BNI Perkuat Transformasi Digital dan Fundamental Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BNI Perkuat Transformasi Digital dan Fundamental Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:11:05 WIB

JAKARTA - Di tengah dinamika moneter global yang penuh tantangan sepanjang tahun 2025, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membuktikan ketangguhan model bisnisnya. Melalui strategi transformasi yang berkelanjutan, bank berlogo angka 46 ini menutup tahun buku 2025 dengan torehan fundamental yang solid dan likuiditas yang melimpah. 

Keberhasilan ini tidak lepas dari kemampuan manajemen dalam menyeimbangkan antara ekspansi kredit yang agresif di sektor produktif dengan pengelolaan risiko yang sangat disiplin.Capaian ini menjadi sinyal positif bagi industri perbankan nasional, di mana BNI mampu mencatatkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp20,0 triliun. 

Angka ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang tumbuh pesat sebesar 15,9% secara tahunan (Year on Year/YoY). Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menegaskan bahwa hasil ini adalah buah dari penguatan produktivitas dan adaptasi cepat terhadap volatilitas pasar ekonomi global.

Resiliensi Bisnis dan Strategi Ekspansi Kredit di Sektor Produktif Nasional

Ketangguhan BNI di tahun 2025 terlihat dari kemampuannya memigitasi tekanan eksternal, mulai dari fluktuasi suku bunga hingga ketidakpastian ekonomi dunia. Pertumbuhan kredit sebesar 15,9% YoY bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari peran aktif BNI dalam mendanai sektor-sektor yang menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Ekspansi ini didukung oleh struktur pendanaan yang semakin sehat, terutama dari komposisi dana murah yang kuat.

"Sepanjang 2025 kami menghadapi tekanan eksternal yang tidak ringan, mulai dari volatilitas global hingga penyesuaian suku bunga. Namun BNI mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada pendanaan yang kuat, disiplin risiko, serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif," ujar Putrama Wahju Setyawan. 

Ia menambahkan bahwa transformasi perusahaan mencakup penguatan organisasi dan kapabilitas sumber daya manusia yang berbasis data analytics guna meningkatkan pengalaman nasabah secara menyeluruh.

Akselerasi Digitalisasi Melalui wondr by BNI dan Penguatan Ekosistem Korporasi

Salah satu motor utama pertumbuhan dana murah (CASA) BNI adalah keberhasilan transformasi digital melalui aplikasi wondr by BNI. Sebagai personal transaction platform, wondr telah melampaui angka 12 juta pengguna hingga akhir 2025 dengan tingkat keaktifan yang sangat tinggi. 

Hal ini berdampak langsung pada penguatan tabungan ritel secara signifikan. Di sisi lain, untuk segmen bisnis, platform BNIdirect tetap menjadi andalan dalam layanan Cash Management hingga Supply Chain Financing.

Sepanjang 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY. Pencapaian ini berkontribusi langsung terhadap penguatan dana giro korporasi. Tak hanya di dalam negeri, BNI juga mempertegas taringnya di pasar internasional melalui delapan pusat keuangan dunia dan kemitraan dengan 1.300 bank koresponden di 90 negara, menjadikan BNI sebagai pemimpin dalam orkestrasi bisnis global Indonesia.

Peran Strategis BNI Sebagai Instrumen Pendukung Agenda Prioritas Pemerintah

Sebagai bank milik negara, BNI menempatkan dirinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Asta Cita dan program pembangunan nasional. Dukungan ini mencakup berbagai sektor krusial seperti ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan desa. BNI terlibat aktif dalam digitalisasi transaksi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan proses yang transparan dan efisien melalui layanan Virtual Account.

Selain itu, melalui Program Sekolah Rakyat, BNI menyediakan ekosistem keuangan digital bagi siswa dan guru. Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan juga diwujudkan melalui penguatan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang terintegrasi dengan jaringan Agen46. 

"Sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional. Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang," tegas Putrama.

Kualitas Aset yang Membaik dan Pengelolaan Modal yang Sangat Kuat

Dari sisi performa keuangan, Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengungkapkan bahwa pengelolaan neraca tahun 2025 berfokus pada keseimbangan. Pertumbuhan CASA yang mencapai 28,9% YoY, ditopang oleh kenaikan giro sebesar 43,8% YoY, menjadi bukti kuatnya kepercayaan nasabah. Rasio kecukupan modal (CAR) BNI berada di level 20,7%, angka yang jauh di atas ketentuan regulator, memberikan ruang luas bagi ekspansi masa depan.

Kualitas aset pun menunjukkan tren perbaikan berkelanjutan dengan rasio non-performing loan (NPL) bruto yang membaik ke level 1,9%. "Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," kata Paolo. BNI juga memperkuat benteng pertahanannya dengan NPL coverage ratio sebesar 205,5%, memastikan perlindungan yang cukup terhadap potensi risiko kredit di masa mendatang.

Visi Keuangan Berkelanjutan dan Implementasi Prinsip ESG di Seluruh Lini

Menutup pencapaian di tahun 2025, BNI juga menegaskan kepemimpinannya dalam green banking. Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, melaporkan bahwa portofolio pembiayaan berkelanjutan telah mencapai Rp197 triliun atau 22% dari total kredit. Pembiayaan ini disalurkan ke sektor energi terbarukan hingga pemberdayaan UMKM. BNI bahkan menjadi pionir dengan meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit sebagai panduan transisi hijau bagi para debitur.

"Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar David. Dukungan terhadap target Net Zero Emission 2060 juga diwujudkan melalui penerbitan Green Bond dan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun. Dengan kombinasi digitalisasi, dukungan pada program pemerintah, dan komitmen lingkungan, BNI optimistis akan terus menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah