Sinergi PLN UP3 Belitung dan BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran

Sinergi PLN UP3 Belitung dan BPBD Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Kebakaran
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:15:20 WIB

JAKARTA - Kesadaran akan pentingnya keselamatan di lingkungan kerja kembali dipertegas oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Belitung. Dalam sebuah langkah proaktif untuk memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026, PLN berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung menggelar kegiatan sosialisasi serta simulasi tanggap darurat kebakaran yang intensif pada Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di kantor PLN UP3 Belitung ini bertujuan untuk mempertajam naluri para pegawai dalam mendeteksi dan menangani ancaman api sejak dini. Melalui pendekatan praktis, seluruh elemen di PLN diajak untuk tidak hanya memahami teori keselamatan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang mumpuni saat menghadapi situasi krisis yang tidak terduga.

Edukasi Mendalam Mengenai Identifikasi Api dan Penggunaan Alat Pemadam

Agenda dimulai dengan sesi sosialisasi yang mendalam, di mana para peserta diberikan pemahaman komprehensif mengenai berbagai faktor pemicu api di area perkantoran. Tidak hanya sebatas teori, para ahli dari BPBD menjelaskan secara detail mengenai klasifikasi jenis kebakaran serta fungsi spesifik dari masing-masing Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hal ini menjadi krusial agar personel tidak salah dalam memilih alat pemadam saat menghadapi material yang terbakar.

Selain pengenalan alat modern, peserta juga dibekali dengan metode tradisional yang tetap relevan hingga saat ini, yakni penggunaan karung basah. Teknik ini diajarkan sebagai solusi alternatif yang efektif untuk menjinakkan api pada tahap awal sebelum merambat lebih luas. Kombinasi pengetahuan alat modern dan tradisional ini diharapkan dapat memberikan rasa percaya diri bagi pegawai untuk bertindak cepat di detik-detik awal kemunculan api.

Membangun Budaya K3 Sebagai Kompetensi Wajib Setiap Insan PLN

Manager PLN UP3 Belitung, Megantara Vilanda Setyawan, menekankan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan aset dan keselamatan jiwa. Baginya, pemahaman mengenai manajemen bencana bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan sebuah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap individu yang bekerja di lingkungan PLN.

“Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, adalah kompetensi wajib bagi seluruh pegawai PLN. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya api dan cara menggunakan APAR, kami berharap seluruh insan PLN dapat bertindak cepat dan tepat sebelum kondisi darurat semakin membesar,” tegas Megantara dalam keterangan tertulisnya.

Uji Ketangkasan Personel dan Kelayakan Peralatan Keselamatan Kantor

Lebih dari sekadar pelatihan rutin, simulasi ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi yang akurat terhadap infrastruktur keselamatan yang ada di kantor. Dengan melibatkan BPBD, PLN dapat memastikan apakah jumlah dan kondisi APAR yang tersebar di titik-titik strategis sudah memenuhi standar operasional serta apakah koordinasi antarunit dapat berjalan mulus saat alarm darurat berbunyi.

Megantara menambahkan bahwa penggabungan antara simulasi lapangan dan teori merupakan cara terbaik untuk meminimalkan risiko di tempat kerja. “Melalui kegiatan ini, kami menguji kesiapan pegawai, peralatan APAR, serta koordinasi dengan BPBD. Harapannya, tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin,” jelasnya.

Apresiasi BPBD Terhadap Konsistensi Peningkatan Kapasitas Keselamatan Kerja

Di sisi lain, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Belitung yang juga menjabat sebagai Plt Kasi Penanganan Darurat Logistik dan Kebakaran, Harozi, memberikan pandangan mengenai aspek psikologis dan teknis dalam pemadaman api. Menurutnya, kegagalan penanganan awal sering kali disebabkan oleh kepanikan dan minimnya latihan praktis.

“Kebakaran sering terjadi karena kelalaian kecil dan kurangnya pemahaman dalam penggunaan alat pemadam. Melalui sosialisasi dan praktik langsung ini, kami ingin memastikan setiap pegawai mengetahui jenis APAR yang digunakan serta langkah-langkah pemadaman awal, termasuk dengan metode sederhana seperti karung basah jika APAR tidak tersedia,” ungkap Harozi.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada PLN UP3 Belitung yang dinilai konsisten dalam menggandeng otoritas terkait untuk meningkatkan kapasitas pegawainya. Harozi menilai langkah ini sangat efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif yang dampaknya tidak hanya dirasakan di kantor, tetapi juga bisa diterapkan para pegawai dalam kehidupan bermasyarakat.

Komitmen Lingkungan Kerja Aman untuk Layanan Kelistrikan Berkelanjutan

Simulasi yang melibatkan seluruh jajaran pegawai PLN UP3 Belitung ini diakhiri dengan skenario penanganan kebakaran ringan. Para peserta secara bergantian mempraktikkan cara mencabut pin APAR, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga teknik menutup udara pada api menggunakan karung basah. Skenario yang dibuat sedekat mungkin dengan realita ini bertujuan untuk memastikan setiap langkah dilakukan sesuai prosedur keamanan yang ketat.

Rangkaian kegiatan peringatan Bulan K3 Nasional 2026 ini pada akhirnya bukan hanya tentang memadamkan api, melainkan tentang komitmen PLN dalam menyediakan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat. Dengan lingkungan kerja yang aman dan personel yang sigap, PLN yakin dapat terus memberikan performa terbaik dalam menjaga keberlanjutan energi di wilayah Belitung tanpa terganggu oleh insiden yang seharusnya bisa dicegah.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah