BRI Maumere Salurkan Bantuan Fasilitas Sanitasi Guna Mendukung Kenyamanan Siswa SMAN 1 Waigete

BRI Maumere Salurkan Bantuan Fasilitas Sanitasi Guna Mendukung Kenyamanan Siswa SMAN 1 Waigete
Selasa, 03 Februari 2026 | 10:11:07 WIB

JAKARTA - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan representatif terus menjadi fokus berbagai pihak di Kabupaten Sikka. Kabar baik datang dari SMA Negeri 1 Waigete yang baru saja menerima kontribusi nyata dalam bidang infrastruktur sanitasi. 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Maumere secara resmi menyalurkan bantuan berupa pembangunan dua unit sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebagai bagian dari komitmen perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau BRI Peduli.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan fasilitas sanitasi yang selama ini menjadi tantangan bagi pihak sekolah dalam menjaga kenyamanan dan standar kesehatan di lingkungan pendidikan. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya budaya hidup bersih bagi ratusan siswa dan tenaga pendidik di sekolah tersebut.

Respons Cepat BRI Peduli Atas Urgensi Kebutuhan Sanitasi di SMAN 1 Waigete

Kondisi fasilitas sanitasi yang terbatas sering kali menjadi kendala klasik di banyak satuan pendidikan. Di SMA Negeri 1 Waigete, masalah ini sempat dirasakan cukup mendesak seiring dengan bertambahnya populasi warga sekolah setiap tahunnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Waigete, Abdon Don Weris, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas inisiatif BRI Maumere yang telah memberikan perhatian khusus pada sektor ini.

Menurut Abdon, bantuan ini menjawab kebutuhan mendesak akan sarana sanitasi di lingkungan sekolah yang selama ini dirasakan kurang memadai. Keberadaan fasilitas MCK yang terbatas dinilai dapat mengganggu konsentrasi serta kenyamanan para siswa dalam menjalani aktivitas belajar sehari-hari. Dengan adanya tambahan unit dari BRI, beban sarana fisik sekolah kini menjadi lebih ringan.

Dinamika Pertumbuhan Siswa dan Keterbatasan Fasilitas Eksisting di Sekolah

Sebelum mendapatkan uluran tangan dari program BRI Peduli TJSL, SMA Negeri 1 Waigete hanya bergantung pada fasilitas yang sangat terbatas. Abdon menjelaskan bahwa sekolah tersebut sebelumnya hanya memiliki tiga unit MCK. Pembangunan ketiga unit tersebut pun dilakukan secara bertahap melalui pembiayaan dari dana komite sekolah serta dukungan APBD Kabupaten Sikka.

Namun, fasilitas yang ada saat ini dianggap sudah tidak lagi proporsional jika dibandingkan dengan jumlah warga sekolah. Saat ini, SMA Negeri 1 Waigete tercatat memiliki 310 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel) dari kelas X hingga kelas XII. 

Jumlah tersebut masih ditambah dengan kehadiran 41 orang guru dan staf pegawai, baik yang berstatus PNS, PPPK, maupun tenaga honorer. Rasio antara jumlah pengguna dan jumlah toilet yang tersedia sebelumnya sangat jauh dari kata ideal, sehingga intervensi dari BRI Maumere dianggap sebagai solusi yang sangat tepat waktu.

Sinergi Kelembagaan dan Potensi Literasi Keuangan Bagi Guru Serta Siswa

Sebagai bentuk timbal balik dan apresiasi atas kepedulian perbankan terhadap dunia pendidikan, Abdon Don Weris juga memberikan arahan positif kepada keluarga besar SMA Negeri 1 Waigete. Ia mengimbau agar para guru dan siswa mulai mengenal lebih dekat serta memanfaatkan berbagai layanan perbankan yang disediakan oleh BRI Maumere. Menurutnya, pemanfaatan layanan perbankan bukan sekadar soal transaksi, melainkan bagian dari pendidikan literasi keuangan bagi generasi muda.

Langkah kolaborasi ini disambut hangat oleh pihak perbankan. Senior Program Officer BRI Maumere, Yati Pati, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memfasilitasi kebutuhan layanan keuangan bagi warga sekolah. BRI berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses bagi guru maupun siswa yang ingin menjadi nasabah, guna mendukung pengelolaan keuangan yang lebih modern dan aman melalui berbagai fitur layanan yang tersedia.

Proses Advokasi Aspirasi Hingga Penyerahan Simbolis Fasilitas Sanitasi Baru

Terwujudnya bantuan pembangunan MCK ini tidak lepas dari proses panjang penyampaian aspirasi. Program ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi pihak sekolah yang sebelumnya disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Oktober 2025 melalui fasilitas Anggota DPR RI, Melchias Markus Mekeng. Proses ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara legislatif, dunia usaha (BUMN), dan institusi pendidikan.

Puncak dari program ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis yang dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026). Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BRI Maumere, I Nyoman Slamet Destrawan, didampingi perwakilan dari Yayasan Bapa Bangsa, Gorgonius Nago Bapa. 

Penyerahan bantuan ini menjadi simbol dimulainya penggunaan fasilitas baru yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar secara lebih nyaman, sehat, dan bermartabat bagi seluruh civitas akademika SMA Negeri 1 Waigete.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah