IHSG Merosot 8,69 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Menyusut

Karyawan di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: BeritaSatu Photo)
Penulis: Ibtihal
Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:19:53 WIB

JAKARTA – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan sebagian besar indikator transaksi saham mengalami penurunan pada rentang waktu 2—5 Juni 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 8,69% dalam kurun satu minggu dan mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar bursa terpangkas hingga Rp922 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad menjelaskan bahwa data transaksi saham selama sepekan ditutup pada area yang beragam.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami perubahan sebesar 8,69% sehingga ditutup pada level 5.594,765 dari posisi 6.127,381 pada pekan lalu," kata Kautsar dalam keterangan resmi, Jumat (5/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kemerosotan IHSG ini ikut mengoreksi nilai kapitalisasi pasar BEI. Sepanjang pekan ini, nilai pasar bursa tercatat menyusut 8,59% menjadi Rp9.807 triliun dari Rp10.729 triliun pada minggu lalu.

Apabila disandingkan dengan posisi pada awal tahun, penyusutan kapitalisasi pasar bahkan menembus kisaran Rp6.207 triliun atau 38,8%. 

Merujuk pada data statistik BEI per 2 Januari 2026, nilai pasar Bursa kala itu menyentuh Rp16.014 triliun dengan posisi IHSG bertengger di level 8.748,13.

Di tengah kejatuhan indeks dan nilai pasar, aktivitas transaksi justru memperlihatkan pertumbuhan. 

Rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi indikator yang mencatatkan kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 14,11% menjadi 2,41 juta kali transaksi dari 2,11 juta kali transaksi pada minggu sebelumnya.

Bukan hanya itu, rata-rata volume transaksi harian ikut terkerek naik 8,66% menjadi 33,63 miliar saham dari 30,95 miliar saham pada pekan lalu. 

Walau demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru mencatatkan penurunan sebesar 5,71% menjadi Rp26,97 triliun dari posisi Rp28,38 triliun pada pekan sebelumnya.

Ditinjau dari pergerakan modal asing, investor nonresiden terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net sell. Pada transaksi perdagangan Jumat (5/6/2026), pemodal asing membukukan penjualan bersih senilai Rp3,73 triliun. 

Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan 2026, nilai penjualan bersih oleh investor asing kini telah menyentuh Rp61,36 triliun.

Pelemahan mendalam yang dialami IHSG sepanjang tahun ini juga tampak dari pergerakan indeks yang sudah anjlok sekitar 36,0% jika dibandingkan dengan posisi awal tahun di level 8.748,13. 

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar BEI telah terkikis hampir 39% dari angka awal tahun yang sempat menyentuh Rp16.014 triliun.

Reporter: Ibtihal