Pentingnya Iktikaf Di UMS Agar Tidak Menjadi Orang Merugi Saat Lailatul Qadar

Pentingnya Iktikaf Di UMS Agar Tidak Menjadi Orang Merugi Saat Lailatul Qadar
Jumat, 27 Februari 2026 | 11:10:54 WIB

JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan agenda iktikaf sebagai upaya memfasilitasi civitas akademika dalam meraih keutamaan malam Lailatul Qadar. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan ruang kontemplasi yang mendalam bagi umat Muslim agar tidak melewatkan momentum emas di akhir Ramadan. Melalui program spiritual ini, peserta diajak untuk memaksimalkan ibadah demi menghindari kerugian besar akibat kelalaian dalam mengejar kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Optimalisasi Ibadah Malam Untuk Meraih Keberkahan Lailatul Qadar Di UMS

Civitas akademika UMS berkumpul dengan penuh kekhusyukan untuk menjalankan tradisi berdiam diri di masjid selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Agenda ini menekankan pada penguatan aspek spiritualitas melalui rangkaian salat malam, tadarus Al-Qur'an, dan kajian keislaman yang mendalam. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa setiap detik yang dilewati di lingkungan kampus bernilai pahala yang berlipat ganda.

Pihak universitas menyadari bahwa kesibukan akademik seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa maupun dosen dalam menjalankan ibadah secara optimal. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas iktikaf yang terorganisir diharapkan dapat membantu peserta dalam menjaga konsistensi ibadah malam mereka. Dengan suasana yang kondusif, para peserta dapat lebih fokus mengejar ampunan dan keberkahan yang hanya tersedia pada malam-malam ganjil di akhir bulan suci.

Bahaya Kelalaian Yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Orang Merugi Di Ramadan

Pesan mendalam yang disampaikan dalam kegiatan iktikaf UMS adalah peringatan agar umat tidak menjadi golongan orang yang merugi. Merugi dalam hal ini berarti membiarkan waktu Ramadan berlalu begitu saja tanpa adanya peningkatan kualitas ketakwaan kepada Sang Pencipta. Tanpa adanya persiapan mental dan fisik yang matang, peluang untuk bertemu dengan Lailatul Qadar bisa hilang tanpa bekas dalam kehidupan seorang mukmin.

Ditekankan pula bahwa kerugian spiritual seringkali tidak disadari oleh mereka yang terlalu terjebak dalam rutinitas duniawi yang bersifat sementara. Padahal, kesempatan untuk mendapatkan ampunan total dan perubahan nasib yang lebih baik ditawarkan secara terbuka pada fase akhir bulan puasa. Kesadaran inilah yang coba dibangkitkan kembali melalui berbagai ceramah motivasi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda rutin tahunan di masjid kampus.

Peran Masjid Kampus Sebagai Pusat Transformasi Karakter Dan Spiritualitas Mahasiswa

Masjid di lingkungan UMS tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah formal, namun juga sebagai laboratorium karakter bagi seluruh mahasiswa. Selama masa iktikaf, nilai-nilai kedisiplinan dan kesabaran ditempa melalui rutinitas bangun malam dan menahan kantuk demi mengharap ridha ilahi. Transformasi karakter ini diharapkan dapat membekas dalam perilaku sehari-hari mahasiswa setelah mereka meninggalkan lingkungan universitas nantinya.

Interaksi antarpeserta iktikaf yang berasal dari berbagai latar belakang fakultas juga menciptakan ukhuwah islamiyah yang semakin erat dan solid. Mereka saling menguatkan dalam kebaikan dan berbagi ilmu agama yang bermanfaat selama waktu-waktu luang di antara jadwal ibadah. Hal ini sejalan dengan visi UMS yang ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual.

Strategi Menjemput Kemuliaan Malam Seribu Bulan Dengan Persiapan Diri Matang

Menjemput Lailatul Qadar membutuhkan strategi yang tepat agar kondisi tubuh dan pikiran tetap terjaga dalam performa terbaiknya. Peserta iktikaf diajarkan untuk mengatur pola tidur dan asupan makanan agar tidak mengganggu kekhusyukan saat menjalankan salat malam yang panjang. Keseimbangan antara menjaga raga dan jiwa menjadi kunci utama dalam meraih keberhasilan spiritual yang dicita-citakan oleh setiap muslim.

Selain itu, pemilihan bacaan doa dan zikir yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW juga menjadi materi penting dalam pendampingan iktikaf di UMS. Peserta didorong untuk memperbanyak istighfar serta doa memohon ampunan sebagaimana yang diajarkan untuk dibaca pada malam-malam penuh kemuliaan. Dengan persiapan yang sangat komprehensif ini, diharapkan tidak ada lagi peserta yang merasa menyesal saat Ramadan akhirnya harus meninggalkan kita semua.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah