Harga Kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah Stabil Hari Ini 15 Mei

Senin, 18 Mei 2026 | 11:40:14 WIB
Ilustrasi Kopi Arabika Gayo. (Foto: net)

JAKARTA - Nilai jual kopi arabika gayo di wilayah Kabupaten Aceh Tengah tercatat stagnan pada aktivitas perdagangan hari ini, Jumat (15/5/2026). 

Data ini dihimpun dari sejumlah titik pasar yang tersebar di daerah tersebut, seperti kawasan Bies, Bebesen, hingga Pegasing. 

Berdasarkan pemantauan itu, tingkat harga kopi sekarang masih menetap di posisi yang sama sejak Senin (11/5/2026) tanpa menunjukkan pergeseran yang berarti.

Untuk nominal harga kopi gelondong atau cherry, sekarang masih berada pada rentang Rp 21.000 sampai Rp 22.000 per bambu. 

Di sisi lain, harga untuk jenis kopi gabah ajek di angka Rp 58.000 hingga Rp 60.000 per bambu, sedangkan untuk tipe green bean tidak beranjak dari kisaran Rp 119.000 sampai Rp 120.000 per kilogram.

Seorang pengepul kopi di Kecamatan Pegasing, Zuhrianto, mengungkapkan bahwa nilai jual kopi tersebut bisa bervariasi di sejumlah lokasi. 

Menurut pandangannya, perbedaan itu dipicu oleh mutu kopi pada masing-masing kecamatan hingga pelosok desa yang berlainan akibat pengaruh kondisi kesuburan tanah di area perkebunan.

Harga Kopi Bervariasi Berdasarkan Wilayah 

Zuhrianto menerangkan bahwa untuk di Kecamatan Celala dan Jagong, nilai jualnya dapat lebih rendah dengan jarak selisih berkisar Rp 1.000 sampai Rp 2.000. 

Sebaliknya, angka jual kopi bisa menjadi lebih tinggi di sejumlah kawasan dataran tinggi Gayo lainnya, contohnya di area Bukit, Wih Pesam, dan Permata yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Adapun untuk di area Aceh Tengah sendiri, nilai jual di beberapa desa yang berada di Kecamatan Kute Panang dan Bintang juga berpeluang sedikit lebih tinggi. 

“Di daerah seperti Kute Panang atau Bintang, terkadang bisa sedikit lebih mahal walau sama-sama di Aceh Tengah,” kata Zuhrianto kepada sumber.

Kendati demikian, Zuhrianto menggarisbawahi bahwa ada kalanya harga tetap seragam karena pada prosesnya kondisi beserta mutu fisik kopi yang menjadi tolok ukur paling utama. 

Perihal ini mengindikasikan bahwa sekalipun terdapat perbedaan harga berdasarkan regional, mutu dari komoditas tetap menjadi elemen krusial dalam menetapkan nilai pasar kopi.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Kopi 

Di luar faktor kesuburan tanah, elemen lain yang ikut menentukan pergerakan harga kopi meliputi situasi cuaca, masa panen, serta tingkat kebutuhan pasar. 

Di kawasan Aceh Tengah, kopi arabika gayo tersohor sebagai salah satu produk pertanian andalan yang mempunyai mutu tinggi dan digemari oleh pembeli domestik maupun mancanegara. Konsistensi harga saat ini memberikan kepastian bagi pihak petani serta pelaku dagang dalam mengelola operasional mereka.

Sepanjang beberapa bulan ke belakang, grafik harga kopi arabika gayo memperlihatkan tren yang stabil, sehingga meringankan beban petani dalam menyusun rencana produksi serta manajemen usaha mereka. 

Walau begitu, tetap perlu diantisipasi apabila muncul gejolak harga yang dipicu oleh faktor cuaca atau pergeseran minat pasar.

Terkini