Pemerintah Kabupaten Lamongan Optimalkan Produksi Lele Guna Pasok Program Makan Bergizi

Pemerintah Kabupaten Lamongan Optimalkan Produksi Lele Guna Pasok Program Makan Bergizi
Rabu, 04 Februari 2026 | 10:13:33 WIB

JAKARTA - Strategi penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah kini mulai diarahkan pada pemanfaatan komoditas lokal yang memiliki nilai gizi tinggi namun tetap terjangkau. 

Pemerintah Kabupaten Lamongan secara resmi mempercepat peningkatan produksi ikan lele sebagai langkah konkret untuk menjamin ketersediaan sumber protein hewani. 

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan mendukung kedaulatan pangan sekaligus menjadi tulang punggung pasokan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digalakkan pemerintah.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa sektor perikanan darat adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang sehat dan cerdas. 

Dengan mengoptimalkan budidaya lele, Lamongan tidak hanya mengincar status sebagai produsen ikan, tetapi juga sebagai penyedia nutrisi yang berkelanjutan bagi generasi masa depan.

Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan Darat

Pengembangan sektor perikanan air tawar di Lamongan kini menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Menurut Bupati Yuhronur, langkah ini sangat krusial dalam memperkokoh struktur pangan di daerahnya.

Dukungan dari pusat melalui KKP menjadi pemantik semangat bagi para pembudidaya untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

“Program bantuan budidaya lele ini kami optimalkan agar produksi ikan di Lamongan terus meningkat. Hasilnya nanti dapat mendukung kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat, termasuk untuk menyuplai Program MBG,” tutur Yuhronur saat berada di Lamongan. 

Ia percaya bahwa kemandirian protein yang berbasis pada sumber daya lokal akan jauh lebih stabil dan memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat sekitar.

Distribusi Paket Bantuan Kolam Terpal di Empat Desa Penyangga

Implementasi program ini dilakukan secara merata melalui penyaluran sarana prasarana budidaya yang memadai. Bantuan yang dikucurkan oleh KKP mencakup tiga paket sarana budidaya lele yang komprehensif. 

Teknisnya, setiap paket terdiri atas delapan kolam terpal, di mana masing-masing kolam akan diisi dengan benih sebanyak 2.500 ekor.

Program ini menyasar empat wilayah strategis yang diharapkan mampu bertransformasi menjadi lumbung lele baru, yakni Desa Kebonsari di Kecamatan Sukodadi, Desa Pangkatrejo di Kecamatan Sugio, Desa Tambakploso di Kecamatan Turi, serta Desa Latukan di Kecamatan Karanggeneng. 

“With adanya bantuan ini, kami berharap muncul sentra-sentra produksi lele baru. Tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal,” tambah Yuhronur.

Pilihan menggunakan kolam terpal dinilai lebih efisien dan memudahkan masyarakat dalam melakukan pengelolaan di lahan terbatas.

Pendampingan Teknis Secara Intensif Demi Keberlanjutan Hasil Panen Maksimal

Pemerintah Kabupaten Lamongan menyadari bahwa pemberian bantuan fisik saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan transfer pengetahuan. Oleh karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan telah menyiapkan skema pembinaan yang ketat bagi kelompok penerima manfaat. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, memastikan bahwa bantuan tersebut datang dalam satu paket lengkap dengan edukasi teknis.

“Kami melakukan pembinaan mulai dari manajemen pakan, pengelolaan kualitas air, hingga teknik pemeliharaan yang baik. Tujuannya agar hasil panen bisa maksimal dan berkesinambungan,” kata Yuli.

Pendampingan ini sangat penting untuk meminimalkan risiko kegagalan panen dan memastikan bahwa setiap benih yang ditebar dapat tumbuh optimal hingga masa panen tiba. 

Pengelolaan kualitas air dan nutrisi pakan menjadi fokus utama agar ikan lele yang dihasilkan memiliki kualitas gizi yang prima.

Integrasi Produksi Lele Lokal dengan Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis

Visi besar dari peningkatan produksi lele di Lamongan adalah terciptanya ekosistem pangan yang mandiri. Hasil panen dari kolam-kolam bantuan ini nantinya tidak hanya akan dilempar ke pasar umum secara luas, tetapi diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam daerah, terutama untuk mendukung operasional Program MBG di wilayah Lamongan.

Yuli Wahyuono menambahkan bahwa jika produksi lele meningkat, beban ketergantungan pangan dari luar daerah dapat ditekan. 

“Jika produksi lele meningkat, kebutuhan protein masyarakat bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat,” jelas Yuli Wahyuono. 

Dengan demikian, rantai pasok Program MBG akan lebih efisien karena menggunakan bahan baku yang segar dan tersedia di lingkungan setempat, yang secara otomatis juga akan menggerakkan roda ekonomi para pembudidaya lokal.

Melalui sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat pembudidaya, Kabupaten Lamongan optimis mampu menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan taraf hidup warga melalui sektor perikanan yang tangguh.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah