Grab Resmi Kuasai Lebih dari 50 Persen Saham Mayoritas Superbank

Armada promosi Superbank melintas di depan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Antara/HO/Superbank)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15:39 WIB

JAKARTA - Grab secara resmi memperkuat posisinya sebagai pemilik saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) lewat kepemilikan total yang saat ini sudah menyentuh lebih dari 50 persen. 

Langkah strategis tersebut menjadi bukti nyata dari komitmen jangka panjang Grab dalam memperluas jangkauan pembiayaan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi warga Indonesia lewat platform Superbank.

Peningkatan porsi kepemilikan ini dieksekusi lewat serangkaian transaksi di internal ekosistem Grab, yang di antaranya melibatkan pembelian saham oleh A5-DB Holdings serta GXS Pte. Ltd. pada bulan Mei 2026.

Aksi korporasi ini otomatis menempatkan Grab sebagai pemegang saham pengendali mayoritas di Superbank.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan. Dukungan dari ekosistem Grab memungkinkan kami menghadirkan layanan perbankan yang lebih relevan, mudah diakses, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tutur Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan dalam keterangan pers Rabu (10/6/2026).

Melangkah ke depan, SUPA berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi pada produknya, memperlebar akses pembiayaan yang bertanggung jawab, serta menyajikan pengalaman perbankan digital yang jauh lebih seamless bagi jutaan warga di Indonesia.

Indonesia sendiri berstatus sebagai salah satu pasar yang krusial bagi Grab di kawasan Asia Tenggara. 

Selama lebih dari sepuluh tahun, Grab sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari jutaan warga Indonesia lewat penyediaan layanan mobilitas, pengantaran, hingga sistem pembayaran digital. 

Melalui posisi barunya sebagai pemegang saham mayoritas di Superbank, Grab kian memantapkan komitmennya untuk menyajikan layanan keuangan digital yang inklusif sekaligus relevan bagi masyarakat Indonesia.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan rumah bagi Grab sekaligus menjadi ekosistem yang sangat penting bagi perseroan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami telah hadir selama lebih dari 10 tahun dan telah menjadi bagian dari keseharian jutaan masyarakat Indonesia. 

Peningkatan kepemilikan di Superbank mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi jangka panjang Indonesia serta peran penting layanan keuangan digital dalam memperluas akses ekonomi bagi masyarakat," tutur dia.

Bahu-membahu dengan Superbank, Grab dipastikan akan terus melahirkan inovasi baru dan memperkokoh ekosistem yang mampu menyalurkan manfaat riil kepada Mitra Pengemudi, Mitra UMKM, pengguna, hingga masyarakat secara luas.

Suntikan dukungan yang kian solid dari Grab ini berjalan beriringan dengan performa bisnis Superbank yang terus menanjak positif. 

Hingga April 2026, realisasi penyaluran kredit dari Superbank melonjak 55 persen secara year-on-year (YoY), yang dipacu oleh kolaborasi serta integrasi yang kian mendalam dengan ekosistem Grab maupun OVO.

Salah satu stimulus utama dari lonjakan pertumbuhan ini adalah kehadiran produk Pinjaman Atur Sendiri. 

Produk tersebut dapat diakses langsung lewat aplikasi Grab dan OVO, sehingga mampu memberikan fasilitas pembiayaan yang jauh lebih cepat, aman, sekaligus praktis bagi jutaan penggunanya.

Ekspansi bisnis yang masif ini juga dibarengi dengan kenaikan profitabilitas yang sangat signifikan. 

Dalam kurun waktu empat bulan yang berakhir pada 30 April 2026, Superbank sukses mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar, atau meroket 1.529 persen jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Hasil positif ini merefleksikan kuatnya sinergitas di dalam ekosistem, kedisiplinan dalam memitigasi risiko, serta fokus penuh Superbank dalam menyediakan layanan keuangan digital yang relevan dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Reporter: Ibtihal