Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI Polri Evaluasi Kinerja Strategis Di Istana

Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI Polri Evaluasi Kinerja Strategis Di Istana
Senin, 09 Februari 2026 | 13:00:25 WIB

JAKARTA - Pusat komando kebijakan pertahanan dan keamanan nasional hari ini berpusat di Istana Negara, saat Presiden Prabowo Subianto secara langsung memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri. Pertemuan krusial ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah momentum besar untuk menyelaraskan visi serta mengevaluasi capaian kinerja dua institusi garda terdepan bangsa. 

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan fokus pada kedaulatan, Presiden menekankan pentingnya sinergi yang kokoh antara personel militer dan kepolisian dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks, sekaligus memastikan stabilitas domestik tetap terjaga demi keberlanjutan pembangunan nasional.

Evaluasi Menyeluruh Terhadap Capaian Kinerja Keamanan Dan Ketertiban Nasional

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti berbagai aspek fundamental terkait kinerja TNI dan Polri selama setahun terakhir. Evaluasi ini mencakup efektivitas operasi di lapangan, respons terhadap gangguan keamanan, hingga transparansi administratif di tubuh kedua institusi. 

Presiden mengapresiasi dedikasi para prajurit dan bhayangkara yang telah bekerja keras, namun beliau juga memberikan catatan kritis mengenai area-area yang memerlukan perbaikan segera. Penguatan integritas dan profesionalisme menjadi poin utama yang digarisbawahi, mengingat kepercayaan masyarakat adalah modal sosial terbesar dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Presiden menegaskan bahwa evaluasi berkala seperti ini sangat penting agar setiap unit kerja tetap berada pada koridor visi besar pemerintah. Beliau menginginkan TNI dan Polri tidak hanya reaktif terhadap masalah, tetapi juga proaktif dalam memetakan potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Melalui forum Rapim ini, setiap komandan dan pimpinan wilayah diharapkan membawa pulang instruksi konkret untuk diimplementasikan hingga ke tingkat satuan terkecil.

Sinergi Tanpa Batas Antara TNI Dan Polri Menjaga Kedaulatan Bangsa

Salah satu poin yang ditekankan secara mendalam oleh Presiden dalam pertemuan di Istana tersebut adalah pentingnya menghilangkan ego sektoral antara TNI dan Polri. Kerja sama lintas institusi ini dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus menjamin ketertiban masyarakat. 

Presiden menginginkan koordinasi yang lebih cair, terutama dalam penanganan wilayah-wilayah perbatasan dan daerah rawan konflik. Persatuan antara pemegang senjata dan penegak hukum adalah fondasi bagi kekuatan pertahanan Indonesia di mata dunia.

Di hadapan para petinggi militer dan kepolisian, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa tantangan masa depan tidak bisa dihadapi sendirian oleh satu instansi saja. Integrasi data, intelijen, hingga operasi gabungan harus semakin ditingkatkan kualitasnya. Sinergi ini bukan hanya soal teknis di lapangan, melainkan juga soal kebersamaan dalam jiwa korsa untuk membela kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Transformasi Teknologi Pertahanan Dalam Menghadapi Ancaman Global Masa Depan

Presiden Prabowo juga menyinggung mengenai modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem kepolisian. Beliau menekankan bahwa dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, ancaman tidak lagi hanya bersifat fisik, tetapi juga bersifat siber dan hibrida. Oleh karena itu, TNI dan Polri dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan literasi teknologi para personelnya agar mampu mengimbangi kecanggihan ancaman global yang terus bermutasi.

Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kinerja, mulai dari sistem pengawasan perbatasan menggunakan drone hingga penggunaan data besar (big data) untuk analisis kriminalitas. 

Presiden berkomitmen untuk terus mendukung pendanaan pembangunan kekuatan pertahanan dan keamanan yang modern, asalkan dibarengi dengan pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran. Beliau menginginkan setiap rupiah yang dikeluarkan negara dapat dikonversi menjadi rasa aman yang nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Instruksi Strategis Presiden Terkait Stabilitas Nasional Dan Kesejahteraan Masyarakat

Menutup arahan dalam Rapim tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus terkait peran TNI dan Polri dalam mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk pemulihan ekonomi dan penanganan bencana alam. 

Beliau menegaskan bahwa keamanan adalah prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi. Tanpa kondisi wilayah yang kondusif, investasi akan sulit masuk dan produktivitas masyarakat akan terganggu. Oleh karena itu, aparat harus hadir sebagai pelindung dan pengayom yang memberikan kepastian hukum dan rasa aman.

Selain itu, Presiden juga memberikan perhatian pada kesejahteraan personel di lapangan. Beliau memahami bahwa beban tugas yang berat harus diimbangi dengan perhatian negara terhadap fasilitas kesehatan, perumahan, dan tunjangan para prajurit serta anggota polisi. 

Dengan moral yang tinggi, diharapkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dapat terjaga secara konsisten. Rapim ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan nasional dan setia pada konstitusi dalam mengawal perjalanan bangsa menuju Indonesia Maju.

Melalui penekanan pada evaluasi, sinergi, dan modernisasi, Presiden Prabowo Subianto berharap TNI dan Polri semakin solid dalam menjalankan mandatnya. Kehadiran beliau sebagai panglima tertinggi di forum ini mempertegas arah kebijakan pertahanan dan keamanan Indonesia di masa kepemimpinannya.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah