Amalan Doa Saat Jeda Shalat Tarawih Yang Dianjurkan Oleh Nabi Muhammad SAW

Amalan Doa Saat Jeda Shalat Tarawih Yang Dianjurkan Oleh Nabi Muhammad SAW
Selasa, 24 Februari 2026 | 09:22:15 WIB

JAKARTA - Mengisi waktu istirahat di sela-sela rakaat shalat tarawih dengan lantunan doa merupakan tradisi mulia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Momen jeda ini bukan sekadar waktu untuk melepas lelah fisik, melainkan kesempatan emas untuk memperbanyak zikir dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Dengan menghidupkan suasana di antara rakaat melalui doa yang syahdu, kekhusyukan ibadah malam di bulan Ramadan akan terasa semakin mendalam dan bermakna bagi setiap hamba.

Penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui bahwa terdapat bacaan khusus yang sering dilafalkan demi meraih kesempurnaan pahala di malam-malam suci. Doa-doa tersebut mengandung puji-pujian kepada Sang Khalik serta permohonan agar segala amal ibadah kita diterima dengan tangan terbuka. Melalui pemahaman yang benar terhadap tuntunan Nabi, setiap detik di sela shalat tarawih akan bertransformasi menjadi butiran kebaikan yang sangat berharga di akhirat kelak.

Memaknai Esensi Doa Di Antara Rakaat Shalat Sunnah Tarawih

Setiap jeda dalam pelaksanaan shalat tarawih dirancang sebagai sarana untuk melakukan refleksi batin atas segala dosa yang telah diperbuat. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk tetap menjaga lisan dalam keadaan basah dengan zikir meskipun sedang beristirahat sejenak dari gerakan shalat. Kekuatan doa yang dipanjatkan dengan tulus dipercaya mampu memberikan ketenangan jiwa di tengah panjangnya rangkaian ibadah malam yang dijalankan.

Dalam tradisi masyarakat Muslim, bacaan ini sering kali dilantunkan secara berjamaah dipandu oleh seorang bilal di dalam masjid. Namun, doa-doa tersebut juga sangat utama dibaca secara mandiri bagi mereka yang melaksanakan tarawih di rumah masing-masing. Esensi utama dari doa ini adalah pengakuan akan kebesaran Tuhan serta kerendahan hati manusia sebagai makhluk yang selalu membutuhkan pertolongan Ilahi.

Lafal Doa Istighfar Dan Permohonan Rida Allah Di Bulan Suci

Salah satu bacaan yang paling populer dan sangat dianjurkan adalah memohon rida Allah serta perlindungan dari siksa api neraka yang pedih. Kalimat "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" menjadi pilihan utama yang sering diwasiatkan oleh Nabi kepada para sahabatnya. Melafalkan kalimat ini secara berulang akan menanamkan kesadaran di dalam hati tentang betapa luasnya samudera ampunan Tuhan bagi hamba-Nya yang bertaubat.

Selain permohonan ampun, umat Islam juga disarankan untuk memuji kesucian Allah melalui bacaan tasbih yang menggetarkan sanubari. Pengakuan bahwa hanya Allah Yang Maha Suci akan menjauhkan diri kita dari sifat sombong dan angkuh saat sedang menjalankan ketaatan. Dengan mengulang-ulang doa ini, fokus spiritual seorang Muslim akan tetap terjaga hingga seluruh rakaat tarawih dan witir selesai ditunaikan dengan sempurna.

Manfaat Menjaga Zikir Selama Pelaksanaan Ibadah Malam Di Masjid

Menjaga lisan tetap berdzikir di sela-sela shalat tarawih terbukti secara psikologis mampu mengurangi rasa kantuk yang mungkin menyerang di tengah malam. Suasana masjid yang penuh dengan lantunan doa kolektif menciptakan energi positif yang mendorong jamaah untuk tetap istiqomah hingga akhir. Zikir-zikir pendek ini menjadi penyambung semangat agar setiap rakaat yang dilalui tidak terasa sebagai beban fisik yang melelahkan.

Lebih dari itu, rutinitas membaca doa jeda ini akan membantu seseorang untuk tidak terjebak dalam obrolan duniawi yang sia-sia di rumah Allah. Waktu yang tersedia benar-benar didedikasikan sepenuhnya untuk kepentingan akhirat dan pembersihan noda-noda hitam di dalam hati manusia. Kebiasaan baik ini diharapkan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari bahkan setelah bulan Ramadan yang mulia ini berakhir nantinya.

Membangun Karakter Muslim Yang Gemar Berdoa Di Segala Kondisi

Praktik membaca doa di sela shalat tarawih mengajarkan kita untuk selalu bergantung pada kekuatan doa dalam setiap tahapan kehidupan. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan bahwa setiap momen transisi harus diisi dengan permohonan yang baik demi keselamatan dunia dan juga akhirat. Kedekatan hamba dengan Tuhannya akan semakin erat ketika doa-doa tersebut dipanjatkan dengan penuh harap serta rasa takut yang seimbang.

Pelajaran penting lainnya adalah konsistensi dalam menjalankan amalan sunnah meskipun dalam hal-hal yang terlihat sederhana seperti doa pendek di antara rakaat. Karakter yang terbentuk melalui latihan rutin selama tiga puluh malam ini akan melahirkan pribadi yang lebih sabar dan bijaksana. Mari kita jadikan Ramadan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk lebih giat lagi menghidupkan sunnah-sunnah Nabi dalam kehidupan kita.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah