Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertalite Tetap, Pertamax Naik

Ilustrasi Harga BBM Pertamina. (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 09:54:47 WIB

JAKARTA—Lonjakan nilai jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali diberlakukan terhitung sejak Rabu (10/6/2026). 

Pihak PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mendongkrak harga Pertamax serta Pertamax Green, sedangkan lini BBM subsidi semacam Pertalite dan Biosolar dikonfirmasi tetap konstan.

Nominal jual Pertalite terpantau masih ajek pada posisi Rp10.000 per liter, diikuti Biosolar yang juga bertahan di angka Rp6.800 per liter. 

Ketetapan ini memberikan angin segar bagi kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah yang kehidupannya masih bertumpu pada pasokan BBM bersubsidi di tengah impitan dinamika ekonomi global.

Di koridor lain, koreksi tarif yang cukup signifikan melanda jajaran BBM nonsubsidi. Angka jual Pertamax (RON 92) melesat dari semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Setali tiga uang, varian Pertamax Green 95 pun melonjak tajam dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memaparkan bahwa langkah regulasi ini diputuskan sesudah melewati proses peninjauan periodik bersama pihak eksekutif. 

Langkah penyelarasan tersebut menimbang fluktuasi nilai minyak mentah dunia serta rumus perhitungan harga keekonomian yang berlaku.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Walau terjadi lonjakan pada dua lini produk utama tersebut, beberapa tipe BBM nonsubsidi lainnya terpantau tidak mengalami pergeseran harga. Komoditas Pertamax Turbo (RON 98) konsisten diperdagangkan Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, serta Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Manajemen Pertamina menggarisbawahi bahwa terobosan ini menjadi bagian dari komitmen korporasi dalam memelihara keseimbangan antara stabilitas bisnis, mutu pelayanan, serta jaminan ketersediaan pasokan energi di tanah air. 

Di samping itu, perusahaan menjamin proses distribusi BBM akan tetap berjalan lancar dan selalu tersedia di seantero jaringan SPBU di Indonesia.

Kebijakan ini pun dipandang sebagai langkah taktis untuk menjaga ketahanan anggaran fiskal negara, sekaligus menyelaraskan tarif BBM nonsubsidi dengan skema pasar bebas. 

Dengan langkah penguncian harga Pertalite dan Biosolar, pihak eksekutif berupaya membentengi daya beli kelompok masyarakat kecil dari hantaman fluktuasi harga energi global.

Adapun rincian daftar harga BBM paling aktual per 11 Juni 2026 di jaringan SPBU Pertamina adalah sebagai berikut:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter (tetap)
  • Biosolar: Rp6.800 per liter (tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter (naik)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter (naik)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter (tetap)
  • Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter (tetap)
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter (tetap)

Melambungnya tarif Pertamax ini diproyeksikan bakal memengaruhi perilaku konsumsi publik, terutama adanya peluang perpindahan kelompok konsumen ke varian BBM bersubsidi. 

Oleh sebab itu, efektivitas pengawasan distribusi serta ketepatan sasaran penyaluran subsidi akan menjadi tantangan krusial ke depannya.

Reporter: Ibtihal