Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berhasil Melampaui Capaian China

Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berhasil Melampaui Capaian China
Senin, 09 Februari 2026 | 15:16:10 WIB

JAKARTA - Dinamika ekonomi dunia saat ini tengah menyaksikan sebuah pergeseran menarik, di mana posisi Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional. Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian banyak pihak, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, menyoroti pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh tanah air. 

Indonesia kini tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, namun secara mengejutkan mampu mencatatkan angka pertumbuhan yang lebih kompetitif dibandingkan dengan raksasa ekonomi dunia lainnya. Purbaya menegaskan bahwa berdasarkan data terkini, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan performa yang secara konsisten berada di jalur positif dan sangat membanggakan.

Capaian ini menjadi tonggak sejarah penting, mengingat banyak negara maju dan berkembang lainnya tengah berjuang keras untuk mengembalikan stabilitas ekonomi mereka pasca-pandemi dan di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlangsung. 

Fenomena "salip-menyalip" dalam indikator pertumbuhan makro ini membuktikan bahwa kebijakan ekonomi domestik Indonesia mulai membuahkan hasil yang konkret. Purbaya melihat bahwa resiliensi ekonomi nasional bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan refleksi dari kekuatan konsumsi domestik dan pengelolaan moneter yang cukup disiplin selama beberapa tahun terakhir.

Kilas Balik Prestasi Ekonomi Nasional dan Perbandingannya Dengan Negara China

Sorotan utama dalam pernyataan Purbaya adalah bagaimana Indonesia mampu menempatkan posisinya di atas Republik Rakyat China dalam hal persentase pertumbuhan. China, yang selama beberapa dekade dikenal sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dunia dengan angka yang selalu fantastis, kini nampaknya mulai mengalami perlambatan struktural. Di sisi lain, Indonesia justru menunjukkan akselerasi yang stabil. 

"Pertumbuhan ekonomi kita di atas 5 persen. Ini prestasi yang luar biasa karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah lebih tinggi dari China," ujar Purbaya dengan nada optimis saat ditemui di sebuah forum diskusi di Jakarta.

Pernyataan tersebut merujuk pada realitas bahwa saat ini ekonomi China sedang menghadapi berbagai tantangan internal, mulai dari krisis sektor properti hingga pelemahan konsumsi domestik.

Sementara itu, Indonesia berhasil menjaga angka pertumbuhan di kisaran 5 persen, sebuah ambang batas psikologis yang sangat penting bagi negara berkembang untuk menghindari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap). Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari China, Indonesia secara otomatis menjadi salah satu destinasi investasi yang paling menarik di kawasan Asia Tenggara, bahkan di level global.

Kekuatan Domestik Sebagai Fondasi Utama Ketahanan Ekonomi Nasional Indonesia 

Mengapa Indonesia bisa melampaui China? Jawaban dari pertanyaan besar ini terletak pada struktur ekonomi kita yang sangat ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap ekspor memang besar, namun kekuatan pasar dalam negeri menjadi bantalan yang sangat kuat ketika perdagangan internasional sedang lesu. 

Indonesia memiliki bonus demografi dan kelas menengah yang terus tumbuh, yang secara konsisten memutar roda ekonomi melalui belanja domestik. Hal inilah yang menjaga pertumbuhan tetap stabil di atas 5 persen, meskipun kondisi eksternal tidak menentu.

Purbaya juga menekankan pentingnya peran perbankan dan lembaga keuangan dalam menjaga likuiditas di pasar. "Stabilitas sistem keuangan kita sangat terjaga, dan ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk terus berekspansi," tambahnya. 

Kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan, yang juga menjadi tanggung jawab LPS, terbukti menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Tanpa adanya sistem keuangan yang sehat, mustahil pertumbuhan ekonomi setinggi ini bisa dicapai dan dipertahankan dalam durasi yang cukup lama.

Optimisme Masa Depan dan Upaya Mempertahankan Momentum Pertumbuhan Ekonomi 

Meskipun saat ini Indonesia berada di atas angin dengan melampaui pertumbuhan China, Purbaya mengingatkan bahwa tantangan di masa depan tidaklah mudah. Mempertahankan angka pertumbuhan di atas 5 persen membutuhkan konsistensi kebijakan dan inovasi di berbagai sektor, terutama transformasi digital dan hilirisasi industri yang sedang digalakkan pemerintah. 

Fokus pada penguatan industri manufaktur dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan. LPS sendiri berkomitmen untuk terus mendukung momentum ini dengan menjamin keamanan simpanan nasabah, sehingga aliran dana di dalam negeri tetap lancar.

 Purbaya yakin bahwa jika tren ini terus berlanjut, Indonesia tidak hanya sekadar melampaui China dalam jangka pendek, tetapi bisa menjadi salah satu kekuatan ekonomi lima besar dunia di masa depan. 

"Kita harus bangga dengan pencapaian ini, namun tidak boleh lengah. Kerja keras harus terus dilakukan agar pertumbuhan ini bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," tegas Purbaya menutup penjelasannya.

Implikasi Kemenangan Ekonomi Indonesia Terhadap Kepercayaan Investor Internasional 

Kabar mengenai ekonomi Indonesia yang lebih tinggi dari China ini diprediksi akan mengubah peta persepsi investor global secara signifikan. Para manajer investasi kini akan melihat Indonesia bukan lagi sebagai alternatif, melainkan sebagai prioritas utama dalam alokasi modal di pasar berkembang. Aliran modal asing (Foreign Direct Investment) diharapkan akan semakin deras masuk ke sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, energi terbarukan, dan teknologi informasi.

Keberhasilan melampaui China adalah sebuah validasi atas kredibilitas kebijakan ekonomi Indonesia di mata dunia. Ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kemandirian ekonomi yang cukup baik dan tidak sepenuhnya terdampak oleh guncangan yang terjadi pada negara-negara mitra dagang utama. 

Dengan penguatan nilai tukar yang terjadi secara paralel dan pertumbuhan ekonomi yang solid, Indonesia kini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk melakukan negosiasi di berbagai forum ekonomi internasional dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global di masa mendatang. Momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan reformasi birokrasi dan kemudahan investasi agar target Indonesia Emas tetap berada dalam jangkauan.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah