Michael Carrick Samai Rekor Ruben Amorim Usai Manchester United Tekuk Fulham
JAKARTA - Manchester United seolah menemukan kembali jati dirinya di bawah kendali tangan dingin Michael Carrick. Stadion Old Trafford kembali bergemuruh pada Minggu (1/2/2026) saat tuan rumah berhasil menyudahi perlawanan sengit Fulham dengan skor dramatis 3-2 pada matchday ke-24 Liga Inggris. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin biasa, melainkan penegasan bahwa Carrick telah menyuntikkan energi baru yang luar biasa ke dalam skuad The Red Devils.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim untuk periode keduanya, Carrick berhasil menyulap performa tim yang sebelumnya angin-anginan menjadi mesin pemenang yang mematikan. Dengan kemenangan atas Fulham ini, Carrick menjaga kesempurnaan rekornya di kursi kepelatihan, sekaligus memberikan harapan besar bagi para pendukung setia United di seluruh dunia.
Rekor Sempurna Carrick dan Bayang-bayang Prestasi Ruben Amorim
Keberhasilan menaklukkan Fulham membawa Michael Carrick ke level statistik yang sangat impresif. Saat ini, Carrick mencatatkan rekor kemenangan 100 persen dalam masa jabatan interimnya. Menariknya, pencapaian tiga kemenangan beruntun ini membuat Carrick langsung sejajar dengan mantan pelatih tetap Manchester United, Ruben Amorim.
Berdasarkan data statistik dari Squawka, rentetan kemenangan Carrick ini menyamai capaian terbaik yang pernah ditorehkan Amorim selama masa baktinya dari November 2024 hingga Januari 2026.
Amorim tercatat hanya mampu merangkai tiga kemenangan beruntun sekali saja, yakni pada Oktober 2025 setelah menumbangkan Sunderland, Liverpool, dan Brighton and Hove Albion. Fakta bahwa Carrick mampu menyamai rekor tersebut hanya dalam waktu singkat menunjukkan pengaruh instan yang ia bawa ke dalam ruang ganti.
Menaklukkan Raksasa Jalan Terjal Menuju Papan Atas
Kualitas kepemimpinan Carrick diuji bukan melalui lawan-lawan yang mudah. Sebelum membungkam Fulham di kandang, Carrick telah membuktikan tajinya dengan menjatuhkan dua tim raksasa yang merupakan kandidat kuat juara musim ini. Manchester United di bawah asuhannya berhasil mempermalukan rival sekota, Manchester City, dengan skor meyakinkan 2-0.
Tak berhenti di situ, kegemilangan taktik Carrick kembali terlihat saat mereka menjegal sang pemuncak klasemen, Arsenal, dengan skor tipis 3-2. Rentetan kemenangan atas City, Arsenal, dan Fulham ini membuat nama Carrick naik level di mata para pengamat sepak bola. Mengalahkan tim penghuni papan atas secara beruntun adalah bukti bahwa kestabilan mental Bruno Fernandes dan kawan-kawan telah kembali ke jalur yang benar.
Kebangkitan Kolektif dan Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang
Dampak positif dari kehadiran Carrick tidak hanya dirasakan secara individu oleh pelatih, tetapi juga secara kolektif oleh seluruh tim. Kemenangan atas Fulham menjadi pelengkap dari catatan rekor tidak terkalahkan terpanjang Manchester United sejak Februari 2022. Saat ini, United tercatat belum tersentuh kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir di ajang Liga Inggris.
Dalam periode tujuh laga tersebut, Setan Merah berhasil mengemas empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Konsistensi ini menjadi angin segar bagi publik Old Trafford yang merindukan dominasi timnya di kompetisi domestik. Momentum ini menjadi modal yang sangat krusial bagi United untuk terus merangkak naik dan bersaing di zona elit klasemen.
Persaingan Sengit Menuju Zona Liga Champions
Berkat tambahan tiga poin dari laga terakhir, Manchester United kini mantap menduduki peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 41 poin. Posisi ini membawa mereka semakin dekat dengan Aston Villa yang berada di peringkat ketiga dengan selisih hanya lima poin. Peluang untuk mengakhiri musim di posisi empat besar pun kini terbuka lebar bagi skuad asuhan Carrick.
Namun, posisi United masih jauh dari kata aman. Mereka masih dibayang-bayangi oleh kejaran Chelsea dan Liverpool yang menempel ketat di peringkat kelima dan keenam. Persaingan memperebutkan tiket Liga Champions musim depan dipastikan akan semakin memanas di sisa musim ini. Tugas Carrick selanjutnya adalah menjaga konsistensi statistik brilian ini agar Manchester United tidak kembali tergelincir di laga-laga mendatang.