Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Terbaru Seluruh Indonesia Per 4 Februari 2026
JAKARTA - Kabar gembira menghampiri para pengguna kendaraan bermotor di seluruh penjuru tanah air pada pertengahan pekan ini.
Mulai Rabu, 4 Februari 2026, PT Pertamina (Persero) secara resmi memberlakukan harga baru untuk sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Langkah penurunan harga ini menjadi angin segar bagi mobilitas masyarakat, mengingat bahan bakar merupakan salah satu komponen utama dalam biaya operasional transportasi harian.
Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan fluktuasi harga minyak mentah dunia serta mengacu pada regulasi terbaru dari pemerintah.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Rincian Penurunan Harga Signifikan Pada Varian Produk Unggulan Pertamina
Secara umum, penurunan harga terjadi pada hampir semua jenis BBM umum atau nonsubsidi. Varian Pertamax, yang banyak digunakan oleh kendaraan pribadi, mengalami penurunan harga yang cukup terasa, yakni kini dibanderol Rp11.800 per liter dari harga sebelumnya Rp12.350 per liter.
Penurunan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tetap menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi yang lebih ramah lingkungan.
Selain Pertamax, varian bahan bakar performa tinggi lainnya juga terkoreksi. Pertamax Turbo kini turun menjadi Rp12.700 per liter dari sebelumnya Rp13.400 per liter. Bagi pengguna kendaraan ramah lingkungan, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian menjadi Rp12.450 per liter dari harga sebelumnya Rp13.150 per liter.
Sektor kendaraan bermesin diesel pun tidak ketinggalan merasakan dampak positif ini Dexlite kini dibanderol Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter, sementara Pertamina Dex turun tipis menjadi Rp13.500 per liter dari Rp13.600 per liter.
Variasi Harga BBM Nonsubsidi di Wilayah Sumatera dan Kawasan Perdagangan Bebas
Meskipun secara nasional mengalami penurunan, terdapat perbedaan harga eceran di setiap provinsi karena adanya pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang besarannya ditentukan oleh pemerintah daerah setempat.
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertamax dipatok pada angka Rp12.100 per liter, sedangkan di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau harga sedikit lebih tinggi yakni Rp12.400 per liter.
Keistimewaan harga tetap terlihat di wilayah Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas. Di Sabang, Pertamax bahkan bisa dinikmati dengan harga Rp11.100 per liter.
Sementara itu, di wilayah FTZ Batam, harga Pertamax tercatat sebesar Rp11.300 per liter dan Pertamax Turbo berada di angka Rp12.050 per liter.
Untuk produk subsidi seperti Pertalite dan Solar, harganya terpantau tetap stabil di seluruh Indonesia, yakni masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Daftar Harga Terbaru di Kawasan Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara
Bagi masyarakat di Pulau Jawa yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga yang berlaku adalah harga terendah nasional. Pertamax berada di harga Rp11.800, Pertamax Turbo Rp12.700, dan Dexlite Rp13.250.
Skema harga yang sama juga berlaku di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, memberikan keseragaman biaya perjalanan bagi wisatawan maupun warga lokal di zona tersebut.
Sedangkan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, terdapat sedikit perbedaan tipis di mana Pertamax dipatok seharga Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter.
Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk tetap kompetitif di pasar sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen di tengah dinamika pasar energi global yang bergerak cepat pada awal tahun 2026 ini.
Peta Harga Bahan Bakar di Wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Ujung Timur Papua
Bergerak ke arah timur, wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur mencatatkan harga Pertamax sebesar Rp12.100 per liter.
Namun, untuk Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harganya sedikit berbeda di angka Rp12.400 per liter. Pola yang hampir serupa juga ditemukan di seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, di mana Pertamax dibanderol rata sebesar Rp12.100 per liter.
Di wilayah Maluku dan Papua, tantangan distribusi tetap menjadi faktor penentu harga, namun semangat satu harga tetap dikedepankan. Di Papua, Papua Barat, hingga provinsi baru seperti Papua Pegunungan, harga Pertalite dan Solar tetap sama dengan wilayah lain di Indonesia.
Sementara untuk Pertamax, harganya mayoritas berada di angka Rp12.100 per liter. Dengan adanya penurunan harga per 4 Februari 2026 ini, diharapkan daya beli masyarakat dapat terjaga dan roda ekonomi di berbagai daerah, terutama di wilayah terpencil, dapat terus berputar dengan biaya logistik yang lebih efisien.