Presiden Prabowo Subianto Lantik Wajah Baru Kabinet Merah Putih Sore Ini

Presiden Prabowo Subianto Lantik Wajah Baru Kabinet Merah Putih Sore Ini
Kamis, 05 Februari 2026 | 15:14:05 WIB

JAKARTA - Istana Kepresidenan Jakarta kembali menjadi pusat perhatian publik pada Kamis sore, 5 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan memimpin prosesi pelantikan pejabat baru dalam jajaran Kabinet Merah Putih. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat efektivitas pemerintahan, terutama dalam mengisi pos-pos jabatan yang selama ini masih kosong atau memerlukan penyegaran di awal tahun kedua masa jabatannya.

Agenda perombakan atau reshuffle ini menarik perhatian karena dilakukan bersamaan dengan rangkaian prosesi kenegaraan lainnya. Kabar mengenai pelantikan ini telah dikonfirmasi oleh pihak Sekretariat Negara, yang memastikan bahwa Presiden ingin memastikan mesin pemerintahan berjalan maksimal tanpa ada hambatan manajerial di tingkat kementerian maupun lembaga tinggi negara.

Langkah Strategis Presiden dalam Mengisi Kekosongan Jabatan Kabinet

Fokus utama dari agenda sore ini bukanlah perombakan besar-besaran terhadap seluruh menteri, melainkan langkah pragmatis untuk mengisi posisi yang selama ini lowong. Salah satu yang paling dinantikan adalah kepastian mengenai siapa yang akan menduduki kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Posisi ini dinilai krusial di tengah dinamika ekonomi global yang memerlukan koordinasi intensif antara kementerian teknis dan otoritas moneter.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan sedikit bocoran mengenai urgensi agenda hari ini. Ia menegaskan bahwa prioritas Presiden adalah memastikan setiap departemen memiliki nakhoda yang lengkap. "Rencananya nanti sore, nanti sore akan ada agenda untuk Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang merupakan perwakilan DPR. Iya (pelantikan Wamenkeu) bersamaan dengan Adies Kadir," ungkap Prasetyo kepada awak media di lingkungan Istana.

Menanti Nama Baru yang Akan Memperkuat Tim Ekonomi

Meskipun Istana belum merilis daftar nama secara resmi, desas-desus mengenai sosok yang akan mengisi kursi Wamenkeu telah mencuat kuat. Nama eks Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, santer dikabarkan akan bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih. Juda disebut-sebut akan menggantikan posisi Thomas Djiwandono untuk mendampingi Menteri Keuangan dalam mengelola kebijakan fiskal negara.

Pemilihan figur dengan latar belakang perbankan sentral menunjukkan keinginan Presiden Prabowo untuk mempererat sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Meski demikian, Prasetyo Hadi masih enggan mengonfirmasi secara gamblang identitas pejabat baru tersebut sebelum prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan. "Dia hanya memastikan, reshuffle hari ini hanya berfokus pada sejumlah jabatan kosong di tubuh kabinet," sebagaimana dilaporkan dalam pantauan di lapangan.

Pengucapan Sumpah Hakim Mahkamah Konstitusi oleh Adies Kadir

Selain dinamika di jajaran kabinet, sore ini juga akan menjadi momen bersejarah bagi dunia hukum Indonesia. Politikus senior Partai Golkar, Adies Kadir, dijadwalkan akan mengucapkan sumpah jabatan sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di hadapan Presiden. Adies Kadir hadir sebagai perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengisi komposisi hakim di lembaga penjaga konstitusi tersebut.

Kehadiran Adies di MK diharapkan dapat memberikan warna baru dan integritas dalam proses pengujian undang-undang di Indonesia. Integrasi jadwal pelantikan Hakim MK dengan pejabat kabinet ini menunjukkan efisiensi protokoler yang dijalankan oleh Istana, di mana Presiden memanfaatkan satu waktu seremonial untuk beberapa agenda penguatan lembaga negara sekaligus.

Evaluasi Berkelanjutan Terhadap Kinerja Para Pembantu Presiden

Meskipun fokus hari ini adalah pada pengisian kursi kosong, isu mengenai perombakan menteri yang lebih luas tetap membayangi. Prasetyo Hadi tidak menampik bahwa Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh menteri dan wakil menteri. Presiden memiliki hak prerogatif penuh untuk melakukan penggantian kapan pun jika dirasa ada tim yang kurang optimal dalam mengeksekusi visi-misi pemerintah.

Namun, untuk saat ini, masyarakat diminta fokus pada agenda pelantikan yang ada di depan mata. "Presiden belum menentukan apakah jadi merombak jajaran para pembantunya di pemerintahan tersebut, termasuk kapan reshuffle akan dilakukan," jelas Prasetyo. Hal ini menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo didasarkan pada pertimbangan matang mengenai kebutuhan stabilitas nasional dan efisiensi birokrasi yang cepat dan tanggap.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah