Charoen Pokphand (CPIN) Sebar Dividen Rp180 Per Saham 12 Juni Mendatang

Jumat, 22 Mei 2026 | 12:32:40 WIB
Kantor PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Emiten perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) memberikan konfirmasi mengenai rencana pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 kepada para pemegang saham dengan nilai total Rp2,95 triliun atau setara dengan Rp180 per saham.

Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika, menerangkan bahwa langkah pembagian keuntungan ini selaras dengan keputusan RUPS Tahunan yang telah diselenggarakan pada 20 Mei 2026. Melalui rapat tersebut, perusahaan memutuskan alokasi dividen tunai senilai Rp2.951.640.000.000 yang diambil dari perolehan laba bersih sepanjang tahun 2025.

"Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar Rp2.951.640.000.000 atau setara Rp180 per saham," kata Hadijanto dalam keterbukaan informasi, Kamis (21/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai linimasa pembagian dividen CPIN, jadwal untuk cum dividen di pasar reguler serta pasar negosiasi jatuh pada 2 Juni 2026, yang diikuti oleh ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Juni 2026. 

Selanjutnya, waktu cum dividen di pasar tunai ditetapkan pada 4 Juni 2026 dan ex dividen di pasar tunai pada 5 Juni 2026. 

Batas akhir pendaftaran pemegang saham yang berhak (recording date) ditentukan pada 4 Juni 2026.

"Tanggal pembayaran dividen tunai CPIN dijadwalkan pada 12 Juni 2026," tambah Hadijanto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pengaturan jadwal beserta mekanisme penyaluran dividen ini sudah diselaraskan dengan pihak BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan. 

Pihak korporasi pun memastikan bahwa pendistribusian dividen tunai tahun buku 2025 ini sama sekali tidak akan mengganggu stabilitas kelangsungan bisnis operasional.

Sebagai catatan performa keuangan, CPIN sukses mencetak laba bersih mencapai Rp5,63 triliun sepanjang tahun 2025. 

Di sisi lain, jumlah saldo laba ditahan yang status penggunaannya belum dibatasi tercatat berada di angka Rp33,96 triliun. 

Adapun total nilai ekuitas yang dimiliki oleh CPIN terhitung menyentuh Rp34,15 triliun pada penutupan Desember 2025.

Terkini