Desa Wisata Binaan BCA Raih Penghargaan Bergengsi Pariwisata Berkelanjutan Tingkat ASEAN
JAKARTA - Keberhasilan pengembangan sektor pariwisata berbasis komunitas kembali menorehkan tinta emas di panggung internasional. Desa Wisata Kampung Prai Ijing (Tebara) yang terletak di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru saja mengukir prestasi gemilang dengan menyabet gelar ASEAN Sustainable Tourism Award.
Penghargaan ini diberikan dalam ajang prestisius ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026 yang diselenggarakan di Cebu, Filipina. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara sektor perbankan dan masyarakat lokal mampu menciptakan destinasi kelas dunia yang tetap menjunjung tinggi nilai keberlanjutan.
Melalui payung program "Desa Bakti BCA", PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sukses mentransformasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang diakui di Asia Tenggara. Penghargaan ini menegaskan peran strategis korporasi dalam membina usaha komunitas desa dan pelaku UMKM agar mampu bersaing di level global dengan tetap menjaga kearifan lokal.
Keunikan Kain Tenun Sumba Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Desa
Salah satu kunci utama yang membawa Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara meraih penghargaan ini adalah keaslian budayanya, khususnya kerajinan kain tenun Sumba yang ikonik. VP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan rasa bangganya atas pengakuan internasional terhadap produk pedesaan Indonesia.
"Kami bangga Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara berhasil menyabet gelar ASEAN Tourism Sustainable Awards - Rural Product berkat keunikan kain tenun Sumba. Pencapaian ini menunjukkan potensi besar desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang unggul," jelas Hera F. Haryn. Melalui apresiasi ini, terlihat jelas bahwa sektor UMKM di wilayah pelosok memiliki daya saing tinggi apabila dikelola dengan standar pariwisata yang berkualitas.
Komitmen BCA Dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM Dan Kesejahteraan Masyarakat
Kesuksesan di Filipina tersebut menjadi cermin dari komitmen jangka panjang BCA dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Program UMKM dan Desa Bakti BCA dirancang bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial, tetapi sebagai upaya sistematis untuk memajukan kesejahteraan masyarakat setempat. Pendampingan yang dilakukan bertujuan agar komunitas masyarakat desa dapat terus berkembang secara mandiri.
Hera menambahkan bahwa pencapaian ini kembali menunjukkan potensi yang sangat besar yang dimiliki desa-desa wisata Indonesia sebagai pariwisata berkelanjutan yang unggul.
"Melalui program UMKM dan Desa Bakti BCA, kami berkomitmen mendorong usaha komunitas dan UMKM untuk berkembang, sekaligus meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat," ujarnya.
Program ini memastikan bahwa setiap desa wisata di bawah naungan Bakti BCA memiliki fondasi ekonomi yang kuat melalui pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.
Apresiasi ASEAN Tourism Awards Bagi Inovasi Pariwisata Di Kawasan
ASEAN Tourism Awards (ATA) merupakan ajang penghargaan yang ditujukan untuk memberikan apresiasi bagi pelaku pariwisata di negara-negara ASEAN.
Perhelatan ATA 2026 ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF). Acara ini merupakan upaya kolektif negara-negara anggota untuk mempromosikan wilayah Asia Tenggara sebagai tujuan wisata utama bagi pelancong domestik maupun mancanegara.
Keberhasilan Desa Prai Ijing Tebara dalam ajang ini secara tidak langsung menempatkan pariwisata Indonesia pada posisi yang sangat diperhitungkan.
Penghargaan kategori Rural Product menunjukkan bahwa dunia internasional mulai melirik destinasi yang menawarkan pengalaman autentik di tingkat pedesaan. Bagi BCA, penghargaan ini menjadi validasi bahwa pola pendampingan yang mereka terapkan selaras dengan tren pariwisata global yang menuntut keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Strategi Pendampingan Menyeluruh Bagi 28 Desa Binaan Di Nusantara
Hingga saat ini, program UMKM dan Desa Bakti BCA telah memberikan pendampingan secara menyeluruh kepada 28 Desa Bakti BCA yang tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia. Inisiatif ini memegang teguh dua pilar tujuan utama, yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan perluasan akses pasar. BCA tidak hanya memberikan dana, tetapi juga terlibat aktif dalam membangun ekosistem wisata yang sehat.
Program pendampingan tersebut mencakup penguatan atraksi wisata, pengelolaan layanan standar internasional, hingga pembekalan literasi keuangan bagi warga.
Tak hanya itu, BCA juga memfasilitasi familiarization trip dan pemberdayaan UMKM lokal agar produk mereka dapat diserap oleh pasar yang lebih luas. Sebagai bentuk dukungan nyata bagi pariwisata domestik, BCA bahkan memberikan diskon 30% untuk memudahkan nasabah merasakan pengalaman berwisata di berbagai Desa Bakti BCA.
“Kami berharap kontribusi Desa Bakti BCA dapat mendorong desa-desa wisata lain di Indonesia dalam meraih potensi optimalnya dalam menyelenggarakan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan seperti halnya yang diraih Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara ini,” tutup Hera.
Melalui sinergi ini, diharapkan akan lahir lebih banyak desa wisata unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi nasional dari akar rumput.