Tanggapan KAI Terkait Video Viral Kereta Berhenti Saat Gempa Di Yogyakarta
JAKARTA - Dunia maya sempat dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan rangkaian kereta api berhenti mendadak tepat saat gempa bumi mengguncang wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya. Narasi yang berkembang di media sosial sempat memicu kekhawatiran karena menyebutkan adanya kereta yang mengalami anjlok akibat dampak guncangan gempa yang berpusat di Pacitan tersebut.
Namun, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta dengan cepat memberikan klarifikasi guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat.Gempa bumi yang terjadi pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, sekitar pukul 01.06 WIB memang meninggalkan kesan mendalam bagi warga.
Kekuatan gempa yang mencapai Magnitudo 6,5 (kemudian diperbarui BMKG) tersebut dirasakan cukup kuat hingga membuat warga di berbagai wilayah DIY berhamburan keluar rumah. Di tengah kepanikan tersebut, video kereta api yang berhenti di jalur terbuka menjadi viral, memancing berbagai spekulasi mengenai keamanan moda transportasi massal ini.
Klarifikasi KAI Daop 6 Mengenai Kabar Kereta Anjlok Akibat Gempa
Menyikapi kegaduhan yang timbul dari video viral tersebut, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, secara tegas membantah adanya insiden kereta anjlok. Menurutnya, apa yang terlihat dalam video tersebut bukanlah kecelakaan, melainkan bagian dari prosedur keamanan ketat yang wajib dilakukan oleh seluruh masinis ketika terjadi keadaan darurat bencana alam.
“Nggak ada KA anjlok. Itu KA-nya berhenti karena sesuai prosedur saat terjadi gempa maka seluruh kereta api menghentikan operasional saat itu juga,” ujar Feni saat dikonfirmasi pada Jumat, 6 Februari 2026. Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi, sehingga penghentian mendadak atau yang dikenal dengan istilah Berhenti Luar Biasa (BLB) harus segera dilakukan tanpa menunggu instruksi lebih lanjut jika getaran dirasakan.
Feni juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah termakan oleh narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penghentian perjalanan tersebut bersifat sementara dan merupakan langkah antisipatif untuk mencegah risiko yang lebih besar sebelum jalur dipastikan benar-benar aman untuk dilalui.
Prosedur Pemeriksaan Jalur Dan Infrastruktur Pasca Guncangan Gempa Bumi
Begitu semua kereta diinstruksikan berhenti, PT KAI tidak lantas membiarkan mereka menunggu tanpa kepastian. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana, tim prasarana langsung diterjunkan ke lapangan untuk menyisir kondisi jalur rel. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan struktur rel, kondisi tanah di sekitar jalur, hingga kestabilan jembatan-jembatan kereta api yang ada di wilayah terdampak.
“Para petugas akan langsung melakukan pemeriksaan kondisi prasarana seperti jalur rel dan jembatan,” kata Feni menjelaskan langkah teknis yang diambil. Pemeriksaan fisik ini sangat krusial karena guncangan gempa bumi berisiko mengubah geometri rel atau merusak pondasi jembatan yang bisa sangat berbahaya jika tetap dipaksakan melintas.
Proses pengecekan dilakukan dengan sangat teliti di sepanjang lintas Daop 6. Feni menambahkan bahwa operasional tidak akan dibuka kembali sebelum ada lampu hijau dari tim teknis. “Semua KA baru akan mulai melanjutkan perjalanan setelah jalur dinyatakan aman dilalui,” imbuhnya. Komitmen ini menunjukkan bahwa aspek keamanan tidak bisa ditawar, meskipun harus mengorbankan ketepatan waktu perjalanan untuk sementara waktu.
Dampak Gempa Pacitan Dan Pengalaman Kepanikan Warga Di Yogyakarta
Gempa yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 10 kilometer itu memang memiliki daya rusak yang patut diwaspadai. Di wilayah Bantul, salah satu daerah yang paling merasakan guncangan, warga melaporkan pengalaman mencekam. Khairul, seorang warga Bantul, menceritakan bagaimana tubuhnya sampai gemetar hebat saat merasakan lindu tersebut.
“Gemetar kalau gempa ini, gemetar sampai lemas,” ungkap Khairul pada Jumat pagi. Ia mengaku sedang asyik menonton podcast di dalam rumah ketika tiba-tiba tembok di sekelilingnya terlihat bergoyang. Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kisah serupa dialami oleh Febian, warga Giwangan, Kota Yogyakarta. Ia yang sedang terlelap tidur tiba-tiba terbangun karena merasakan kasurnya bergoyang perlahan namun pasti. “Lagi tidur kasur terasa goyang perlahan. Langsung bangunkan anak istri, lalu keluar rumah,” kenangnya. Kepanikan warga ini menjadi gambaran betapa kuatnya energi yang dilepaskan oleh gempa tersebut, sehingga keputusan KAI untuk menghentikan kereta secara otomatis adalah langkah yang sangat tepat.
Komitmen KAI Dalam Menjamin Keselamatan Penumpang Di Tengah Bencana
Pasca proses pemeriksaan yang intensif, KAI memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana di wilayah Daop 6 Yogyakarta tetap dalam kondisi baik dan layak operasi. Tidak ditemukan kerusakan signifikan pada jalur rel maupun jembatan akibat gempa tersebut. Alhasil, setelah koordinasi singkat, seluruh rangkaian kereta yang sempat berhenti luar biasa akhirnya diizinkan kembali melanjutkan perjalanan menuju stasiun tujuan.
Insiden viralnya video kereta berhenti ini justru menunjukkan bahwa sistem peringatan dini dan prosedur darurat di lingkungan KAI berjalan dengan sangat baik. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dengan BMKG guna memitigasi potensi gangguan akibat bencana alam di masa mendatang.Bagi masyarakat pengguna jasa kereta api, kejadian ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bahwa ada prosedur keselamatan yang sangat matang di balik setiap perjalanan.
Meskipun gempa bumi tidak bisa diprediksi, langkah antisipasi yang cepat dari para petugas KAI di lapangan memastikan bahwa perjalanan tetap aman, selamat, dan nyaman hingga sampai di tujuan. KAI juga berterima kasih atas kesabaran para penumpang yang terdampak penghentian sementara tersebut demi keamanan bersama.