Tiga Faktor Utama Penentu Kenaikan Kontribusi Bruto Prudential Syariah
- Senin, 18 Mei 2026
JAKARTA – PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mengungkapkan bahwa ada tiga elemen krusial yang menopang kenaikan kinerja perusahaan di sepanjang tahun 2025.
Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin menyampaikan bahwa aspek penentu yang pertama adalah ketersediaan varian produk.
Ia menjelaskan bahwa korporasi menyediakan opsi produk asuransi yang beragam guna mengakomodasi seluruh perlindungan yang diperlukan oleh publik.
Baca JugaIHSG Turun, Lo Kheng Hong Borong Saham DILD Senilai Rp 1,95 Miliar
"Kami mempunyai produk yang lengkap dalam industri asuransi syariah, mulai dari kesehatan, penyakit kritis, hingga produk investasi," ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.
Iskandar melanjutkan bahwa faktor pendorong yang kedua bersumber dari luasnya lini distribusi yang dimiliki oleh Prudential Syariah, baik lewat kanal keagenan maupun kemitraan dengan sektor perbankan (bancassurance).
Ia menjabarkan bahwa sekarang ini perusahaan diperkuat oleh lebih dari 64.000 agen.
Di samping itu, Prudential Syariah pun mengikat kerja sama dengan bank syariah terbesar di Indonesia, yakni Bank Syariah Indonesia.
Oleh sebab itu, ia memandang kombinasi antara portofolio produk yang lengkap serta daya jangkau distribusi yang luas turut memberikan efek positif bagi performa perusahaan.
Faktor pendorong ketiga yang disampaikan oleh Iskandar ialah tingkat kepercayaan dari para nasabah.
Mengingat asuransi merupakan produk proteksi untuk jangka waktu panjang, kepercayaan dari masyarakat yang membelinya menjadi aspek yang sangat vital bagi kelangsungan operasional perusahaan.
"Kami terus mendukung nasabah setiap kali ada masalah dan saat mereka paling membutuhkan kami. Jadi, kombinasi dari ketiga hal tersebut adalah pendorong utama pertumbuhan kinerja kami pada 2025," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ditinjau dari segi produk, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama menguraikan bahwa penyumbang terbesar bagi pendapatan premi perusahaan berasal dari produk penyakit kritis.
"Jadi, terlihat sekali bahwa kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya dari penyakit kritis itu sangat tinggi. Dengan demikian, perolehan premi kami paling besar penyakit kritis," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Vivin menambahkan, produk perlindungan untuk asuransi jiwa jangka panjang menempati posisi kedua sebagai penyumbang terbesar, yang berikutnya disusul oleh produk perlindungan asuransi kesehatan.
Mengenai variasi produknya, Iskandar menyebutkan bahwa konsentrasi perusahaan dalam dua tahun terakhir ini diarahkan pada pemesatan produk proteksi tradisional.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ia menguraikan bahwa produk proteksi tradisional masih terbilang minim di pasaran disebabkan para pelaku industri pada tahun-tahun sebelumnya lebih berkiblat pada produk unitlink.
"Kami lihat di Indonesia kekurangan produk yang berfokus pada perlindungan. Oleh karena itu, pengembangan produk kami pada 2024 dan 2025 lebih berfokus ke produk perlindungan yang menghadirkan premi lebih terjangkau," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meski demikian, Iskandar menilai produk unitlink tetap memiliki prospek untuk diminati oleh masyarakat ke depannya lantaran segmentasi pasarnya masih tersedia dan selalu sejalan dengan kebutuhan publik.
Pada momen yang sama, Direktur Prudential Syariah Mandar Hastekar menyampaikan bahwa Prudential Syariah mengelola 5 produk unitlink dengan jenis investasi yang beraneka ragam.
Ia tidak menampik bahwa keadaan pasar yang fluktuatif menjadi tantangan tersendiri, namun lewat tata kelola yang tepat, jajaran produk unitlink perusahaan tetap sanggup menyajikan performa yang positif hingga saat ini.
"Nasabah memang bisa memilih berdasarkan fund yang diinvestasikan, tetapi performa fund dari unitlink kami masih cukup kuat," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Terkait aspek finansial, Prudential Syariah meraup total kontribusi bruto mencapai Rp 4,2 triliun pada tahun 2025.
Akumulasi tersebut mengalami kenaikan sebesar 9% apabila dikomparasikan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk kontribusi bisnis baru, perusahaan membukukan nominal sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2025 atau terangkat sebesar 31% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu.
Lewat raihan ini, Prudential Syariah dikabarkan sukses mendominasi pangsa pasar industri sebesar 22%.
Dari sisi pengelolaan aset, total aset yang dimiliki perusahaan naik 20% secara Year on Year (YoY) hingga mencapai Rp 8 triliun pada tahun 2025.
Pada saat yang sama, total aset investasi juga mencatatkan kenaikan sebesar 17% YoY menjadi Rp 6 triliun pada tahun 2025.
Adapun indikator solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang dimiliki Prudential Syariah bertengger di posisi yang jauh melampaui ketentuan ketentuan regulator, yang mana RBC dana perusahaan berada di level 1.496% dan RBC Dana Tabarru' tercatat di level 209%.
Ibtihal
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026











