Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham INCO dan MBMA Mampu Menguat

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 06 Juni 2026
 Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham INCO dan MBMA Mampu Menguat
Ilustrasi Indeks Bisnis-27 Melemah, Saham INCO, MBMA, dan MAPI Justru Melaju Kuat. (Sumber Gambar: net)

JAKARTA – Indeks Bisnis-27 menyudahi sesi transaksi pada hari Jumat (5/6/2026) di zona merah. Walaupun demikian, beberapa emiten, termasuk INCO dan MBMA, tetap memperlihatkan kinerja positif hingga penutupan pasar sore hari.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama antara BEI dan Harian Bisnis Indonesia tersebut ditutup menyusut 3,91% menuju posisi 386,52. 

Dari total 27 konstituen, tercatat 25 saham mengalami penurunan, sedangkan 2 saham lainnya sanggup bertumbuh.

Kenaikan harga saham dibukukan oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dengan pertumbuhan 4,10% menuju level Rp4.570 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang merangkak naik 0,46% ke level Rp434. 

Sebaliknya, tekanan jual melanda sejumlah saham, di antaranya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang jatuh 11,63% ke Rp1.520, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) merosot 10,00% ke Rp1.935, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 8,39% ke Rp262, serta PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang terpangkas 7,33% ke Rp139.

Situasi serupa juga dialami oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) yang tergerus 6,85% ke Rp1.360, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyusut 6,45% ke Rp5.075, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melemah 6,14% ke Rp3.210, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang merosot 5,64% ke Rp1.255.

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bakal meneruskan tren penurunan pada aktivitas perdagangan hari Jumat (5/6/2026).

Pada transaksi hari Kamis (4/6/2026), merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,70% atau 101,28 poin menuju level 5.839,78. 

Tercatat ada 106 saham menguat, 623 saham turun, dan 85 saham bergerak stagnan, dengan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp10.284,95 triliun.

Tim analisis MNC Sekuritas mencermati bahwa pasar tetap dikuasai oleh aksi jual dan telah menyentuh zona koreksi yang sebelumnya sudah diperkirakan. 

Terkait posisi IHSG saat ini, MNC Sekuritas memproyeksikan skenario pelemahan tengah terjadi, sehingga IHSG berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.

”Hal ini berarti, IHSG masih rawan melanjutkan downtrendnya ke rentang 5,395-5,412 sekaligus untuk menutup area gap yang terbentuk dan MA200 secara monthly,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk kurun pendek, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih mempunyai peluang terapresiasi menuju rentang 5,852-5,881. 

Area support IHSG diperkirakan berada di level 5,735 dan 5,381, sedangkan untuk level resistance bertengger di angka 6,215 dan 6,588.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua