Harga TBS Sawit Sumut Melemah, CPO Ditetapkan Rp 15.139 Per Kg

Selasa, 19 Mei 2026 | 10:45:39 WIB
Ilustrasi TBS (Foto: ANTARA)

MEDAN — Nilai Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Wilayah Sumatera Utara kembali memperlihatkan penurunan pada rentang waktu 13–19 Mei 2026. 

Merujuk pada keputusan rapat tim perumus harga TBS sawit Sumatera Utara, nilai TBS bagi tanaman berumur 10–20 tahun menyusut sebesar Rp72,11/kg ke angka Rp3.870,60/kg.

Penyusutan ini memperlihatkan pergerakan pasar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang masih tidak menentu di bawah desakan pasar dunia serta pergeseran kebutuhan minyak nabati.

Pada keputusan yang sama, nilai crude palm oil (CPO) dipatok pada angka Rp15.139,78/kg, sedangkan nilai kernel menyentuh angka Rp14.785,67/kg lewat indeks K pada besaran 93,27%.

Merujuk pada catatan yang didapatkan Agricom.id dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara, nilai TBS bagi tanaman berumur tiga tahun dipatok pada angka Rp3.269,31/kg dan umur empat tahun Rp3.486,83/kg. 

Berikutnya, nilai bagi tanaman berumur lima tahun menyentuh Rp3.606,56/kg dan umur enam tahun pada angka Rp3.711,06/kg.

Di sisi lain, nilai TBS sawit umur tujuh tahun berada di angka Rp3.675,34/kg dan umur delapan tahun pada angka Rp3.806,59/kg. Bagi tanaman berumur sembilan tahun, nilai dipatok Rp3.839,57/kg.

Nilai paling tinggi pada rentang waktu ini didapatkan oleh tanaman berumur 21 tahun yang menyentuh Rp3.877,10/kg. Sementara nilai TBS bagi umur 22 tahun berada pada angka Rp3.842,84/kg dan umur 23 tahun pada angka Rp3.787,09/kg.

Sementara itu, nilai bagi tanaman sawit berumur 24 tahun dipatok Rp3.672,64/kg dan umur 25 tahun pada angka Rp3.567,88/kg. 

Arah penyusutan nilai juga tampak pada tanaman yang berumur lebih tua, yaitu umur 26 tahun Rp3.540,82/kg, umur 27 tahun Rp3.489,89/kg, umur 28 tahun Rp3.436,13/kg, umur 29 tahun Rp3.380,93/kg, hingga umur 30 tahun pada angka Rp3.325,72/kg.

Penyusutan nilai TBS di Sumatera Utara ini menjadi sorotan para pelaku usaha sawit dan petani, berhubung nilai TBS tetap menjadi tolok ukur utama pemasukan petani di tengah situasi pasar minyak nabati dunia yang belum menentu. (A3)

Terkini