JAKARTA – Laporan riset harian dari BNI Sekuritas memaparkan bahwa pada sesi transaksi sebelumnya (15/6), IHSG ditutup menguat 4,12% menuju level 6.254,97, namun pergerakan tersebut dibarengi oleh aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing senilai Rp105,86 miliar.
Deretan saham yang mencatatkan volume net sell asing paling masif meliputi BUMI, DSSA, ASII, DEWA, dan BRMS.
Di sisi lain, indeks saham di bursa Wall Street dominan berakhir melemah pada sesi perdagangan Selasa (16/6), kendati Dow Jones berhasil mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa (all time high).
Lonjakan Dow Jones tersebut ditopang oleh langkah rotasi modal para pemodal dari sektor teknologi menuju sektor-sektor siklikal yang diproyeksikan bakal lebih diuntungkan oleh merosotnya harga minyak.
Dow Jones mendarat menguat 0,64%. Sementara itu, S&P 500 menyusut 0,57%, dan Nasdaq Composite tergerus 1,15%.
Dari ranah emiten, saham Advanced Micro Devices (AMD) terpangkas lebih dari 7%, Broadcom merosot 4%, Micron Technology melemah 6%, serta Nvidia mengalami koreksi di atas 2%.
Kebalikannya, saham Caterpillar memimpin tren kenaikan pada sektor industri lewat penguatan melampaui 1%. JPMorgan Chase turut melonjak di atas 3% di tengah besarnya rasa optimisme bahwa terpangkasnya biaya energi mampu memicu percepatan laju pertumbuhan ekonomi AS.
Para pelaku pasar berpendapat anjloknya harga minyak berpeluang menekan angka inflasi sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat.
Di samping itu, Trump pun mengumumkan bahwa Selat Hormuz, yang bertindak sebagai rute pelayaran energi paling krusial di dunia, bakal kembali dibuka pada Jumat (19/6).
Bahkan, pada Selasa, Trump memastikan jalur niaga tersebut akan tetap digratiskan melampaui masa awal 60 hari yang sempat dipublikasikan sebelumnya.
Pada bagian lain, bursa saham di kawasan Asia bergerak fluktuatif pada sesi transaksi Selasa (16/6), dipicu oleh kabar tercapainya nota kesepahaman damai awal antara kubu AS dan Iran.
Kendati demikian, atensi para investor kini beralih menyoroti langkah kebijakan dari sejumlah bank sentral, yakni Bank of Japan (BOJ) serta Reserve Bank of Australia (RBA).
Indeks Nikkei 225 Jepang merangkak naik 0,13%, sedangkan Topix terkoreksi 0,21%. Di Korea Selatan, indeks Kospi melesat 2,11%, kebalikannya Kosdaq melemah 1,48%.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong merosot 1,4%, Taiex Taiwan melonjak 0,91%, dan ASX 200 Australia naik tipis 0,04%.
Selain itu, FTSE Straits Times menguat 0,78% dan FTSE Malaysia naik 1,1%. Di pihak lain, Bank of Japan (BoJ) memublikasikan pada Selasa (16/6) bahwa mereka mendongkrak tingkat suku bunga jangka pendek sebesar 25 bps ke posisi 1%, di mana langkah ini selaras dengan proyeksi pasar.
Selain Jepang, bank sentral Australia (RBA) memilih mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka pada level 4,35%.
Mencermati kombinasi dari beragam sentimen di atas, dalam rilis riset Rabu (17/6), Karina Rusfidyawati selaku Retail Research Analyst BNI Sekuritas memaparkan, “IHSG hari ini berpotensi koreksi terbatas di range 6230-6260. Diperkirakan Support IHSG: 6230-6180 and Resist IHSG: 6280-6400.”
Lebih lanjut, ia merinci beberapa saham yang dapat dijadikan pilihan ide perdagangan (Trading Idea) untuk hari ini: BMRI, BRMS, SSIA, TINS, ANTM, dan TPIA.
Berikut rincian rekomendasi aktivitas trading sahamnya:
BMRI
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 4470 - 4500
- Cut loss: Di bawah 4400
- Target dekat: 4550 - 4650
BRMS
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 650 - 660
- Cut loss: Di bawah 640
- Target dekat: 670 - 690
SSIA
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 1645 - 1660
- Cut loss: Di bawah 1620
- Target dekat: 1680 - 1715
TINS
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 3460 - 3480
- Cut loss: Di bawah 3400
- Target dekat: 3510 - 3600
ANTM
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 3110 - 3130
- Cut loss: Di bawah 3060
- Target dekat: 3160 - 3230
TPIA
- Strategi: Spec Buy
- Area beli: 2080 - 2100
- Cut loss: Di bawah 2050
- Target dekat: 2130 - 2190