Langkah Nyata Kementerian ESDM Survei Sepuluh Desa Tanpa Listrik di Kaltara

Langkah Nyata Kementerian ESDM Survei Sepuluh Desa Tanpa Listrik di Kaltara
Kamis, 05 Februari 2026 | 08:55:33 WIB

JAKARTA - Harapan baru kini mulai menyinari desa-desa terpencil di Kalimantan Utara (Kaltara) yang selama ini masih bergelut dengan kegelapan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia secara resmi telah menerjunkan tim survei lapangan guna memetakan kebutuhan listrik di sepuluh desa yang hingga saat ini belum terjamah layanan energi listrik secara memadai. 

Langkah strategis ini merupakan respons cepat pemerintah pusat setelah adanya koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Kaltara dengan pihak kementerian di tingkat nasional.Kepala Dinas ESDM Kaltara, Yosua Batara Payangan, memberikan konfirmasi langsung mengenai perkembangan positif ini. 

Saat ditemui di Tanjung Selor pada Rabu (4/2), ia menjelaskan bahwa kehadiran tim survei tersebut merupakan buah manis dari pertemuan strategis antara Gubernur Kaltara dan Menteri ESDM yang berlangsung di Balikpapan beberapa waktu lalu. Komitmen pemerintah pusat untuk memperhatikan daerah perbatasan dan pedalaman mulai menunjukkan progres nyata melalui identifikasi lapangan ini.

Tindak Lanjut Pertemuan Strategis Gubernur dan Menteri ESDM

Upaya untuk menerangi Kaltara hingga ke pelosok bukanlah tanpa dasar. Yosua Batara Payangan menegaskan bahwa kehadiran tim teknis di lapangan merupakan instruksi langsung yang segera dilaksanakan setelah komunikasi tingkat tinggi terjadi. "Pertemuan Pak Gubernur (Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang) dan Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia) di Balikpapan, itu sudah ditindaklanjuti. Tim survei dari Kementerian ESDM dan Dinas ESDM sudah turun ke 10 desa di Kaltara," ungkap Yosua memberikan keterangan resmi terkait operasional tim di lapangan.

Kolaborasi antara pusat dan daerah ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pemerataan infrastruktur energi di provinsi termuda di Indonesia ini. Dengan turunnya tim survei, data teknis mengenai kondisi geografis dan kebutuhan spesifik di setiap desa dapat dikumpulkan secara akurat. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kendala teknis saat proses realisasi pembangunan jaringan listrik nantinya, terutama mengingat medan Kaltara yang didominasi hutan dan pegunungan.

Sebaran Lokasi Survei di Malinau, Nunukan, hingga Bulungan

Proses survei dilakukan secara komprehensif dengan menyasar wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori daerah terisolasi. Yosua merincikan bahwa sepuluh desa yang disurvei tersebut berada di bawah naungan tiga kabupaten berbeda, yakni Kabupaten Nunukan, Malinau, dan Bulungan. Di Kabupaten Malinau, perhatian difokuskan pada tiga desa strategis, yaitu Desa Long Lake di wilayah Kecamatan Malinau Selatan Hulu, serta Desa Lung Berang dan Desa Lung Simau yang berada di bawah administrasi Kecamatan Mentarang Hulu.

Sementara itu, jangkauan survei paling luas dilakukan di Kabupaten Nunukan yang mencakup enam desa sekaligus. Lokasi tersebut meliputi Desa Pa' Padi di Kecamatan Krayan, Desa Tang Paye di Kecamatan Krayan Tengah, serta Desa Panas di Kecamatan Lumbis Pansiangan. Selain itu, tim juga menyisir wilayah Kecamatan Sembakung yang meliputi Desa Pelaju, Desa Tepian, dan Desa Tagul. Untuk wilayah Kabupaten Bulungan sendiri, satu titik krusial yang menjadi sasaran survei adalah Desa Long Leju yang terletak di pedalaman Kecamatan Pesok.

Upaya Penyerahan Data Ratusan Desa ke DPR RI

Meskipun saat ini survei difokuskan pada sepuluh titik prioritas, Pemerintah Provinsi Kaltara tidak berhenti sampai di situ. Komitmen untuk memperjuangkan seluruh wilayah yang masih gelap terus disuarakan melalui jalur legislatif. Yosua menyebutkan bahwa langkah ini semakin diperkuat dengan melibatkan Komisi XII DPR RI guna memastikan dukungan anggaran dan kebijakan di tingkat pusat tetap berjalan beriringan dengan kebutuhan di daerah.

“Jadi 10 desa itu sudah disurvei dan itu sudah kita tindaklanjuti juga. Pak Gubernur juga sudah pertemuan lagi dengan Komisi XII DPR RI di Tarakan setelah pertemuan dengan Menteri ESDM di Balikpapan beberapa waktu lalu,” jelas Yosua lebih lanjut. Dalam pertemuan formal tersebut, Gubernur Zainal A. Paliwang membawa data yang lebih besar, yakni menyerahkan daftar 123 desa yang hingga kini tercatat belum memiliki akses listrik di seluruh wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Utara.

Prioritas Pembangunan Listrik untuk Wilayah Terisolasi dan Perbatasan

Karakteristik geografis Kaltara sebagai wilayah beranda terdepan Indonesia memang memberikan tantangan tersendiri dalam penyediaan infrastruktur. Desa-desa yang disurvei umumnya memiliki akses jalan yang sulit dan berada di kawasan terisolasi. Oleh karena itu, skema penyediaan listrik di lokasi-lokasi tersebut memerlukan perencanaan khusus agar distribusi energi bisa berjalan stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Yosua Batara Payangan menutup penjelasannya dengan optimisme tinggi bahwa kerja keras ini akan segera membuahkan hasil bagi masyarakat di pelosok. Fokus utama pemerintah adalah memberikan hak yang sama atas energi bagi warga di perbatasan. “Sebanyak 10 desa itu disurvei untuk penyediaan listrik ini desa pada daerah yang terisolasi. Desa terisolasi ini biasanya dengan karakter daerah di pedalaman dan perbatasan. Ini akan terus kita tindaklanjuti dengan harapan dapat segera terealisasi,” pungkasnya menutup pembicaraan.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah