Update Harga Sembako Jatim 23 Juni 2026: Cek Komoditas yang Naik

Ilustrasi Bahan Pokok. (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 23 Juni 2026 | 12:37:01 WIB

SURABAYA - Nilai jual bahan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) senantiasa memperlihatkan pergerakan naik-turun dari waktu ke waktu. 

Pada hari ini, banderol beras premium serta gas elpiji merangkak naik. Di sisi lain, harga daging ayam ras, daging ayam kampung, semua varian garam, hingga seluruh jenis cabai justru kedapatan melandai.

Mengikuti perkembangan harga komoditas pangan setiap waktu merupakan langkah yang sangat krusial. Selain menolong warga dalam menyusun anggaran belanja harian, data ini juga esensial demi mempertahankan stabilitas pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di kala situasi harga sedang tidak menentu.

Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas ini adalah kebutuhan utama yang diperlukan warga dalam keseharian untuk mencukupi kebutuhan nutrisi serta keperluan rumah tangga lainnya.

Sembilan ragam kebutuhan pokok masyarakat itu meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok dasar tersebut, tarif kebutuhan dapur yang tidak kalah penting ialah cabai. 

Berikut ini adalah daftar harga kebutuhan pokok paling baru di Jawa Timur pada Selasa, 23 Juni 2026, yang dihimpun dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:

  • Beras Premium: Rp 15.004/kg
  • Beras Medium: Rp 12.911/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.172/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.413/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.493/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.469/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.163/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 124.778/kg
  • Daging ayam ras: Rp 32.081/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 69.053/kg
  • Telur ayam ras: Rp 25.032/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 46.201/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.608 (370 gr/kl)
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.532 (370 gr/kl)
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.409 (400 gr/dos)
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.757 (400 gr/dos)
  • Garam bata: Rp 1.824
  • Garam halus: Rp 9.184/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 35.538/kg
  • Cabai merah besar: Rp 35.702/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 47.354/kg
  • Bawang merah: Rp 41.274/kg
  • Bawang putih: Rp 34.946/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.909

Menilik dari harga bahan pokok di Jawa Timur hari ini, nominal beras premium terkerek Rp 43 atau sebesar 0,29%, sementara Gas Elpiji 3kg menanjak Rp 43 atau sekitar 0,22%.

Sedangkan untuk daging ayam ras menyusut Rp 388 atau 1,19 persen, daging ayam kampung merosot Rp 1.466 atau 2,08 persen, garam bata melorot Rp 106 atau 5,47%, garam halus berkurang Rp 124 atau 1,33%, cabai merah keriting terpangkas Rp 1.242 atau 3,38%, cabai merah besar menyusut Rp 511 atau 1,41%, serta cabai rawit merah anjlok Rp 1.766 atau 3,60%.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Pergeseran harga bahan pokok distimulasi oleh bermacam-macam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi dari pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga kondisi cuaca. Berikut ini beberapa elemen yang memengaruhi naik dan turunnya harga sembako:

  • Apabila tingkat permintaan melonjak namun penawaran bergeming atau justru menipis, nilai jual cenderung merangkak naik. Sebaliknya, bila pasokan melimpah melebihi permintaan, harga berpeluang merosot.
  • Cuaca yang ekstrem, bencana alam, atau pergeseran musim dapat mengganggu hasil sektor pertanian. Defisit stok akibat iklim buruk memicu lonjakan harga jual.
  • Ketentuan impor, ketersediaan subsidi, pajak, atau kebijakan lain yang dirilis otoritas berwenang dapat mengubah harga pangan. Contohnya seperti restriksi impor atau pergeseran tarif pajak.
  • Kenaikan harga bahan mentah, pupuk, bahan bakar, maupun upah tenaga kerja dapat mendongkrak biaya operasional produksi serta transportasi, yang berimbas pada harga sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar valuta asing, khususnya apabila barang pokok dipasok dari luar negeri, dapat berimbas pada harga. Pelemahan mata uang lokal bakal memicu komoditas impor menjadi lebih mahal.
  • Laju inflasi yang tinggi berpotensi memicu naiknya harga bahan pangan karena melonjaknya ongkos barang dan jasa.
  • Kondisi perekonomian yang kurang stabil bisa memperparah keadaan pasar.
  • Kendala pada jalur logistik seperti problem kemacetan, aksi mogok kerja, atau problem distribusi lainnya dapat memicu keterlambatan pasokan, menipisnya stok, dan memicu kenaikan harga.

Rentetan elemen ini menyebabkan nilai jual bahan pokok kerap berubah-ubah, sehingga memerlukan pemantauan serta regulasi yang presisi demi mengawal kestabilan pasar. 

Harga komoditas pangan ini juga dapat bervariasi di tiap-tiap pasar. Rincian di atas merupakan angka rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal