapasitas UMKM Papua Dari Sagu Hingga Noken, Menembus Pasar Global

Peningkatan Kapasitas UMKM Papua Dari Sagu Hingga Noken, Menembus Pasar Global
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:45:58 WIB

JAKARTA - Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM di Papua digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, yang dihadiri oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) di Papua.

Dalam kesempatan tersebut, UMKM Papua memamerkan produk unggulan mereka yang khas dan memiliki nilai budaya tinggi, seperti noken, berbagai makanan olahan berbahan dasar sagu, tepung sagu, kain batik bercorak Papua yang dibuat secara manual, serta berbagai aksesori dan kerajinan tangan lainnya.

Peluang Besar bagi UMKM Papua untuk Menembus Pasar Nasional dan Internasional

Salah satu pelaku UMKM yang turut serta dalam kegiatan ini, Vanda Kirihio, pemilik UMKM Sinole di Kota Jayapura, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan produk olahan berbahan dasar sagu. Vanda berharap pelatihan dan pendampingan yang diberikan bisa memberikan manfaat yang besar, terutama bagi pelaku UMKM orang asli Papua (OAP).

Ia menekankan bahwa bukan hanya promosi yang dibutuhkan, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi yang mencakup aspek teknis, mulai dari pengolahan produk, pengemasan, hingga dukungan peralatan usaha.“UMKM OAP sangat membutuhkan kegiatan yang berkelanjutan seperti ini, agar dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan memiliki daya saing yang lebih baik. Kami ingin produk UMKM Papua dapat menembus pasar nasional, bahkan internasional,” ujarnya dengan optimis.

Vanda juga berharap kunjungan Seruni KMP akan membuka peluang lebih luas bagi pemasaran produk UMKM Papua ke pasar yang lebih besar. Ia mengungkapkan, pada 28 Januari 2026, mereka akan mengunjungi Skouw PLBN sebagai bagian dari upaya untuk memperkenalkan produk Papua di pasar internasional.

Kunjungan Seruni KMP Arahkan UMKM Papua Menuju Digitalisasi

Ketua DPR Papua, Denny H. Bonai, turut memberikan pandangannya tentang potensi besar yang dimiliki oleh UMKM Papua. Ia mengapresiasi kedatangan Seruni KMP yang membawa dampak positif bagi pengembangan UMKM di Papua. Namun, Denny mengingatkan bahwa masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait dengan digitalisasi yang masih tertinggal di beberapa sektor UMKM.

Menurutnya, untuk memajukan UMKM Papua agar lebih bersaing di pasar global, digitalisasi menjadi salah satu hal yang sangat penting. “Kita masih tertinggal dalam digitalisasi. Pemerintah daerah dan kementerian terkait harus segera menindaklanjuti hal ini agar pelaku UMKM di Papua dapat mengakses pasar yang lebih luas,” kata Denny.

Seruni KMP Mendorong Pemberdayaan Perempuan dan UMKM Papua

Ketua Bidang IV Seruni KMP, Sri Suparni Bahlil, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya solidaritas perempuan Indonesia dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam sektor UMKM. Seruni KMP yang terdiri dari istri-istri menteri Kabinet Merah Putih ini fokus pada kegiatan sosial dan pemberdayaan, termasuk mendukung pengembangan UMKM di Papua agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Selain pelatihan UMKM, Sri Suparni juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan kunjungan ke wilayah perbatasan serta sekolah-sekolah untuk menyalurkan bantuan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk Papua.

Harapan untuk Pengembangan UMKM yang Berkelanjutan di Papua

Pelatihan dan pendampingan yang diberikan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membawa UMKM Papua ke level yang lebih tinggi. Vanda Kirihio dan pelaku UMKM lainnya berharap agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkelanjutan, bukan hanya berupa pelatihan, tetapi juga dengan memberikan dukungan teknis dan peralatan yang memadai untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Kegiatan ini pun menjadi momen penting bagi UMKM Papua untuk memperkenalkan produk mereka, bukan hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional. Harapannya, produk lokal Papua seperti noken, sagu, dan kerajinan tangan lainnya dapat menjadi kebanggaan Indonesia dan mendunia.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah