IHSG Melemah, Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Menyusut Rp10.000 Triliun

IHSG Anjlok 4,20% ke Level 5.594, Kapitalisasi Pasar Mengecil ke Rp9.807 Triliun. (Foto: Pexels)
Penulis: Ibtihal
Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:19:53 WIB

JAKARTA – Nilai kapitalisasi pasar atau market cap pasar modal Indonesia resmi jatuh di bawah level Rp10.000 triliun pada transaksi Jumat (5/6/2026). 

Padahal, nilai pasar IHSG sempat mengukir rekor dengan menembus level Rp10.000 triliun pada 25 Juli 2023.

Merujuk pada data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar IHSG berada di posisi Rp9.807 triliun, atau setara dengan US$544 miliar per Jumat (5/6/2026). Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Berada di urutan teratas sebagai emiten dengan nilai market cap terbesar saat ini, yaitu sebesar Rp619 triliun.

Posisi itu diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Kepunyaan Prajogo Pangestu dengan kapitalisasi pasar senilai Rp480 triliun. 

Selanjutnya, ada saham kepunyaan Anthoni Salim dan Otto Toto Sugiri, yakni PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) Dengan jumlah Rp430 triliun.

Jumlah ini mengalami penurunan jika disandingkan dengan hari sebelumnya. Pada Kamis (4/5/2026), kapitalisasi pasar BEI masih bertahan di angka Rp10.263 triliun, atau setara dengan US 569 miliar. 

Sebagai catatan, data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan kapitalisasi pasar IHSG pada awal tahun (2Januari 2026) menyentuh Rp16.014 triliun, atau setara dengan US957 miliar.

Pada hari yang sama, IHSG ditutup merosot 4,20% ke posisi 5.594,76. Angka ini menjadi level paling rendah IHSG dalam jangka waktu lima tahun ke belakang. 

Secara year to date, IHSG tercatat sudah menyusut sebesar 35,3%, mengingat pada awal Januari kemarin indeks sempat bertengger di level 8.748,13.

Pada masa awal tahun itu, saham BREN menempati posisi emiten dengan kapitalisasi pasar paling besar yang menyentuh Rp1.294 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar BBCA senilai Rp979 triliun.

Di samping itu, saham Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), Sempat bertengger sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga senilai Rp759 triliun.

 Meski begitu, saat ini saham DSSA sudah terlempar dari daftar 10 emiten dengan kapialisasi pasar terbesar di bursa.

Reporter: Ibtihal