Laporan Terbaru PIHPS Harga Cabai Rawit Merah Kini Menyentuh Rp65.600 Per Kilogram

Laporan Terbaru PIHPS Harga Cabai Rawit Merah Kini Menyentuh Rp65.600 Per Kilogram
Rabu, 04 Februari 2026 | 10:13:30 WIB

JAKARTA - Dinamika harga kebutuhan pokok di tingkat nasional kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan pada pertengahan pekan ini. 

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pada Rabu (4/2/2026), komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit merah, terpantau masih berada di level tinggi.

Kenaikan harga pada bumbu dapur utama ini menjadi perhatian serius bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner di seluruh Indonesia.

Pusat data yang dikelola secara ketat oleh Bank Indonesia ini mencatat bahwa fluktuasi harga tidak hanya terjadi pada kelompok cabai, tetapi juga merambat pada komoditas protein hewani dan bahan pokok lainnya. 

Laporan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam mengatur pos belanja dapur di tengah tren harga pangan yang dinamis pada awal Februari 2026.

Tren Kenaikan Harga Cabai dan Bawang di Tingkat Pedagang Eceran

Kelompok komoditas pedas menjadi penyumbang utama fluktuasi harga pangan hari ini. Selain cabai rawit merah yang bertengger di harga Rp65.600 per kg, varian cabai lainnya juga mencatatkan angka yang cukup tinggi. 

Cabai rawit hijau kini dibanderol seharga Rp52.100 per kg, sementara cabai merah keriting berada di angka Rp41.350 per kg, dan cabai merah besar mencapai Rp40.100 per kg.

Tidak hanya cabai, duo bawang yang merupakan kebutuhan dasar bumbu dapur juga menunjukkan angka yang stabil di level atas. 

Bawang merah tercatat dijual dengan rata-rata nasional Rp43.550 per kg, sedangkan bawang putih mengikuti di harga Rp40.600 per kg. Kondisi ini menuntut kecermatan konsumen dalam mengelola stok dapur agar beban pengeluaran tidak melonjak tajam.

Stabilitas Harga Beras di Berbagai Kelas Kualitas Pasar Nasional

Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, harga beras terus dipantau untuk menjaga daya beli publik. Data PIHPS per 4 Februari 2026 menunjukkan keberagaman harga berdasarkan klasifikasi kualitasnya. 

Untuk beras kualitas bawah I dan II, harga dipatok seragam pada level Rp14.400 per kg. Hal ini menunjukkan distribusi stok untuk kelas bawah masih terjaga dengan cukup merata di berbagai daerah.

Sementara itu, untuk segmen beras medium, masyarakat perlu merogoh kocek sebesar Rp15.900 per kg untuk kualitas medium I dan Rp15.750 per kg untuk kualitas medium II. 

Di level tertinggi, beras kualitas super I berada di harga Rp17.100 per kg, sedangkan beras kualitas super II dibanderol Rp16.650 per kg. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan mutu gabah dan proses penggilingan yang beredar di pasar ritel nasional.

Pergerakan Harga Protein Hewani: Daging Sapi, Ayam, dan Telur Ras

Sektor protein hewani juga tidak luput dari pantauan PIHPS Nasional. Telur ayam ras, yang merupakan sumber protein paling populer, kini berada di harga Rp31.350 per kg. Sementara itu, untuk daging ayam ras, harga eceran nasional tercatat sebesar Rp40.350 per kg. 

Meskipun terdapat fluktuasi tipis di beberapa daerah, secara nasional harga ini masih dianggap dalam batas wajar untuk periode awal bulan.

Untuk komoditas daging sapi, terdapat disparitas harga yang cukup jelas berdasarkan kualitasnya. Daging sapi kualitas I tercatat paling mahal dengan harga Rp142.700 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II dibanderol Rp135.300 per kg. 

Perbedaan harga ini sering kali dipengaruhi oleh asal potongan daging serta preferensi konsumen di pasar tradisional maupun pasar modern.

Kondisi Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Pasar Tradisional

Komoditas penting lainnya yang masuk dalam laporan rutin PIHPS adalah minyak goreng dan gula pasir. Untuk minyak goreng, terdapat tiga klasifikasi harga yang perlu diketahui konsumen. Minyak goreng curah saat ini dijual dengan harga Rp18.950 per liter. 

Sedangkan untuk produk kemasan, merek I dibanderol Rp22.600 per liter dan merek II berada di angka Rp21.550 per liter.Di sektor pemanis, gula pasir kualitas premium tercatat menyentuh harga Rp19.800 per kg, sementara untuk gula pasir lokal harganya lebih ekonomis di angka Rp18.350 per kg. 

Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan pada komoditas tertentu seperti cabai, secara umum ketersediaan bahan pokok lainnya tetap terjamin dengan pergerakan harga yang masih dalam pantauan otoritas moneter dan pangan nasional.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah