Film Once We Were Us Kokoh Memuncaki Box Office Korea Selatan
JAKARTA - Industri layar lebar Negeri Gingseng kembali menunjukkan dominasi karya domestik di tengah persaingan film-film global. Berdasarkan data terbaru dari Korean Film Biz Zone (KOBIS), layanan pelacakan yang dijalankan oleh Dewan Film Korea, film romansa lokal bertajuk "Once We Were Us" berhasil mempertahankan posisinya di puncak box office Korea Selatan sepanjang akhir pekan ini.
Keberhasilan film ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan genre romansa di pasar Korea Selatan yang dikenal sangat kompetitif. Disutradarai oleh tangan dingin Kim Do-young, film ini tidak hanya menawarkan sinematografi yang estetis, tetapi juga narasi emosional yang kuat, sehingga mampu menarik minat ratusan ribu penonton untuk memadati bioskop di tengah penurunan pendapatan kotor pasar secara kolektif.
Dominasi Romansa Koo Kyo-hwan dan Moon Ga-young di Akhir Pekan
Menurut warta Variety pada Minggu (1/2), film arahan sutradara Kim Do-young yang dibintangi oleh Koo Kyo-hwan dan Moon Ga-young itu menghasilkan 1,2 juta dolar AS dari penjualan 179.740 tiket bioskop dari Jumat hingga Minggu. Angka ini menegaskan bahwa duet maut antara Koo Kyo-hwan dan Moon Ga-young memiliki daya tarik magnetis bagi para penikmat sinema di Korea.
Film yang dibuat berdasarkan film populer Tiongkok tahun 2018 berjudul "Us and Them" itu menceritakan dua mantan kekasih yang pertama kali bertemu pada 2008 dan secara tak terduga bertemu kembali dalam penerbangan 10 tahun kemudian. Hingga saat ini, film "Once We Were Us" telah mengumpulkan pendapatan kotor akumulatif 15,5 juta dolar AS dari 2.322.852 penonton. Kisah tentang pertemuan kembali dan refleksi masa lalu ini tampaknya sangat relevan dengan perasaan kolektif penonton saat ini.
Eksistensi Drama Musikal Choir of God dan Kekuatan Avatar di Papan Atas
Di posisi kedua, persaingan ketat ditunjukkan oleh drama musikal "Choir of God" yang menempati peringkat kedua dengan perolehan 974.062 dolar AS dari 148.319 penonton. Meski sudah memasuki pekan kelimanya di box office, film ini masih menunjukkan performa kuat.
Film yang dibintangi oleh Park Si-hoo dan Jeong Jin-woon itu ceritanya berpusat pada seorang petugas keamanan Korea Utara yang mengorganisir paduan suara untuk berinteraksi dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional dalam upaya mengamankan dana asing bagi negara. Perolehan kotor film tersebut kini telah mencapai 6,1 juta dolar AS.
Sementara itu, raksasa Hollywood "Avatar: Fire and Ash" berada di peringkat ketiga dengan perolehan 581.386 dolar AS pada akhir pekan. Sejak dirilis pada Desember 2025, film ini telah mengumpulkan pendapatan total 53,4 juta dolar AS dari 6.679.898 penonton. Meskipun posisinya perlahan tergeser oleh film-film lokal baru, angka akumulatif tersebut menunjukkan betapa besarnya basis penggemar karya James Cameron di Korea Selatan.
Geliat Film Animasi Lokal dan Debut Horor Sam Raimi
Sektor animasi juga tidak ketinggalan unjuk gigi. Film animasi Korea Selatan yang berjudul "Shinbi’s Haunted House: One More Summon" menempati peringkat keempat, membukukan tambahan penerimaan 216.295 dolar AS selama akhir pekan sehingga perolehannya total 1,8 juta dolar AS. Film animasi yang dibuat berdasarkan serial televisi "Shinbi Apartment" itu mengikuti kisah kakak-adik Hari dan Doori serta goblin bernama Shinbi saat menyelidiki ancaman supranatural.
Di sisi lain, genre horor mulai merangkak naik dengan hadirnya karya terbaru dari sutradara kenamaan Sam Raimi yang berjudul "Send Help". Film ini menempati posisi kelima dalam debutnya di box office Korea Selatan, mengantongi 231.647 dolar AS dari 34.266 penonton dari Jumat hingga Minggu. Sejak dirilis pada 28 Januari 2026, film tersebut telah menghasilkan total 355.618 dolar AS. Angka ini cukup menjanjikan untuk kategori film horor luar negeri di pasar Korea.
Penurunan Pendapatan Pasar Kolektif dan Daftar Sepuluh Besar Lainnya
Memasuki paruh bawah daftar sepuluh besar, terjadi pergeseran posisi yang cukup signifikan. Film "Zootopia 2" turun ke peringkat keenam dengan penerimaan kotor akhir pekan senilai 194.402 dolar AS, yang menambah pendapatan totalnya menjadi 56,4 juta dolar AS. Diikuti oleh film Hollywood baru "The Housemaid" yang menempati urutan ketujuh dengan hasil 184.585 dolar AS dari 28.418 penonton.
Selanjutnya, film thriller Korea Selatan berjudul "Sister" debut di peringkat delapan, mengumpulkan hasil 168.064 dolar AS dari 26.863 penonton. Posisi kesembilan secara mengejutkan ditempati oleh film romansa Jepang "Even If This Love Disappears from the World Tonight" (2022), yang memperoleh hasil 132.502 dolar AS dari penjualan tiket bioskop.
Daftar ini ditutup oleh film animasi klasik Studio Ghibli yang berjudul "Laputa: Castle in the Sky" dengan hasil 104.806 dolar AS pada akhir pekan, membawa pendapatan akumulatifnya mencapai 597.166 dolar AS.
Secara keseluruhan, pasar bioskop Korea Selatan sedang mengalami fase pendinginan. Pendapatan kotor kolektif pasar pada akhir pekan yang berakhir Minggu (1/2) turun menjadi 4,9 juta dolar AS dari 6,3 juta dolar AS pada akhir pekan sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan bagi para distributor untuk kembali memicu minat masyarakat dalam mengunjungi bioskop pada pekan-pekan mendatang.