Komitmen Keselamatan Mudik KAI Daop 6 Yogyakarta Gelar Inspeksi Ramp Check
JAKARTA - Hitung mundur menuju masa Angkutan Lebaran 2026 telah dimulai. Sebagai langkah konkret dalam menjamin aspek keselamatan jutaan pemudik, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengambil langkah proaktif. Bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, jajaran Daop 6 melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan menyeluruh terhadap armada dan infrastruktur penunjang, Senin (2/2).
Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah prosedur krusial untuk memastikan bahwa setiap roda kereta yang berputar dan setiap fasilitas stasiun yang disinggahi penumpang berada dalam kondisi prima. Mengingat lonjakan penumpang yang kerap terjadi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, kesiapan fisik sarana menjadi pertaruhan utama bagi reputasi dan layanan KAI.
Sinergi Lintas Sektoral Demi Standar Pelayanan Minimum
Kegiatan inspeksi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara operator dan regulator. Tim gabungan dari DJKA dan KAI Daop 6 menyisir setiap sudut fasilitas dengan mengacu pada regulasi ketat, yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM). Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar mesin lokomotif, tetapi juga detail-detail kecil yang berdampak langsung pada kenyamanan penumpang.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa audit kelaikan ini adalah fondasi utama bagi kelancaran angkutan hari raya. "Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Melalui ramp check bersama DJKA ini, kami memastikan seluruh sarana dan fasilitas stasiun telah memenuhi standar pelayanan," ungkap Feni saat memberikan keterangan di Solo, Jawa Tengah.
Fokus pemeriksaan mencakup berbagai aspek vital, mulai dari sistem pengereman dan kelistrikan pada rangkaian kereta, ketersediaan fasilitas keselamatan seperti APAR dan jalur evakuasi, hingga kebersihan sanitasi dan kenyamanan ruang tunggu di stasiun-stasiun besar maupun kecil.
Audit Menyeluruh dari Stasiun Yogyakarta hingga Solo Balapan
Wilayah Daop 6 Yogyakarta merupakan salah satu urat nadi terpenting dalam peta mudik nasional. Oleh karena itu, cakupan ramp check kali ini dilakukan secara masif di berbagai titik strategis. Pemeriksaan menyasar stasiun-stasiun padat penumpang seperti Stasiun Yogyakarta (Tugu), Lempuyangan, Wates, Maguwo, Brambanan, Klaten, Solo Balapan, hingga Solo Jebres.
Tidak ketinggalan, fasilitas transportasi intermodal seperti Stasiun Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga masuk dalam daftar inspeksi ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan integrasi layanan bagi penumpang yang beralih moda dari udara ke kereta api tetap berjalan mulus tanpa kendala teknis.
Feni Novida Saragih menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap kepercayaan publik yang sangat tinggi pada moda transportasi kereta api. Menurutnya, kesiapan operasional harus dipastikan jauh-jauh hari agar tidak ada celah kesalahan saat puncak arus mudik maupun balik terjadi.
Memastikan 34 Rangkaian Kereta Unggulan Layak Operasi
Selain fasilitas stasiun, jantung dari pemeriksaan ini adalah pada armada kereta api itu sendiri. Tim gabungan melakukan audit teknis terhadap 34 rangkaian kereta api yang beroperasi di wilayah Daop 6. Deretan kereta api kelas ekonomi hingga eksekutif yang menjadi favorit masyarakat turut diperiksa satu per satu.
Beberapa nama kereta api beken yang masuk dalam daftar pemeriksaan antara lain KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, dan Manahan. Selain itu, kereta jarak menengah dan jauh lainnya seperti Lodaya, Sancaka, Joglosemarkerto, Progo, serta Bogowonto juga dipastikan harus lolos sertifikasi kelaikan sebelum melayani arus mudik Lebaran 2026.
"Kami ingin memastikan seluruh unsur pelayanan, mulai dari sarana, prasarana hingga petugas, siap mendukung kelancaran mobilitas masyarakat," tutur Feni. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan AC, fasilitas toilet, hingga keandalan alat komunikasi masinis guna mencegah terjadinya kendala teknis di tengah perjalanan yang dapat mengganggu jadwal keberangkatan.
Menjaga Kepercayaan Publik dan Keberlanjutan Layanan
Langkah ramp check yang dilakukan di awal Februari ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang KAI untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Dengan melakukan deteksi dini terhadap potensi kerusakan atau ketidaksesuaian standar, KAI Daop 6 dapat segera melakukan perbaikan sebelum masa sibuk Angkutan Lebaran tiba.
Efek domino dari pemeriksaan yang teliti ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran bagi calon pemudik. Di tengah dinamika transportasi modern, keandalan operasional menjadi kunci utama agar masyarakat tetap memilih kereta api sebagai moda transportasi darat paling aman dan nyaman.
"Kami berharap, melalui pemeriksaan berkala ini, keandalan operasional tetap terjaga dan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api terus meningkat selama Angkutan Lebaran 2026," tutup Feni Novida Saragih. Dengan persiapan yang matang ini, KAI Daop 6 Yogyakarta optimis dapat menghadirkan pengalaman mudik yang berkesan, aman, dan tanpa hambatan bagi seluruh pelanggan setianya.