BSI Bukukan Dana Pihak Ketiga Rp382 Triliun Lewat Produk Tabungan

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). (Foto: Dok Bank BSI)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15:38 WIB

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) berhasil membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun, tumbuh 17,90 persen (YOY) hingga April 2026.

Jumlah DPK tersebut didominasi oleh instrumen Tabungan yang menyentuh angka Rp165 triliun atau meningkat 22,02 persen (YOY), lalu diikuti oleh Deposito dan Giro. 

Melalui komposisi tersebut, portofolio CASA BSI tercatat sebesar 63,48 persen.

Pencapaian ini pun ditopang oleh preferensi masyarakat yang semakin membaik terhadap produk serta layanan BSI, salah satunya adalah Tabungan Haji.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho memaparkan dari total sekitar 203 ribu jamaah haji Indonesia yang bertolak ke Tanah Suci pada tahun ini, sebanyak 83,5 persen atau sekitar 169 ribu jamaah menyelesaikan proses pelunasan haji lewat BSI.

Di samping itu, pada aspek pembiayaan, BSI mampu menumbuhkan angka dobel digit sebesar 15,59 persen (YOY) hingga mencapai Rp332 triliun dengan fokus utama pada pembiayaan konsumen.

Walaupun tumbuh secara signifikan, kualitas pembiayaan yang disalurkan terhitung cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross berada di angka 1,80 persen, membaik jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar 1,88 persen.

"Dari angka tersebut, ekspansi pembiayaan didominasi pembiayaan konsumer dan ritel, sektor produktif, UMKM dan Mikro yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," kata Ade Cahyo Nugroho pada Selasa (9/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perseroan juga turut aktif dalam beraneka ragam program perekonomian Pemerintah melalui aspirasi lebih dari 80 ribu koperasi.

Hingga bulan Maret 2026, lewat berbagai inisiatif Program Makan Bergizi Gratis digelontorkan dana sebesar Rp198 milar kepada 211 dapur MBG, penyaluran KDMP dan penyaluran KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.

Dari sudut penyediaan rumah bersubsidi, BSI telah menyalurkan FLPP kuartal I kepada sebanyak 894 nasabah. 

Sementara itu, total pembiayaan rumah bersubsidi menyentuh Rp5,7 triliun. BSI juga ikut berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.

"BSI terus terus menjaga fundamental performance bisnis dan keuangan melalui optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis," tuturnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lewat strategi itu, BSI berharap dapat terus memperkokoh posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dan bullion bank. 

Sekaligus menjadi lembaga keuangan syariah yang semakin relevan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan manfaat untuk seluruh stakeholder.

Sementara itu, laba bersih (unaudited) berhasil menyentuh Rp2,80 triliun atau naik 17,79 persen secara year on year (YOY).

Melalui total laba tersebut, proyeksi penyaluran zakat perusahaan pada bulan April 2026 berkisar Rp72 miIiar, yang memperlihatkan kebermanfaatkan sosial BSI untuk masyarakat yang terus meningkat selaras dengan kinerjanya.

Adapun total aset pada periode ini terdongkrak 12,17 persen menjadi Rp452 triliun. 

Laba yang positif ini juga disokong oleh berjalannya fungsi intermediasi yang baik, dari sisi pengelolaan dana pihak ketiga (DPK) maupun pembiayaan dengan kualitas yang terjaga.

Reporter: Ibtihal