Daftar 12 Hidangan Iftar Populer Berbagai Negara Termasuk Kolak Pisang Khas Indonesia

Daftar 12 Hidangan Iftar Populer Berbagai Negara Termasuk Kolak Pisang Khas Indonesia
Minggu, 01 Maret 2026 | 13:59:57 WIB

JAKARTA - Tradisi berbuka puasa di berbagai belahan dunia selalu menyajikan ragam kuliner khas yang mencerminkan kekayaan budaya serta kearifan lokal masing-masing negara.

Momen iftar atau berbuka puasa menjadi waktu yang sangat sakral bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk menikmati hidangan yang memanjakan lidah.

Setiap wilayah memiliki menu andalan yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai santapan pertama setelah menahan lapar dan dahaga selama seharian penuh di jalan.

Mulai dari cita rasa manis hingga gurih semua hidangan tersebut dipersiapkan dengan penuh sukacita untuk menyambut kemenangan harian bagi mereka yang sedang beribadah.

Keanekaragaman Menu Berbuka di Wilayah Asia Tenggara

Indonesia sangat identik dengan kehadiran kolak pisang yang memiliki cita rasa manis gurih dari perpaduan santan kelapa murni serta gula aren yang kental.

Berdasarkan catatan kuliner pada Minggu 1 Maret 2026 kolak pisang tetap menjadi primadona utama di meja makan masyarakat Indonesia saat lonceng berbuka mulai berbunyi.

Selain Indonesia negara tetangga seperti Malaysia juga memiliki kemiripan budaya dengan menyajikan aneka kue basah tradisional serta bubur lambuk yang sangat kaya akan rempah.

Karakteristik hidangan di wilayah tropis ini cenderung didominasi oleh penggunaan bahan-bahan lokal seperti buah-buahan segar umbi-umbian serta olahan tepung beras yang sangat lembut.

Tradisi Iftar Unik dari Kawasan Timur Tengah

Negara-negara di Timur Tengah seringkali memulai prosesi berbuka puasa dengan mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil sesuai dengan tuntunan sunah yang ada sejak dahulu.

Shorbat Adas atau sup kacang lentil menjadi hidangan pembuka yang sangat populer di wilayah tersebut karena teksturnya yang hangat serta sangat menenangkan bagi lambung.

Di Mesir terdapat hidangan bernama Ful Medames yang terbuat dari kacang fava dan biasanya dinikmati bersama roti pita sebagai sumber energi yang cukup padat.

Kekayaan bumbu rempah seperti jintan ketumbar dan kayu manis menjadi ciri khas utama yang memberikan aroma menggoda pada setiap masakan yang disajikan di meja.

Hidangan Iftar Khas dari Negara-Negara Asia Selatan

Masyarakat di Pakistan dan India memiliki kegemaran menyajikan samosa sebagai camilan gurih yang diisi dengan potongan daging berbumbu atau kentang yang sangat pedas sekali.

Pakora yang merupakan sayuran goreng berlapis tepung kacang hijau juga menjadi menu wajib yang selalu hadir menghiasi pasar-pasar kaget menjelang waktu berbuka puasa tiba.

Minuman segar bernama Rooh Afza yang memiliki warna merah muda mencolok seringkali disajikan sebagai pelepas dahaga yang sangat efektif bagi warga di wilayah tersebut.

Kombinasi antara rasa pedas dan segar ini memberikan sensasi makan yang unik dan mampu membangkitkan selera makan setelah seharian penuh mengosongkan perut mereka masing-masing.

Sentuhan Kuliner Ramadhan dari Wilayah Afrika Utara

Maroko dikenal dengan sajian Harira yaitu sup tradisional yang berisi tomat kacang buncis serta potongan daging yang dimasak dalam waktu yang cukup lama sekali.

Sup ini dianggap sebagai nutrisi lengkap karena mengandung karbohidrat protein dan serat yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memulihkan stamina secara cepat setelah berpuasa seharian.

Di wilayah Tunisia masyarakat sering menyajikan Brik yang merupakan kue pastri tipis berbentuk segitiga dengan isian telur utuh peterseli serta daging tuna yang gurih.

Keunikan cita rasa Afrika Utara terletak pada penggunaan bahan-bahan segar dari daratan Mediterania yang dipadukan dengan teknik memasak tradisional yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Pentingnya Makna Kebersamaan dalam Setiap Sajian Iftar

Meskipun menu yang disajikan sangat berbeda di setiap negara namun esensi dari kegiatan berbuka puasa tetap sama yaitu rasa syukur dan kebersamaan keluarga.

Tradisi berbagi makanan dengan tetangga dan menyediakan hidangan bagi orang yang kurang mampu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadhan di dunia.

Setiap hidangan iftar membawa cerita tentang sejarah dan identitas bangsa yang terus dilestarikan melalui meja makan selama bulan suci yang penuh dengan kemuliaan ini.

Keberagaman kuliner global ini membuktikan bahwa perbedaan budaya justru menjadi pemersatu umat dalam menjalankan kewajiban ibadah puasa dengan penuh suka cita dan kedamaian hati.

Reporter: Ekhwanessa Bagus Aldhiansyah