BBMD Targetkan Naik Kelas KBMI 2 Sebelum 2028 Lewat Aplikasi Digital

Gedung kantor perbankan modern (Foto: dok. Bankmestika)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15:38 WIB

JAKARTA – PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) menetapkan target untuk naik kelas menuju kategori Bank Kelompok Modal Inti (KBMI) 2 atau kelompok bank dengan kepemilikan aset senilai Rp10 triliun hingga Rp25 triliun sebelum tahun 2028.

 Langkah tersebut dibarengi dengan komitmen perseroan dalam menyajikan layanan perbankan yang profesional, didukung oleh teknologi mutakhir, serta mempraktikkan prinsip keuangan berkelanjutan.

Pernyataan serupa diutarakan oleh Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad Kartasasmita, yang memaparkan bahwa program kenaikan kelas ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperbesar kontribusi bagi perekonomian nasional lewat penyediaan layanan perbankan yang andal, berbasis teknologi, serta berkelanjutan.

Guna mewujudkan target besar tersebut di sepanjang tahun buku 2025, pihak manajemen secara sadar membatasi laju ekspansi yang bersifat agresif. Mereka memilih untuk menitikberatkan fokus pada kedisiplinan mitigasi risiko di tengah situasi pasar keuangan global yang tengah dilanda volatilitas tinggi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Sepanjang 2025, perekonomian global masih dihadapkan pada ketidakpastian yang tinggi, yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang ketat di berbagai negara, dinamika geopolitik, serta volatilitas pasar keuangan global. Namun, dalam menghadapi kondisi tersebut, perseroan tetap menunjukkan kinerja yang solid dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengelolaan risiko yang disiplin,” ujar Achmad saat berbicara dalam agenda Pubex Live 2026 pada Rabu (10/6/2026).

Sebagai informasi, realisasi penyaluran kredit yang dicatatkan oleh perseroan mampu tumbuh sebesar 3,65 persen (year-on-year) hingga menyentuh nominal Rp11,22 triliun. 

Catatan pertumbuhan ini membuktikan keberhasilan strategi bank yang lebih mementingkan kualitas aset serta pertumbuhan secara selektif ketimbang melangsungkan ekspansi massal secara agresif.

Beralih ke sektor pendanaan, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan sebesar 6,85 persen yang disokong oleh pertumbuhan dana murah (CASA). 

Tren positif tersebut menjadi bukti bahwa tingkat kepercayaan masyarakat selaku nasabah masih sangat kuat terhadap perseroan, terlepas dari ketatnya peta persaingan di industri perbankan saat ini.

Struktur permodalan yang berkelanjutan juga kelihatan kian kokoh setelah nilai ekuitas perseroan tumbuh sebesar 7,12 persen. 

Adapun perolehan laba bersih pada tahun buku 2025 tercatat berada di angka Rp320 miliar, atau mengalami penurunan dari periode tahun sebelumnya lantaran kebijakan Bank Mestika yang memilih memperkuat alokasi dana pencadangan guna menjaga kualitas aset.

Secara umum, postur keuangan Bank Mestika dinilai berada dalam kondisi yang sehat dengan tingkat likuiditas serta permodalan yang terjaga dalam posisi kuat. 

Kinerja dari rasio keuangan bank pun memperlihatkan tingkat ketahanan, likuiditas, sekaligus kualitas yang optimal, serta berada jauh di atas ambang batas minimal yang dipatok pihak regulator.

Langkah akselerasi Bank Mestika menuju kelompok KBMI ini didukung oleh indikator neraca serta rasio keuangan yang sangat memadai pada penutupan tahun 2025. 

Jumlah ekuitas perseroan menguat sebesar 7,12 persen hingga mencapai Rp5,45 triliun, yang kemudian menopang pertumbuhan total aset bank hingga menyentuh nilai Rp16,66 triliun.

Rasio kecukupan modal atau CAR Bank Mestika juga terpantau menebal, dari posisi 44,93 persen pada tahun 2024 naik menjadi 46,49 persen di tahun 2025. 

Angka ini menandakan bahwa ruang untuk mengeksekusi ekspansi penyaluran kredit di masa mendatang masih terbuka lebar.

Di sisi lain, rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sukses dipertahankan pada level aman sebesar 1,56 persen, dengan tingkat NPL Net yang berada pada posisi prima di angka 0,81 persen.

Untuk rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) bergerak melunak ke arah yang lebih likuid pada level 102,12 persen, seiring berjalannya pertumbuhan nilai DPK sebesar 6,85 persen menjadi Rp10,99 triliun.

Sementara itu, perolehan laba bersih tahun berjalan yang dibukukan berada pada angka Rp319,98 miliar sebagai imbas dari keputusan strategi bank yang mempertebal porsi provisi pencadangan dana.

Dalam rangka mempercepat pencapaian menuju status KBMI 2, Bank Mestika turut mengambil langkah aktif dengan mematangkan sektor teknologi informasi mereka guna menggalang dana murah dari masyarakat. 

Fokus utama pihak manajemen saat ini tertuju pada pemantauan sekaligus optimalisasi performa dari aplikasi perbankan digital mereka, MIND, yang secara resmi sudah diluncurkan sejak tahun 2025 lalu.

Lewat pemanfaatan aplikasi MIND, manajemen tengah melangsungkan proses analisis mendalam guna memacu pertumbuhan akuisisi nasabah baru secara masif, dengan membidik ceruk pasar anak muda sebagai target utamanya.

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten berhasil membawa Bank Mestika menyabet berbagai macam penghargaan berskala nasional di sepanjang tahun 2025 hingga awal tahun 2026. 

Beberapa di antaranya meliputi predikat The Excellent Performance Bank untuk kategori KBMI 1 dari Infobank Media Group, serta penghargaan khusus The Excellent Performance Bank in 10 Consecutive Years (2015-2024).

BBMD pun berhasil menempatkan posisinya dalam daftar Top 50 Perusahaan Publik dengan Kapitalisasi Menengah Terbaik 2025 dari Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD).

Prestasi ini bersanding dengan penghargaan Top 100 CEO 2025 yang berhasil diraih oleh sang pemimpin perusahaan, Achmad Kartasasmita. 

Rentetan pencapaian tersebut semakin mempertebal keyakinan para pelaku pasar bahwa target lompat kelas sebelum tahun 2028 sudah berjalan pada jalur yang tepat.

Reporter: Ibtihal