JAKARTA - Pasca-melonjak melampaui 4,12 persen pada aktivitas transaksi di awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih mempunyai ruang untuk melanjutkan penguatan pada transaksi Rabu (17/6/2026).
Sinyal optimisme tersebut ditopang oleh membaiknya atmosfer sentimen pasar hingga mulai menyusutnya tekanan aksi jual dari pemodal asing.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memaparkan bahwa dari sisi teknikal, momentum penguatan IHSG terpantau masih relatif terjaga sepanjang indeks sanggup bertengger di atas rentang area support.
Ia mengestimasi laju indeks bakal melaju pada kisaran support 6.071-5.931 dengan batasan resistance di rentang 6.300-6.360.
“Kami memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.071-5.931 dengan target resistance berada pada kisaran 6.300-6.360,” ujar Reza dalam risetnya, Selasa (16/6/2026).
Para pelaku pasar pada saat ini pun tengah menantikan rilis hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diestimasikan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate pada posisi 5,50 persen.
Di samping itu, pergerakan pasar juga menyoroti hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang diproyeksikan akan kembali menahan level suku bunga acuannya.
Stimulus tersebut dinilai sanggup menopang stabilitas nilai tukar mata uang rupiah sekaligus mendongkrak gairah pemodal terhadap kepemilikan aset berisiko, tidak terkecuali saham.
Pada sisi yang lain, munculnya optimisme atas peluang mufakat damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penurunan harga minyak dunia ikut bertindak selaku stimulus positif bagi sektor pasar keuangan domestik.
Kemerosotan harga minyak berpeluang menekan laju inflasi, menjaga pos kondisi fiskal pemerintah, serta memperkokoh nilai tukar rupiah. Kondisi ini dipandang sanggup membuka celah bagi IHSG demi meneruskan tren kenaikan dalam jangka pendek.
Lantas, perusahaan apa saja yang menarik untuk dicermati dalam aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini? Simak rincian sahamnya berikut ini.
Reza memberikan rekomendasi beberapa saham yang potensial dipantau oleh pemodal ritel pada aktivitas transaksi Rabu, dengan rincian sebagai berikut:
BRI Danareksa Sekuritas
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- Rekomendasi: Buy
- Area beli: Rp 4.400 - Rp 4.500
- Target harga: Rp 4.610 - Rp 4.720
- Stop loss: Di bawah Rp 4.300
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- Rekomendasi: Buy
- Area beli: Rp 2.650 - Rp 2.700
- Target harga: Rp 2.850 - Rp 2.940
- Stop loss: Di bawah Rp 2.550
PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL)
- Rekomendasi: Buy
- Area beli: Rp 270 - Rp 276
- Target harga: Rp 284 - Rp 300
- Stop loss: Di bawah Rp 265
Kiwoom Sekuritas
PT Indika Energy Tbk (INDY)
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, berpandangan bahwa pergerakan saham INDY masih berjalan bullish dalam jangka pendek serta berada di atas kisaran level rata-rata pergerakan MA10.
Indikator MACD turut memperlihatkan adanya penguatan tren. Kendati demikian, saham ini sedang menguji zona resistance di angka Rp 2.480-Rp 2.500 sehingga penerapan taktik buy on break dipandang jauh lebih pas.
Pada transaksi Senin, saham INDY berakhir melonjak 4,87 persen menuju posisi Rp 2.370 per lembar saham.
- Rekomendasi: Buy on Break
- Support: Rp 2.040
- Resistance: Rp 2.940
BCA Sekuritas
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki, memaparkan bahwa pergerakan saham BBCA membentuk struktur pola inverted hammer.
Meskipun posisi indikator stochastic berada pada area overbought, kondisi RSI terpantau masih menguat dan volume transaksi mencatatkan peningkatan.
Walau begitu, saham BBCA dipandang rentan diterpa risiko swing of selling jika terbukti tidak berhasil melewati zona area Rp 6.250-Rp 6.450. Pada transaksi Senin, saham BBCA berakhir menguat 5,91 persen menuju posisi Rp 6.275 per lembar saham.
- Rekomendasi: Trading Buy
- Support: Rp 5.750
- Resistance: Rp 6.875
Mirae Asset Sekuritas
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa posisi saham DSSA saat ini masih berada dalam fase bullish consolidation yang ditopang oleh hembusan sinyal positif dari indikator Stochastic serta RSI.
Walaupun pada transaksi Senin saham DSSA sempat terkoreksi 1,21 persen menuju posisi Rp 815 per lembar saham, peluang untuk bergerak menguat dipandang masih terbuka.
- Rekomendasi: Maintain Buy
- Support: Rp 700
- Resistance: Rp 1.005
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.